part 3

2 0 0
                                    


Hari ini hari minggu dan hulya berencana untuk pergi ke mall sekedar berbelanja barang yang menurutnya menarik

"Bi aku berangkat ya mungkin pulang agak telat sedikit" Ujar hulya dan dibalas anggukan oleh bi sumi

Sesampainya di mall hulya memilih mengunjungi sebuah toko Aksesoris yang sedang ramai-ramai nya

"Mbak mau cari apa? " Tanya seorang pekerja toko tersebut pada hulya

"Saya ingin melihat dulu mbak" Ucap hulya tersenyum simpul

"Maaf ya mbak barang disini mahal-mahal emangnya mbak sanggup belinya" Sahut seorang wanita berpakaian tak layak pandang yang berdiri tak jauh dari tempat hulya

Hulya tak membalas perkataan wanita tersebut dan hanya tersenyum tipis lagipula untuk apa dibalas jika berujung pertengkaran

"Hahaha gatau jawab kan loe kn udah gue bilang loe itu orang miskin gak mampu beli disini" Ujar wanita itu lagi

"Maaf ya mbak, mulut nya itu dijaga mbak ini langganan kami di toko ini, jika mbak ingin membuat keributan lebih baik mbak keluar" Ujar seorang pekerja dan dibalas tatapan tak suka oleh wanita tersebut

"Awas ya kalian semua kupastikan kalian akan menyesal" Ujar Wanita tersebut dan beranjak keluar sambil menghentakkan kakinya kesal

Karena mood nya sudah berkurang hulya memilih pergi berkeliling melihat-lihat orang di mall

"Hidup ku sungguh membosankan dan terkesan monoton bahkan aku selalu pergi sendiri" Gumam hulya seraya mendudukkan dirinya di sebuah bangku yang tersedia

"Kenalin aku alvian" Ucap seorang pria mengulurkan tangan nya di hadapan hulya

Hulya tak membalas apapun dan hanya menatap tangan pria itu tanpa niat membalas uluran tangan itu

Laki-laki itu menggaruk tengkuknya gatal karena merasa malu akibat di abaikan oleh gadis cantik dihadapannya

"Sayang kamu kok ninggalin aku sih kan aku belum siap milihnya" Ujar seorang wanita yang tiba-tiba datang dan bergelayut manja di tangan pria yang bernama alvian iu

"Eh loe mau rebut calon suami gue ya dasar gatau malu" Ujar wanita itu hendak menghampiri hulya tapi ditahan alvian

"Mbak tanya aja tuh sama calon suami mbak yang terhormat siapa yang duluan datang menghampiri" Ujar hulya datar dan segera pergi meninggalkan dua sejoli aneh tadi

"Yaallah kenapa aku harus bertemu orang-orang aneh hari ini, dan wanita itu bahkan dia kali mencari masalah dengan ku hari ini" Batin hulya

Mood benar-benar rusak dan ia meninggalkan mall tanpa sempat membeli apapun

Di ujung jalan hulya melihat seorang ibu-ibu sedang kebingungan dan tanpa pikir panjang hulya menhampiri beliau

"Assalamu'alaikum ibu" Ucap hulya sopan tersenyum manis

"Waalaikumsalam nak" Ibu itu menatap gadis dihadapan nya teduh

"Ibu kenapa saya lihat ibu seperti kebingungan" Tanya hulya lembut

"Iya nak, ummi dan anak ummi terpisah dan sekarang ummi bingung" Ujar ibu tersebut dengan wajah sendu

"Apa ibu sudah menelponnya? " Tanya hulya lagi

"Sudah nak tapi tidak aktif" Ibu itu melihat hulya dengan tatapan sedih membuat hulya tidak tega

"Ibu pulang dengan hulya saja mau? " Tanya hulya menawarkan kepada ibu tersebut dan dibalas anggukan oleh beliau

"Panggil ummi saja ya nak, kamu sungguh baik ummi jadi teringat anak perempuan ummi yang sudah meninggal" Ucap ummi maryam saat mereka sudah diperjalanan

Tadi hulya sempat berkenalan dengan ibu ini yang bernama ummy maryam dan kebetulan arah rumah nya tak jauh dari rumah hulya

Hulya terpaku saat mereka ternyata memasuki sebuah pondok pesantren yang hulya kenal dengan pimpinannya

"Ummy tinggal disini? " Tanya hulya mencoba memastikan

"Iya nak suami Ummy pimpinan pesantren ini" Ummy tersenyum melihat wajah sedikit kaget yang ditampilkan hulya

"Ummy maafkan hulya bila bersikap tidak sopan pada Ummy, suami Ummy adalah guruku di pengajian MasyaAllah ummi sungguh gak nyangka bisa bertemu ummi" Hulya sungguh bahagia

Orang yang sering dibicarakan keshalihan dan kebaikannya ini tak disangka dipertemukan oleh Allah dengan secara tidak disangka
Sejak dulu hulya sangat ingin bertemu dengan istri dari gurunya tersebut dan alhamdulillah sekarang terkabul

Ummi mengajak hulya masuk walaupun sudah ditolak ummi dengan rayuannya bisa membawa hulya ke dalam rumah nya

Rumah bertema sederhana tapi minimalis ini sungguh membuat hulya nyaman
Aura kekeluargaan sangat jelas dirasakan di sini membuat hulya ingin menetap disini #ehh

Hulya membicarakan banyak hal dengan ummi maryam
Ummi maryam seperti ibu bagi hulya yang tak pernah merasakan yang namanya kasih sayang seorang ibu

Tatapan beliau sangat teduh membuat siapa saja nyaman didekat ummi maryam

"Kamu sudah menikah nak? " Tanya ummi disela pembicaraan mereka

"Belum ummi belum menemukan seseorang yang tepat" Hulya tersenyum simpul menjawab pertanyaan ummi

Bagi hulya memilih calon suami bukan perkara sepele karena menikah hanya sekali dalam seumur hidup dan harus lah dengan seseorang yang benar-benar tepat

"Assalamu'alaikum" Ucap seseorang yang baru saja masuk dan segera menyalami ummi maryam dan belum menyadari keberadaan orang disisi ummi maryam

"Ummi maafkan azka tadi lalai dan malah kita terpisah juga hp azka mati mi" Ucap azka dengan wajah bersalah nya

"Gakpapa nak, kenalin ini hulya yang mengantarkan ummi pulang" Ujar ummi

Hulya yang namanya disebut menaikkan kepalanya dan matanya bertemu dengan mata elang milik azka

"Pak azka" Lirih hulya merasa semakin canggung

"Kalian saling kenal? " Tanya ummi melihat gerak-gerik aneh dia orang ini

"Pak azka dosen hulya di kampus ummi" Ujar hulya mencoba menjelaskan

"MasyaAllah kalau jodoh tak kemana ya" Ujar ummi diakhiri kekehan

Azka hanya diam dan tanpa diketahui orang lain dia tersenyum mendengar ucapan ummi nyaa

###############################


HulyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang