#05

3.4K 296 63
                                    

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

..

Evan memijit pangkal hidungnya berkali kali karena merasakan rasa sakit yang menjalar dari leher hingga kepalanya. Beberapa hari ini ia disibukkan dengan banyaknya pekerjaan ditambah dengan persiapan ulang tahun adiknya.

Sebenarnya bisa saja dia memerintahkan para house elf untuk mengerjakan semuanya, tapi Evan ingin yang terbaik dan itu harus dari tangannya, hasil kerja kerasnya sendiri.

Hermione sering berkunjung ke kamarnya untuk sekedar memeriksa keadaan nya yang selalu tampak kelelahan dan berakhir dengan memijat pundak nya yang kaku. Setelah kepergian orangtua nya, Evan akan berusaha sebisa mungkin untuk menjadi Lord Rosier yang Agung dan bijaksana, karena hanya  dia satu satunya Rosier lelaki di keluarga ini.

Pekerjaan yang ia tangani berubah bertumpuk tumpuk lebih banyak karena biasanya ayahnya yang akan mengerjakan sebagian besar.

"Sudah kukatakan untuk tidak bekerja terlalu keras. Kenapa kau tak mendengarkanku", Hermione mendecak berkali kali sambil menatap Evan yang hanya memejamkan mata dengan tenang.

"Aku ingin pesta ulang tahun mu berjalan sebaik mungkin dan berakhir sempurna", balas Evan dengan membuka sebelah mata nya untuk menatap Hermione yang duduk disamping nya.

Hermione mendengus, kali ini tak mau mendengarkan ucapan apapun yang akan keluar dari bibir sempurna milik kakaknya.

Fokus nya masih pada buku tebal yang berada di tangannya. Membaca setiap kata demi kata yang bertulis didalam nya.

"Kau marah padaku Hermione?", Evan menoleh, membawa tubuhnya yang semula bersandar kini seutuhnya menghadap adiknya yang asik memberenggut membaca.

"Aku marah padamu karena kau terlalu memaksakan dirimu. Aku tak ingin kau sakit, Evan. Sudah ku bilang biarkan aku membantumu, kau pikir aku lemah atau apa", ia tersulut emosi lagi.

Lelaki tampan dengan manik tajam itu menipiskan bibirnya, hendak tertawa tapi diam seketika karena mendapatkan pelototan dari adiknya.

Sebenarnya Hermione sedari dulu ingin membantu mengurus beberapa pekerjaan nya. Tapi perempuan pureblood dilarang untuk melakukan pekerjaan laki-laki. Yang boleh dilakukan para perempuan pureblood hanyalah duduk anggun, menghadiri beberapa pesta minum teh, yulle ball, dan menjadi istri yang baik nantinya.

Belajar pun sebenarnya tak diperlukan karena toh nanti pekerjaan sesungguhnya bagi witch pureblood adalah mengurus anak dan suaminya.

"Kau tau Evan. Pemikiran pureblood mu itu benar benar kuno. Semua orang bisa menjadi pintar, aku bisa belajar dan aku bisa bekerja. Aku bukan hanya alat untuk dijadikan pabrik pembuat bayi. Kenapa semua pureblood benar-benar berpikiran sesempit ini?", ia berteriak kesal.

Evan menghela nafasnya, "Kau juga pureblood", ujarnya.

"Tidak, aku muggleborn. Aku tak ingin seperti Cassy atau Dorea atau siapapun perempuan pureblood lainnya yang hanya bisa duduk diam seperti ratu dan tak melakukan apapun", Hermione sudah terlalu kesal hingga ia melontarkan kalimat muggleborn yang untung nya dianggap candaan oleh Evan.

Sudden Changes : At the Mercy of EvilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang