Kumbang di Sudut Jendela

Kumbang di Sudut Jendela

  • WpView
    LECTURES 25
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., févr. 20, 2023
Satu hari setelah aku dinyatakan meninggal, aku bisa melihat bagaimana orang-orang mulai berduka dan menangisi kepergianku. Kematian, adalah sesuatu yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya. Tak ada artinya suara yang bergema, tak ada artinya tubuh yang berdiri tegap di hadapan teman-teman mahasiswa, kala diriku berorasi dengan lantangnya. Jas almamater yang aku banggakan hanya berakhir menjadi kain lusuh yang terinjak-injak di jalanan.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • My Junior My Love ✔️
  • what if? (END)
  • Just Words
  • ABOUT GASTALA
  • Abang [Yeongyu]
  • Butterfly At The Last Gasp  [JILID I] ✅
  • menangis
  • Semesta Berlima
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • [Yeongyu / Beomjun] SURGA KITA SENDIRI - COMPLETED ✅

Ku tulis sebuah pengakuan Tentang kerinduan yang masih membungkam Masih terasa nyata meski rupanya sudah terlalu fana Coretan kehampaan diri masih melekat Menggambarkan apa yang sudah terlalu sesat Namun tak mau pergi dan masih berkarat Ku tuai sebuah rasa yang beralih duka Mengajarkan diri, bahwa yang bukan jalannya akan pergi sesuai alurnya Kesadaran diri yang memapah langkah untuk beralih Berdamai dengan kenyataan Bahwa yang ada akan tiada pada masanya 🌹Typo masih banyak karena belum di revisi🌹

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu