Kumbang di Sudut Jendela

Kumbang di Sudut Jendela

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 20, 2023
Satu hari setelah aku dinyatakan meninggal, aku bisa melihat bagaimana orang-orang mulai berduka dan menangisi kepergianku. Kematian, adalah sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tak ada artinya suara yang bergema, tak ada artinya tubuh yang berdiri tegap di hadapan teman-teman mahasiswa, kala diriku berorasi dengan lantangnya. Jas almamater yang aku banggakan hanya berakhir menjadi kain lusuh yang terinjak-injak di jalanan.
All Rights Reserved
#244
yeonjun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Semesta Berlima
  • Bukan Cerita Kita
  • Pathetic 2 ✓
  • menangis
  • [✓] BE THE STORY | TXT
  • Butterfly At The Last Gasp  [JILID I] ✅
  • Abang [Yeongyu]
  • [Yeongyu / Beomjun] SURGA KITA SENDIRI - COMPLETED ✅
  • 𝐓𝐡𝐞 𝐒𝐢𝐥𝐞𝐧𝐭 𝐀𝐧𝐠𝐞𝐥 || 𝐇𝐀𝐑𝐔𝐊𝐘𝐔
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri

[TXT Lokal] [Brothership, family] Yasa kecil pernah bicara pada papa mama kalau dia ingin punya adik. Ingin merasakan ada orang lain yang bergantung padanya. Tapi sampai dia besar keinginannya itu hanya sebatas angan-angan. Sadam sudah biasa hidup sendiri, makanya ketika bertemu orang baru rasanya senang sekali karena ia memiliki kesempatan untuk menciptakan dan merasakan hangatnya kebersamaan. Bima hanya selalu memikirkan dirinya sendiri selama ini, jiwanya yang penuh ambisi memaksanya harus terus memperbaiki diri hingga tak sempat memikirkan orang lain. Sementara Genta adalah kebalikan Sadam, yang lebih baik hidup sendiri sebab tak suka keramaian, asing dengan kebersamaan. Dan Kaisar hanya laki-laki ceria yang senang bergaul, senang bermain, senang bercanda, yang punya prinsip untuk menjalani hidupnya dengan menyenangkan setiap hari. Lantas mereka bertemu untuk tinggal bersama. Tanpa ayah, ibu, mama, papa. Dalam semesta yang besar ini, hanya mereka berlima yang bisa saling mengandalkan satu sama lain. Bisakah mereka menjalaninya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines