"Tidak semua hal dapat di pahami oleh semua orang. Jadi, biarkan aku memendamnya sendirian."
-Aksara Gunadhya
******
Brak!
"Lo semua bego atau gimana, HAH?!" bentak Aksa menggebrak meja dengan sekuat tenaga.
"Sabar, Sa. Lo gak harus—"
"Gak harus apa?! Nih cewek lama lama ngelunjak. Lo semua tau? Kalo aja gue telat nyelametin Meisya di sana. Gue bener bener gak bakal lepasin lo bertiga kalau Meisya sampe dapet luka parah!" bentak Aksa kembali.
Semua siswa siswi sedang menonton Aksa yang wajahnya memerah mengeluarkan amarahnya. Walau dari jendela kelas karena Aksa juga keempat sahabatnya menutup pintu rapat rapat, siapa yang berani beraninya masuk ke dalam kelas maka artinya mencari MATI!
"Sumpah! Bukan gue pelakunya, gue gak tau tentang kebakaran ruang—"
"Lo bohong! Gue denger dari murid yang lain kalo lo sempet labrak Meisya lagi kan di koridor sekolah?!" sambar Kenzo menujuk Sena dan dua temannya yang kini menunduk ketakutan.
"I—iya bener. Tapi cuman sebatas itu. Dan untuk kebakaran ruang Olimpiade, gue sama sekali gak tau. Percaya sama gue!" kata Sena kepada kelima cowok yang menatapnya tajam. Terutama Aksa, sudah pasti masalah besar akan menimpa Sena.
Dan sekarang ia sudah tertangkap basah telah mengganggu Meisya lagi. Sena tidak tau harus berbuat apa, tetapi semoga saja untuk hari ini Tuhan berpihak kepadanya. Selamatkan ia dari kejamnya Aksa!
"Lo itu licik! Gue tau pasti lo semua yang udah mau celakain Meisya." kata Farzan.
"Mending lo ngaku aja. Gak usah berbelit belit, lo tau kan kalo Aksa bisa lakuin apa aja yang dia mau?!" tambah Samuel menatap tiga gadis tersebut.
"Kenapa lo semua gak ada yang percaya sama gue?! Gue emang suka sama Aksa dan pengen tuh cewek pergi. Tapi gue gak segila itu!" bentak Sena merasa di pojokan atas apa yang tidak ia lakukan.
"Kamu juga Aksa. Emang dia siapa kamu sampe kamu kaya gini?!" katanya lagi kepada Aksa.
"Menurut lo?" Aksa malah bertanya balik. "Intinya, posisi lo sama dia jelas beda. Karena dia penting di hidup gue." jawab Aksa menusuk.
"Lagian lo lupa? Lo pernah bikin Dara hampir gila! Karena tuh cewek deket sama Aksa!" kata Kenzo. Dara, adalah mantan murid SMA Taruna Bangsa yang sempat dekat dengan Aksa.
Tetapi dekat sebagai Kaka dan Adik. Dara berada satu tahap di bawah Aksa atau bisa di sebut adik kelas, Dara juga merupakan Adik dari salah satu anggota Liberios dan Sena tidak suka kala gadis itu dekat dengan Aksa.
Sena mengunci Dara di gudang sekolah dan ditinggalnya begitu saja sampai hari berganti. Padahal semua anggota Liberios sudah mencari gadis itu semalaman, dan saat ditemukan di dalam gudang keadaan Dara sangat kacau. Gadis itu memilih pindah ke luar kota akibat terauma yang mendalam.
"Jadi gak menutup kemungkinan kalo lo juga punya niatan mau nyingkirin Meisya dari sini!"
Mendengar itu Sena, Angel, dan Jihan semakin menunduk dalam. Jantungnya sudah berpacu sangat kuat bahkan seperti mau mendobrak dadanya, tatapan tajam Aksa mungkin dapat membunuh ketiganya.
"To—long percaya bu—kan gue pelaku—nya."
"Bacot!" bentak Aksa. Ia susah lelah dengan semua ini, masalah yang sebelumnya saja belum selesai. Apa tiga gadis licik ini ingin menambah masalah yang ada?
"Gue pastiin, sekarang adalah hari terakhir lo bertiga sekolah di sini!" kata Aksa membuat bulir air mata ketiganya pecah dalam seketika.
******
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA (SELESAI)
Romance[FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA] Aksara Gunadhya, manusia berparas malaikat. Rupa wajahnya tak seindah perjalanan hidup cowok tersebut. Terlahir untuk bertanya, apa tujuan hidupnya? Kenapa Aksa harus terus bertahan? Untuk apa Tuhan menciptakannya? Di...
