ft. Choi Hyunsuk
[completed]
"Segalanya akan terjadi dengan sangat cepat, pikirku.
Namun kala dirimu hadir, hidupku serasa telah diperlambat waktunya."
[Rate 16+]
started : 22 Jan 2021
finished : 07 Mar 2021
Revised : 14 Jul 2021-15 Jul 2021
↓h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•••
Setahun yang lalu...
"Yena, Park Jihoon itu siapa?"
Yena menghentikan aktivitasnya yang sedang mengerjakan PR. Seketika langsung berbalik mendapati Sang Bunda tengah menatapnya serius.
"Bunda.., tau nama itu darimana?"
"Bunda? Oh, tadi Bunda minta tolong orang buat bobol password laptop kamu. Maaf ya soalnya tadi Bunda butuh laptop dan yang tersedia cuma punya kamu doang. Bunda buru-buru banget tadi," jawab Bunda. Yena terdiam.
"Jadi? Jihoon itu siapa?"
Yena masih diam, gadis itu tak berani menjawab pertanyaan Sang Bunda. Ia hanya melirik takut ke arah wanita paruh baya yang telah melahirkan nya tersebut.
"Pacar?" kata Bunda lagi. Tubuh Yena tambah kaku, seperti pencuri yang telah terciduk oleh polisi. Melihat hal itu Bunda menghela nafas.
"Jadi Yena sekarang mau jadi anak membangkang ya?"
"Bu-Bunda.., gak gitu.."
"Bunda kan udah pernah bilang, masih sekolah gausah begayaan pacaran. Fokus ke pendidikan, pacaran bisa nanti pas udah lulus."
Yena terdiam dan menunduk lagi. Membiarkan Bunda nya berbicara.
"Satu doang loh Yen Bunda mintanya. Masa Yena gabisa turutin? Demi Bunda loh ini."
Bunda menghela nafas pelan, kemudian beranjak untuk keluar dari kamar putrinya tersebut. Namun belum sempat pergi, Yena justru bersuara.
"Bunda"
Bunda menoleh, kini ia dapat melihat Yena menatapnya sendu.
"Bunda harus tau, Yena juga butuh seneng Bun. Semenjak Junhyuk sama Jeri lahir Bunda udah ga pernah perhatiin Yena, Bunda bahkan gatau kan Yena ada pengambilan hasil ujian hari ini? Minggu lalu juga Bunda gak dateng ke seminar kelas khusus orang tua padahal itu wajib. Bunda tau siapa yang kena tegur? Yena Bun. Giliran Bunda tau Yena punya pacar? Bunda marah? Kenapa? Toh Jihoon ga ngerugiin bunda karna pacaran sama aku."
Bunda menatap putrinya tidak percaya.
"Bunda egois. Junhyuk sama Jeri selalu dibolehin ngapa ngapain, kalo bikin salah juga ga pernah dimarahin. Beda kalo Bunda sama Yena. Yena pacaran pun ga bikin Yena bodoh kok Bun." Suara Yena mulai bergetar dan matanya Berkaca-kaca. Bunda diam sambil menarik nafas panjang. Terlihat juga matanya ingin menangis.
"Putusin dia, demi Bunda. Pilih Bunda apa Jihoon? Itu pilihan kamu, tapi kalo kamu pilih Jihoon, kamu bisa keluar. Jangan tinggal di rumah Bunda."