Kembalinya penghabisan penuh ratapan
Kau melambai tanpa kekosongan
Syair yang nyaring sendiri
Yang terasa di hati, seolah imitasi
Disiarkan luka dan air mata berkali-kali
Pandangan iba: untukku sendiri
Malam kau bagikan tanpa cahaya
Gembar-gembor pula segala
Kasih dan sayang yang tak bisa diterima
Tapi untukku, meski adalah angin laut
Meski jiwa-jiwa berserah kepada maut
Sehari kita habiskan, bukan keinginan
Mata yang jatuh kepada cahaya panggilan
Lihatlah! Jari menari, mulut bernyanyi
Aku tak mengerti! Sudah tak bisa dikenali
Meski cinta terus terasa nyata di dada
Hati menderu, ragu menghancurkan kalbu
Segalanya tak mereda, bukan untuk apa-apa
Kuulangi yang dulu pernah hampir mati
Sambil siapkan bekal agar tak nyeri lagi
Tapi, hatiku masih tetap suci kembali
Meski ranjau-ranjau terus meledak di hulu hati
Ah! Terasa sulit dikenali lagi
Untukku sendiri,
Meski dihunjam sepi berulang kali
Tapi, aku tetap setia menanti
— mesinketik
15 Januari 2021
KAMU SEDANG MEMBACA
Menjahit Luka
ПоэзияSekumpulan puisi yang bercerita tentang luka-luka dari kerasnya jatuh cinta. Aku adalah sepasang mata yang sedang menentang malam untuk menatap senja lebih lama. Ya, lebih lama lagi. Dan ya, bagian awal diawali dengan seorang senja. Dan selamat memb...
