Setelah malam penuh peluh dengan suaminya, Hermione terbangun dan mendapati dirinya adalah seorang Rosier.
Apalagi ternyata dia terjebak di tahun 1950.
×××××××××
25.12.2020.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
××××××××
"Teman-teman, perkenalkan ini adalah adikku, Hermione Rosier", lelaki tampan dengan perawakan tinggi dan wajah tegas itu menoleh pada teman temannya sambil menggandeng seorang perempuan cantik dengan gaun berwarna biru langit yang tampak cerah dikulit bersinarnya.
Hermione menatap ketujuh lelaki didepannya dengan ekspresi gugup dan sedikit takut. Lalu pandangan nya teralih pada kakaknya yang bernama Evan Rosier.
Genggaman tangan perempuan itu mengerat, menatap satu persatu dari mereka.
"Hermione, dia adalah Albert Dolohov. Salah satu teman asrama ku selama di Hogwarts".
Hermione bisa melihat sedikit wajah Antonin Dolohov pada lelaki didepannya. Dia bertambah ketakutan, apalagi mengingat bahwa Antonin dua kali mencoba membunuh nya dengan mantra yang sulit ia ketahui, dan itu menyebabkan luka permanen berbentuk seperti sengatan listrik di bawah dadanya.
Albert berjalan menghampiri Hermione, meraih tangannya dan memberi kecupan ringan pada punggung tangan Hermione.
"Senang bertemu denganmu, Ms Rosier. Aku tidak menduga bahwa Evan menyembunyikan adik cantiknya dari kami selama ini", manik tajam lelaki itu membuat bulu kuduk Hermione meremang.
"Ya, Mr Dolohov, senang bertemu dengan mu", Hermione mencoba tersenyum manis padanya.
Evan tampak menoleh pada lelaki lain, "Lalu, yang ini adalah Abraxas Malfoy".
Hermione jadi teringat dengan salah satu klan Malfoy dijaman nya, yaitu Draco Malfoy. Wajah Abraxas tampak sangat dingin dan berwibawa dengan manik abu abu nya yang berkilau tajam.
"Senang bertemu denganmu Ms Rosier", Abraxas mengecup kedua pipinya dengan lembut dan itu sedikit membuat Hermione merinding dengan nafasnya yang semakin menderu.
Evan berpaling lagi pada lelaki lainnya, "Dia adalah Tristan Lestrange, dia juga salah satu teman Slytherin ku".
"Kau sangat cantik Ms Rosier, senang bertemu denganmu", Tristan tersenyum manis sambil mengedipkan sebelah matanya, lalu mencium punggung tangan Hermione dengan lembut.
Lagi lagi Hermione merasa tubuhnya meremang karena itu. Ia mencoba bersikap biasa didepannya.
"Terimakasih Mr Lestrange"
"Lalu, dia adalah Sebastian Nott.."
Hermione tidak lagi mendengar kelanjutan dari kata kata Evan. Manik hazelnya terpaku pada Sebastian.
Nott.
Tatapan perempuan itu menjadi sedih dengan campuran rasa rindu yang mendalam. Ia tidak pernah bertemu dengan ayah dari suami nya itu. Dan kini ia harus bertemu dengan nya dalam keadaan seperti ini. Hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya.
Sebastian sangat mirip dengan Theo, suaminya. Hermione merasa ingin menangis sekarang karena terlalu merindukan nya.
Sebastian menyeringai padanya dengan senyuman manis, lalu mendekatinya dan mengecup pipinya. "Senang bisa melihat adik Evan yang sangat cantik seperti mu, Ms Rosier".