Welcome to my world! 📖✨ Terima kasih sudah menyimpan cerita ini di perpustakaanmu. Hope you enjoy the journey as much as I enjoyed writing it.
Pagi di Seoul terasa begitu sibuk. Setelah sesi "kerja bakti" mendadak membersihkan rumah bersama Somi yang lebih banyak mengeluh daripada mengelap debu Rose segera menyambar kunci mobilnya.
"Ayo, Somi! Cepat sedikit! Kalau kita terlambat, aku tidak akan memberimu izin untuk mendekati tetangga tampan itu lagi!" ancam Rose sambil memakai sepatu hak tingginya dengan terburu-buru.
Somi langsung berdiri tegak, matanya melotot. "Siapa maksudmu? Vernon? Berani kamu mendekatinya, aku akan mengirimmu kembali ke Selandia Baru secara paksa!" Somi mengacungkan jarinya dengan ekspresi main-main yang galak.
Rose hanya tertawa puas sambil membuka pintu garasi. "Tidak apa-apa, setidaknya aku tidak akan jomblo lagi kalau bersamanya!"
Kepulangan Orang Tua dan Tamu Misterius
Perjalanan ke bandara berlangsung lancar. Rose akhirnya memeluk Ayah dan Ibunya dengan penuh kerinduan. Namun, suasana hangat itu sedikit berubah saat mereka tiba kembali di depan gerbang rumah Rose. Sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam metalik sudah terparkir rapi di sana.
Rose mengerutkan dahi, menatap mobil itu dengan penuh selidik. "Lho, itu mobil siapa? Perasaanku aku tidak mengundang tamu hari ini."
"Itu tamu Ayah dan Ibu," jawab Ayahnya singkat dengan senyum penuh rahasia.
"Oh... tamu Ayah," batin Rose.
Ayah dan Bunda Rose segera masuk ke dalam, sementara Rose dan Somi masih tertinggal di teras. Tak lama, Vernon muncul dari arah rumah sebelah, berjalan santai dengan tangan di saku celana.
"Somi, ayo ke depan. Ada kedai makanan enak yang baru buka," ajak Vernon. Matanya seolah terkunci pada Somi, sama sekali tidak melirik Rose yang berdiri tepat di sampingnya.
"Oh! Aku pergi dulu ya, Chae-young! Sampai jumpa!" Somi melambaikan tangan dengan wajah berseri-seri, langsung mengekor di belakang Vernon.
"Dasar mereka itu... Benar-benar tidak punya perasaan," gumam Rose, merasa terabaikan di rumahnya sendiri.
Tint... Tint!
Satu mobil lagi berhenti tepat di depan gerbang. Rose mengernyit, merasa tidak asing dengan plat nomornya. Ia segera membuka gerbang lebih lebar. Saat mobil itu meluncur masuk, Rose memukul dahi sendiri. "Astaga, aku ini benar-benar pelupa! Aku tahu mobil ini tapi lupa punya siapa!"
Tiba-tiba, sebuah tangan menahan pergelangan tangan Rose yang hendak memukul kepalanya lagi.
"Jangan dipukul, nanti sakit," suara bariton yang lembut itu membuat Rose membeku.
Ia mendongak dan matanya hampir melompat keluar dari kelopaknya. "Jimin?! Apa yang kamu lakukan di sini?!"
Jimin tersenyum tipis, tampak sedikit canggung. "Aku tamu di sini. Omong-omong, orang tuaku sudah sampai, kan?" Ia menunjuk mobil mewah yang sudah terparkir lebih dulu.
Rose membawa Jimin masuk dengan perasaan tidak keruan. Di dalam, suasana tampak sangat formal. Orang tua Rose dan orang tua Jimin duduk berhadapan dengan wajah-wajah yang terlalu cerah untuk sekadar kunjungan biasa.
KAMU SEDANG MEMBACA
ECHOES OF ROSEANNE | JIROSE [END]
Fiksi PenggemarRoseanne Park, gadis manis yang baru saja pindah dari Selandia Baru, tidak pernah menyangka hari pertamanya di SMA Nasional akan dimulai dengan penuh tawa berkat guru koplak dan tiga sahabat barunya: Lisa, Jennie, dan Jisoo. Namun, ketenangan Rose t...
![ECHOES OF ROSEANNE | JIROSE [END]](https://img.wattpad.com/cover/243090635-64-k346828.jpg)