⚠️WARNING! ADULT-DARK ROMANCE STORY! BERADEGAN KEKERASAN⚠️
"Jika dia sudah kuklaim adalah milikku, maka kalian yang tak berkuasa itu bisa apa?" -Ahyner Mirachel Gabriel Burner.
Menyembunyikan vokal suara selama 11 tahun tidaklah perkara mudah, memb...
ATTENTION : “TINGGALKAN JIKA KAU TAK SUKA, AKU TAK PERNAH MEMAKSAMU UNTUK MEMBACA CERITAKU. JIKA KAU MASIH MENGGULIR PART SELANJUTNYA, DAN KAU PUNYA PROBLEM ABOUT MY STORY. INGAT, AKU SUDAH BERITAHU UNTUK TINGGALKAN DI AWAL. KOMENMU, MENCERMINKAN KELASMU.”
⚠️⚠️⚠️
“Jatuhkanlah orang lain, jika kau sudah merasa sempurna.” -DellaDellaZura
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Rasanya jam tak terasa saat ia tetap di tempatnya dengan lembaran demi lembaran yang ia buka sudah di halaman terakhir.
Ahyner melirik pada arloji tangannya yang sudah menghabiskan waktu hampir empat jam membaca buku setebal setengah jengkal. Sebenarnya dari raut yang ia keluarkan tak menampakkan wajah tertarik atau tergugah sama sekali, Ahyner menurunkan kakinya dari meja dan melempar buku legendaris yang ia baca itu ke tong sampah lalu menyalakan korek api mancis yang berbentuk mawar yang diproduksi oleh perusahaannya ia buang ke tong sampah itu membakar buku yang sudah ia baca tak membiarkan seorang insan pun bisa membacanya lagi menjadikan ialah orang terakhir yang dapat membaca halaman itu sampai belakang.
Ahyner membuka pintu ruangan itu lalu menyenderkan bahunya di sisi pintu seraya memasukkan kedua tangannya di saku.
Dasi marronnya terenggang dengan dua kancing atas kemejanya terbuka menampilkan leher jenjang yang ia miliki juga mempunyai gambar yang sama seperti punggung tangannya, mawar terbakar. Gambar itu tergambar di sisi samping lehernya.
Mata abu-abu yang selalu tajam seperti elang itu menyapu pada pemandangan sekitarnya yang makin ramai, tak sedikit yang kini menatapnya penuh kagum.
Ahyner mengambil vapor dari sakunya lalu menyesap benda itu di mulutnya dan mengeluarkan asap, kemeja hitam yang dikeluarkan dari celananya itu juga menjadi sorotan.
Mata itu melirik pada bawahannya yang sedang berkumpul di salah satu sofa yang amat berkelas terpisah dari tempat-tempat lainnya tengah minum-minum dengan beberapa wanita bersama mereka.
Aarnes yang terlihat meminum Vodka tak menggandeng siapa pun karena ia memang tak ingin dan tak mau terekspos dengan seorang perempuan saat terakhir kali delapan tahu lalu, sedangkan Danzel kini tengah bersama Laura, kekasihnya selama dua tahun ini setelah gonta-ganti pasangan dan Sven yang terlihat hanya menyesap rokok jenis portable melirik ke arahnya.
Valborg ada di sana dengan membiarkan beberapa kupu-kupu malam duduk di pangkuannya dan sesekali berciuman bergantian, begitu pula dengan Dalbert yang tengah bercumbu panas bersama satu kekasihnya. Mereka berdua terlihat agak mabuk.
Ahyner berjalan ke arah mereka lalu ikut duduk di sana dengan satu sofa yang tak diisi pastinya khusus untuk ia memang disiapkan mengingat perbedaan kasta mereka memang terlihat, ia merentangkan kedua tangannya di kepala sofa.