Derap langkah mu yang selalu riang
Kini hanya terbaring di ranjang
Peluh mu selalu bercucuran
Membuat keadaan semakin tak karuan
Tubuh mu semakin mengering
Mata mu pun semakin sayup
Kehangatan yang dulu ada perlahan hirap
Hirap termakan rimpuhnya daksa
Rimpuhnya Daksa.
Surabaya
KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa Dibalik Catatan
PoesiaTak semua ucap bisa diumbar Hanya bisa terdiam Di kala hati tak sejalan dengan fikiran Dan membuat ego menyerang
