part 6

0 0 0
                                    


Tak butuh waktu lama bagi hulya untuk berbaur dengan para santri disini yang kebanyakan memang baik dan ramah bahkan kini hulya sudah akrab dengan beberapa santri yang sudah seperti adik nya sendiri

"Minggu depan ujian kitab kuning ustazah aku ingin lari rasanya" Ujar fanisa mengeluhkan perasaan nya pada hulya

"Kenapa ingin pulang hmm? Jalani saja dulu InsyaAllah semua akan di permudahkan oleh Allah yang terpenting usaha dan jangan lupa berdoa untuk hasil akhir kita berserah kepada Allah" Nasehat hulya lembut menatap teduh santri di hadapan nya ini

Santri bernama fanisa masih saja memasang wajah tak semangat nya sambil membolak-balikan kitab fathul qarib di hadapan nya

"Mana yang engga paham biar ustazah jelaskan" Ujar hulya dan disambut senyuman oleh fanisa

Hulya mulai mengajar kan fanisa apa yang tidak diketahui nya mulai dari cara membarisakan mengartikan serta penjelasan isi kitab secara pelan agar mudah dipahami oleh fanisa

"Aku ngefans banget deh sama ustazah jarang ustazah disini mau bantu santri nya" Ujar fanisa menatap takjub hulya dihadapan nya

"Kamu berlebihan fanisa bahkan ilmu ustazah masih sangat rendah dibandingkan guru disini" Ujar hulya tersenyum hangat

Hari mulai petang dan fanisa segera berpamitan pada hulya karena waktu untuk baca yasin akan segera dimulai

Hulya tak bergeming masih setia menatap sawah dihadapan nya yang baru tumbuh

Pikiran nya berkelana memikirkan keluarga nya yang kini telah membuang nya entah bagaimana kabar mereka sekarang

"Ya rabb buka kan lah pintu hati kedua orang tua hamba" Lirih hulya menatap langit yang kian gelap

Tanpa hanya sadari ada seseorang yang menatapnya tak suka dari balik tembok dan merencanakan hal yang buruk pada hulya

Pagi harinya hulya bersiap ke kampus dan tanpa sengaja ia melihat Annisa sedang melamun di bawah pohon

"Assalamu'alaikum annisa" Ucap hulya lembut dan Annisa tersenyum senang dihampiri guru favorit nya itu

"Waalaikumsalam ustazah" Ujaar Annisa tersenyum maniss

"Kenapa melamun pagu-pagi hmm? " Tanya hulya

"Engga ustazah, aku hanya sedang berpikir tapi tak kunjung menemukan jawabannya dan yang aku pikir pun tak penting" Jelas Annisa cengengesan

"Yasudah kalau begitu ustazah pergi dulu ya, jangan kebanyakan melamun nanti kesambet loh" Ujar hulya diakhiri tawa ringan dan ia segera beranjak pergi menuju kampus

Ting

Bg faiz

Dek, kamu dimana skrg?
Kamu baik2 aja kan, abg khawatir

                                                          Me

                                    Aku baik2 aja kok
                                   Skrg aku tinggal di
                                   Pesantren azzahra

Bg faiz

Alhamdulillah kalo gitu
Baik2 disana yaa, adek tenang aja
Kebutuhan adek biar abg yg penuhi

                                                          Me

                                           Makasih abg🤗

Hulya menghembuskan nafas kasar melihat ban mobilnya kempes dan ia tetap tersenyum menghilangkan rasa kesal di hatinya

Hulya pun segera keluar pesantren dan mencari kendaraan umum

Tanpa di sadari hulya ada seseorang yang melihat kondisi mobilnya dan menggeram kesal

"Ini sengaja di buat bocor dan siapa pelaku nya akan ku buat menyesal" Batin azka dan segera memanggil montir untuk memperbaiki mobilnya hulya

Sesampainya di kampus hulya celingak celinguk mencari aisyah sahabatnya yang belum kelihatan sama sekali

"Aisyah" Panggil hulya dan segera menghampiri aisyah yang baru saja turun dari mobil

"Sendiri aja hulya? Tanya suami aisyah dan hanya dibalas senyum oleh hulya

" Makanya hulya cepetan cari jodohnya biar ada yang temani"ujar suami hulya menatap usil hulya dan dibalas pelototan oleh hulya

"Ada loh mas dosen baru disini cocok banget sama hulya tapi dianya ogah katanya" Ujar aisyah menatap usil hulya

"Yah siapa yang mau sama dosen kaku gitu terus yaa ai mana mungkin ya seorang pak azka akan melirik modelan aku gini ya bukan kriteria nya banget lah" Cerocos hulya menatap kesal sepasang suami istri di hadapan nya ini

"Hulya ada pak azka dibelakang kamu" Bisik aisyah saat menyadari ada seorang laki-laki yang berdiri tak jauh dari mereka sedang menelpon

"Aduh, gak dengar kan pak azka, kayanya sih enggak kan lagi nelpon" Ujar hulya pelan

"Udah-udah masuk sana nanti malah telat" Ujar suami aisyah dan mereka berdua segera memasuki gedung fakultas nya

Tanpa mereka ketahui azka mendengar semua yang dikatakan hulya dan ia hanya berpura-pura menelpon agar tak dicurigai mereka

"Menarik" Ujar azka pelan seraya tersenyum tipis dan siapa pun tidak ada yang menyadari arti senyuman itu

Azka pun segera melangkah kan kakinya ke ruangannya




Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 17, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

HulyaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang