A story by : Amaira S. ~ Siapapun hentikan, aku sudah muak dengan seluruh isi dunia yang aku jalani. Aku ingin mengakhiri hidup ku, setiap hari di hidupku seperti beban yang makin hari semakin bertambah. Aku dianggap anak tidak berguna di keluarga ku, aku lemah, aku tidak bisa berbuat apa apa kecuali membuat mereka semakin membenci diriku. Setiap hari aku dikengkang oleh keinginan mereka, aku tidak bisa hidup bebas untuk mencoba keluar dari zona nyaman ku. Mereka sangat egois jika menyangkut diriku, tapi berbeda ketika mereka dengan anak kesayangan mereka, Adik tiriku. Dikota kelahiran ku malang ini, aku duduk disalah satu akar pohon yang letaknya tak jauh dari stasiun kota, ditempat inilah aku banyak mengeluarkan isi hatiku dengan menangis, bercerita, dan banyak hal yang aku lakukan bersama tumbuhan hidup ini. Aku telah gila dengan pikiran ku, mengajak benda hidup yang tidak memiliki mulut untuk berbicara. "Pantes ga sih, gue ini dapet begituan, mesra ya" keluh ku ketika aku melihat seorang keluarga cemara itu saling memandu kisah bahagianya. "you deserve it" bisikan kecil yang aku dengar dari seorang strangers disebelah ku, dia seorang lelaki berkaos hitam. Mata nya sangat meneduhkan dan menenangkan, mata sembab ku menatap matanya seakan aku membisu, aku sebelumnya tidak berani untuk memiliki komunikasi dengan seorang pria, namun kali ini berbeda. Kenapa hawa dikota malang ini seakan berubah menjadi dingin kembali. . . . Attention ! Don't use someone's creative ideas, use your common sense to write a story, this story has a trauma-romantic. if kalian tidak menyukai cerita ini, tolong jangan dekat lapak ini. 🖤 ; Remind you of (Vote + Follow this Acc) #Love #Romantic > 15+ Est 2023.All Rights Reserved
1 part