H A P P Y R E A D I N G
Setelah mengucapkan kalimat itu, Christian memiringkan kepala dan mendaratkan bibirnya tepat bibir Jeslyn. Melumat dan menggigit bibir gadis itu dengan lembut. Jeslyn terdiam sebelum akhirnya membalas ciuman Christian.
~°•°•°•°•~
Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Axsen terus mencari keberadaan Jeslyn. Gadis itu sudah hampir satu Minggu menghilang. Ia juga menyuruh orang untuk mencari gadis itu. Tapi hingga sekarang hasilnya tetap nihil, tak ada kabar apapun dari gadis itu.
Axsen memasuki apartemennya dengan wajah lelah. Seharian ini ia mencari keberadaan Jeslyn. Tapi hasilnya tetap sama, tak ada kabar dari gadis itu. Karena itu, ia memutuskan untuk pulang dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak sebelum pergi ke kampus.
Axsen membuka pintu kamarnya dan melihat lemari pakaiannya terbuka.
Apa tadi Jeslyn ke sini? batin Axsen dalam hati.
Axsen pun segera melihat tempat di mana biasanya koper Jeslyn berada, tempat itu kosong dan hanya ada kopernya di sana. Ia mencari ke seluruh ruang kamarnya namun tetap tidak menemukan apa-apa bahkan sebagian besar alat make up di meja rias juga telah menghilang menyisakan beberapa kosmetik yang jarang Jeslyn pakai.
Axsen menyadari hal tersebut karena terlihat sangat mencolok di mana biasanya kosmetik Jeslyn tertata rapi bagaikan toko make up kini berubah seperti meja rias miliknya terdahulu dengan sisa-sisa kosmetik yang tak di bawa.
Jeslyn pasti ke sini untuk mengambil pakaian, tapi dia bersama siapa? tanya Axsen dalam hati. Ia menghela nafas lalu mengacak rambutnya dengan frustasi. Sebenarnya ke mana Jeslyn pergi?
Tak bisa dipungkiri bahwa Axsen merindukan Jeslyn. Gadis itu selalu berhasil membuatnya merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan saat bersama Catherine. Ada perasaan lain ketika Jeslyn menatapnya dengan lembut. Jantungnya selalu berdebar saat tangan kecil milik gadis itu menyentuhnya.
Axsen akui bahwa ia mencintai Jeslyn. Mencintai seorang gadis yang selalu menemaninya selama ini. Ia sangat mengkhawatirkan Jeslyn, ke mana gadis itu pergi? Bersama siapa gadis itu tinggal? Apa dia baik-baik saja? Kenapa Axsen merasa jika Jeslyn berada di sekitarnya. Tapi ia tidak tahu di mana gadis itu.
Axsen harap Jeslyn dalam keadaan baik-baik saja.
Sementara di tempat lain. Seorang pria tengah menemani gadis yang sedang memakan es krim di hadapannya. Gadis itu tersenyum, saat ayunan yang didudukinya terbawa angin.
"Chris, aku ingin lagi," ucap Jeslyn dengan suara cukup keras pada Christian. Pria itu bangkit dan menggelengkan kepala sebelum menjawab.
"Tidak Jeslyn, nanti kau sakit. Ayo kita pulang, ini sudah sore." ajak Christian seraya mengusap rambut halus milik Jeslyn.
Jeslyn menundukkan kepalanya dengan wajah sedih. Padahal ia masih ingin bermain di taman. Tapi Christian malah mengajaknya untuk pulang.
Christian menghela nafas saat melihat raut perubahan wajah Jeslyn. Sejak ia tahu bahwa Jeslyn hamil, ia menyadari jika gadis itu sangat manja dan begitu sensitif.
"Baiklah, setelah membeli es krim kita pulang, bagaimana?" Christian tersenyum saat melihat perubahan pada wajah Jeslyn. Gadis itu bangkit dan menarik tangannya menuju penjual es krim.
Setelah selesai membeli es krim, mereka berjalan menuju tempat di mana mobil Christian terparkir. Mereka masuk dan berlalu pergi dari sana.
~°•°•°•°•~
KAMU SEDANG MEMBACA
Let Me Distract You (21+) END
عاطفية⚠️WARNING⚠️ 🚫KONTEN DEWASA🚫 ---------------------------------------------------- Cerita [21+++] diharap bijak dalam memilih bacaan. [SEBAGIAN PART DI PRIVATE, FOLLOW DULU BARU BISA MEMBACA.] ---------------------------------------------------- Axs...
