"pagi, ayah, pagi, bunda.. "
"pagi, Sa.. "ujar sang bunda dengan tersenyum sambil mengoleskan selai kacang kesukaan Mahesa Dan Matthew ke roti.
"Gimana sekolah kamu, Sa? " tanya ayah Mahesa
Dengan santai Mahesa menjawab "Ya gitu" sambil mengunyah roti
Matthew mendengus sebal mendengar jawaban sang anak, pasalnya jika ditanya tentang sekolah Mahesa hanya cuek saja seolah tak perduli.
"bund, anak mu tuh kalau ditanya jawabnya ga pernah bener" adu Matthew kepada Nikita, tapi tak dijawab olehnya.Nikita menggelengkan kepala pelan melihat kelakuan Mahesa dan Matthew
"udah deh kalian tuh kebiasaan banget masih pagi juga"
"udah mending kamu berangkat deh Mahesa udah telat kan, liat tuh jam berapa sekarang" peringat Nikita sang bunda"oh iya bund, Mahesa sampe lupa. Gara gara ayah sih jadi Mahesa telat nih"
"eh kam--"
"dah ayah, dah bunda Mahesa brangkat dulu.. Bye. ... " ujar Mahesa sambil berlari membawa roti ditangan dan tas nya yang hampir selalu berisi satu buku saja padahal ada sekitar empat pelajaran setiap harinya disekolah..
"huh.. " Matthew mendengus memandangi punggung tegap anaknya yang berlari. Nikita hanya terkikik geli melihatnya
"udah buruan nanti telat lagi ke kantornya "
Mahesa dan Matthew kerap kali bertengkar hanya karena hal kecil tapi itu hanya sebatas candaan saja karena mereka berdua sama sama tidak ada yang mau mengalah🐾🐾🐾
Mahesa biasanya berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor nya, tapi karena sedang dibengkel terpaksalah Mahesa menggunakan mobil sport kesayangannya.
Setelah sampai didepan gerbang Mahesa melihat seorang murid perempuan yang terlihat tak asing baginya. Mahesa turun dari mobil yang masih terparkir didepan gerbang yang sudah tertutup sejak 10 menit yang lalu agaknya.
"pak, tolong ya biarin saya masuk. Kan saya juga baru sekali ini terlambat " pinta gadis itu kepada pak satpam yang biasa menjaga gerbang tersebut
"ga bisa neng, nanti ya tunggu Pak Samsul aja. Saya ini cuma menjalankan tugas saya aja neng, saya ga mau dapet sanksi juga dari pihak sekolah. " jelas Pak Satpam.
"ayo lah pak.. Tolong saya, saya ga mau ketinggalan pelajaran Bu Yani"
"udah tau ga mau ketinggalan pelajaran masih aja dateng terlambat. Ckck.. Dasar sapi" ejek Mahesa.
"eh nama gue tuh Shafira ya bukan sapi asal lo tau--"
"eh eh ehh.. Udah udah stop pagi pagi udah telat masih aja berantem didepan gerbang. " ujar Pak Samsul yang baru datang mengagetkan keduanya.
"Shafira kenapa kamu terlambat?" tanya Pak Samsul kepada Shafira
"eh.. Itu pak anu say--"
"alah udah lah terlambat mah terlambat aja ga usah pake alesan udah tau salah juga. " potong Mahesa cepat yang membuat Shafira geram.
"eh lo juga kan telat" balas Shafira jengkel karena ucapannya terpotong.
"udah udah sekarang kalian berdua ikut saya masuk" Pak Samsul menegahi, lalu masuk mendahului Mahesa dan Shafira.
🐾🐾🐾
"Shafira karena kamu baru pertama kali telat maka hukumannya ringan saja cukup lari keliling lapangan lima kali" titah Pak Samsul sambil menunjuk kearah Shafira.
"dan kamu Mahesa lari keliling lapangan juga 30 kali habis itu hormat dibawah tiang bendera sampai istirahat pertama""lah kok saya hukumannya lebih berat dari pada si sapi sih pak" protes Mahesa yang sontak dipelototi oleh Shafira dan Pak Samsul.
"ya jelas lah kamu kan sering banget telat dateng kesekolah hampir setiap hari malahan, "
"udah dari pada kebanyakan omong mending kalian kerjain, SEKARANG!! " titah Pak Samsul tegas yang sontak membuat keduanya segera pergi dari pada mendapat hukuman berlipat.🐾🐾🐾
Segini dulu yak gaess..
Maap kalo ga jelas 🙏🙏
Ga usah banyak banyak dulu, hehe..
Jan lupa vote 😃😃
Kalau ada typo ya sorry namanya juga masih pemula maklumin dah ya
Jan lupa follow akun gue
(authornya banyak mau hehe..)
Sampe ketemu lagi papay..
*Nanti coba gue usahain supaya sering sering up yakkkk..

KAMU SEDANG MEMBACA
MAHESHAFIRA
Teen FictionHal yang paling menyebalkan menurut Shafira adalah ketika bertemu dengan Mahesa si tukang bully Shafira yang songong dan tengilnya minta ampun. Disekolah sebisa mungkin Shafira selalu menghindari Mahesa tetapi dengan 1001 cara liciknya Mahesa selalu...