Lio mulai memetik senar gitar tersebut, terdengar alunan musik yang merdu ke dalam telinga.
'Saat ku sendiri
Ku lihat foto dan video
Bersamamu
Yang t'lah lama kusimpan
Hancur hati ini
Melihat semua gambar diri
Yang tak bisa
Kuulang kembali'
"Nyanyi dia dari hati, " Bisik Aldo.
"Kita tau, gimana dia saat ini, " Aldo pun mengangguk setuju.
'Ku ingin saat ini
Engkau ada disini
Tertawa bersamaku
Seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar
Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak
Terima kenyataan, hati ini hanya rindu'
Sementara di dalam mobil, semua orang terdiam mendengar alunan lagu tersebut. Semua seakan terbius oleh suara Lio.
"B-baby Lio, " Lirih Silvia.
'Segala cara telah ku coba
Agar aku bisa tanpa dirimu
Namun semua, berbeda sulit ku
Menghapus kenangan bersamamu
Ku ingin saat ini
Engkau ada disini
Tertawa bersamaku
Seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar
Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak
Terima kenyataan
Hati ini hanya rindu'
"Za, gue kagak tega liatnya, " Bisik Aldo.
Reza pun terdiam, ia merasakan hal yang sama dengan Aldo. Apalagi kini pandangan Lio menatap ke arah seorang ibu.
'Ku ingin saat ini
Engkau ada disini
Tertawa bersamaku
Seperti dulu lagi
Walau hanya sebentar
Tuhan tolong kabulkanlah
Bukannya diri ini tak
Terima kenyataan
Bukannya diri ini tak
Terima kenyataan
Hati ini hanya rindu
Hati ini hanya rindu
Ku rindu senyum mu...... Ibu'
Semua orang bertepuk tangan untuk Lio, Lio pun kembali tersadar dari lagu nya.
Hatinya merasa sesak dan entah mengapa hatinya ingin menyanyikan lagu tersebut.
Ia selalu berdo'a di sepertiga malam, semoga Tuhan mengabulkan keinginannya. Ia hanya ingin bertemu sosok yang telah melahirkan nya, sosok yang orang-orang bilang sebagai malaikat tak bersayap dan sosok cinta pertama seorang laki-laki.
"Den suara na meni sae pisan, " Sahut mang Asep.
Lio pun tersenyum mendengar pujian tersebut.
"Makasih mang, " Jawab Lio.
"Sebagai hadiah teh, mamang kasih gratis lah buat ketoprak nya, " Lio pun menatap tak percaya.
"Beneran mang?!, " Sahut Lio.
"Nya enya atuh, da suara aden teh meni sedep pisan, enak pisan, " Jawab mang Asep.
"Makasih mang, " Lio pun tersenyum.
"Selamat lo dari tugas nyuci piring, " Sahut Aldo.
"Gk sia-sia suara gue keren begini, " Jawab Lio.
"Sakarep mu, " Lalu ketiganya pun tertawa.
***
"Mas, kenapa kita gk bawa Lio sekarang aja, aku yakin Lio putra kita, " Sahut Silvia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby Lio [Sudah Terbit]
РазноеLionel Christian Lorentz, seorang lelaki tampan dan pintar, dirinya benar-benar perpaduan sempurna, namun hidupnya sesempurna dirinya. Ia terpisah dari orang tua sejak kecil dan lebih parahnya ia tidak mengingat masa kecilnya. Yang dirinya ingat h...
![Baby Lio [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/259477335-64-k654995.jpg)