Welcome to my world! 📖✨ Terima kasih sudah menyimpan cerita ini di perpustakaanmu. Hope you enjoy the journey as much as I enjoyed writing it.
Kesibukan Rose sebagai direktur baru di Company P benar-benar menyita waktu dan energinya. Pagi itu, ia duduk di balik meja kerja mahoninya yang besar, dikelilingi oleh tumpukan map yang seolah tidak ada habisnya. Kacamata bertengger di hidungnya, memberikan kesan intelektual dan berwibawa yang sangat kontras dengan sosok Rose saat masih SMA.
Tok... Tok...
"Masuk," ucap Rose tanpa mengalihkan pandangan dari layar tabletnya. Suaranya terdengar datar dan sangat profesional. "Jungkook, apa klien dari Grup Park sudah sampai? Tolong persilakan masuk."
"Sudah di depan, Direktur," jawab Jungkook dengan nada yang dibuat-buat formal, meski ada binar jahil di matanya. Ia membuka pintu lebar-lebar. "Silakan masuk, Tuan."
Rose masih sibuk mencoret-coret berkas di hadapannya. "Silakan duduk. Maaf, saya harus menyelesaikan tanda tangan ini sebentar agar tidak menumpuk," ucap Rose, benar-benar ingin menunjukkan bahwa ia adalah pemimpin yang produktif.
"Hei, Direktur Park," bisik Jungkook yang kini sudah berdiri di samping meja Rose. "Tatap orangnya dulu. Jangan cuma menatap kertas, tidak sopan tahu."
Rose menggeram rendah, merasa otoritasnya ditantang di depan klien. "Jungkook, apa kamu mau saya potong gajinya atau langsung saya pecat hari ini juga?"
"Ehem..." Sebuah deheman berat dan familiar terdengar dari kursi di seberang mejanya.
Suara itu membuat pertahanan Rose runtuh. Ia segera mendongak dengan tatapan tajam yang siap menghabisi siapa pun yang berani menyela bicaranya. Namun, begitu matanya menangkap sosok pria yang duduk dengan santai sambil menyilangkan kaki, napas Rose seolah terhenti.
"Jimin?! Kamu... klien yang akan bekerja sama dengan kantorku?" tanya Rose, terkejut hingga suaranya naik satu oktav.
Jimin tersenyum kikuk, mencoba menahan tawa melihat ekspresi kaget Rose. "Halo, Rose. Senang bertemu lagi dalam suasana yang lebih... formal."
Jungkook mencondongkan badan ke arah Rose sambil berbisik penuh kemenangan, "Nah, kan. Direktur pasti tidak akan memecatku kalau kliennya adalah teman lama sendiri."
"Sialan kamu! Keluar sekarang juga! Suruh staf kantin bawakan minuman terbaik. Kalau kamu masih di sini, urusan ini tidak akan pernah selesai!" usir Rose dengan wajah memerah. Jungkook hanya tertawa puas sambil melenggang keluar ruangan.
Setelah pertemuan formal di kantor yang terasa canggung, mereka memutuskan untuk melanjutkan diskusi detail kontrak di rumah Rose. Alasannya sederhana: Rose tidak ingin staf kantor mulai bergosip tentang hubungan mereka, dan Jimin membutuhkan suasana yang lebih santai untuk membahas proyek besar ini.
"Baiklah, kurasa poin-poin kerja samanya sudah jelas. Terima kasih atas waktunya, Jimin," ucap Rose sambil menutup map kerja sama mereka.
Ia mengulurkan tangan untuk berjabat tangan secara profesional. Jimin menyambutnya, namun setelah beberapa detik, pria itu tidak kunjung melepaskan genggamannya. Rose mengerutkan kening, mencoba menarik tangannya pelan, tapi Jimin malah semakin mempererat pegangannya.
"Ini orang... kenapa malah semakin erat?" batin Rose bingung. Kesabarannya habis, ia langsung menyentakkan tangannya dengan tenaga yang cukup kuat.
"Aduh! Sakit, Rose!" pekik Jimin sambil memegangi tangannya yang memerah.
"Siapa suruh tidak mau melepaskannya? Aku kan sudah bilang diskusi selesai," ucap Rose judes sambil meraih gelas jus jeruk di atas meja untuk membasahi kerongkongannya yang kering.
KAMU SEDANG MEMBACA
ECHOES OF ROSEANNE | JIROSE [END]
FanfictionRoseanne Park, gadis manis yang baru saja pindah dari Selandia Baru, tidak pernah menyangka hari pertamanya di SMA Nasional akan dimulai dengan penuh tawa berkat guru koplak dan tiga sahabat barunya: Lisa, Jennie, dan Jisoo. Namun, ketenangan Rose t...
![ECHOES OF ROSEANNE | JIROSE [END]](https://img.wattpad.com/cover/243090635-64-k317806.jpg)