BAB 6

1.8K 94 2
                                        


Keesokan paginya, Mommy Nica kebingungan mencari keberadaan Galaksi yang tidak ada dikamarnya. Tidak biasanya Galaksi bangun pagi dan saat mommy Nica mengeceknya ke kamar, ternyata tempat tidurnya juga masih rapi seperti tidak disentuh sama sekali. Mommy Nica terus mencari keberadaan Galaksi sampai akhirnya ia bertabrakan dengan suaminya yang baru saja menuruni tangga.

"Ya ampun mommy, mommy apaan sih, ngapain mommy jogging di dalam rumah mom?"tanya daddy Aaron

"Ihh apaan sih daddy, daddy tahu gak dimana Galaksi?"tanya mommy Nica.

"Lah dimana lagi kalau bukan di kamarnya mommy.."jawab daddy Aaron seraya berjalan ke ruang makan.

"Ihh, kalau itu mommy juga tahu daddy tapi ini Galaksi gak ada di kamarnya dan tempat tidurnya juga masih rapi kayak gak disentuh daddy."jelas mommy Nica.

Daddy Aaron pun terkejut dibuatnya. Mommy Nica dan Daddy Aaron kebingungan mencari Galaksi tapi Galaksi masih setia tidur sambil memeluk adiknya. Lena juga sangat nyaman tidur di pelukan abangnya sampai ia melupakan kebiasaannya yang terbangun di pagi hari.

Saat hendak melihat ke kolam berenang, daddy Aaron pun mendadak berhenti di depan pintu membuat mommy Nica menabraknya dan meringis kesakitan. Daddy Aaron pun berbalik dan menatap intens kearah istrinya membuat mommy Nica mengerutkan keningnya.

"Mommy, mommy ada kelupaan sesuatu gak?"tanya daddy Aaron.

"Emm.. ada sih dad, tapi mommy gak bisa inget.."jawab mommy Nica.

"Ikut daddy.."ajaknya seraya menarik istrinya.

Mereka pergi ke kamar Lena dan membuka pintu kamarnya secara perlahan dan membulatkan mata saat melihat putra putrinya ternyata terlelap bersama semalaman. Karena itu adalah moment yang langka, mommy Nica pun mengambil gambar mereka dan sangat menyukainya. Daddy Aaron pun meminta istrinya untuk segera membangunkan mereka agar tidak melewatkan jam sarapan. Mommy Nica pun mengangguk dan membangunkan mereka dengan cara halus tapi hal yang dilakukan Galaksi membuat mommy Nica kesal.

"YAKKK... KUPING AKUU?!"teriak Galaksi yang langsung bangun dan membuat Lena terkejut.

"Kamu ya, gak pernah bisa mommy bangunin cara halus.."jawab mommy Nica sambil menjewer kuping Galaksi.

"Am...ampun mommy, ampun.. sakit nih kuping Galaksi.."rengeknya.

"Hahaha.. udahlah mommy, kasihan abangnya Lena, kupingnya merah tar kayak kuping gajah lagi.. hahaha."ujar Lena sambil tertawa.

"Huh?! Kamu beruntung ada Lena, kalau gak, udah mommy putusin kuping kamu.."cibir mommy Nica.

"Sudah-sudah, Galaksi kamu balik ke kamar kamu dan Lena, kamu segera mandi ya, kita sarapan bersama.."jawab daddy Aaron.

"Iya daddy.."jawab Lena dan Galaksi bersamaan.

Setelah selesai mandi, Lena langsung keluar kamar dan melihat daddynya sedang membaca koran di ruang tengah. Ia pun menundukkan kepalanya teringat dengan papanya yang dulu selalu membaca koran di ruang tengah sambil menunggu sarapannya siap. Lena menghela nafas panjang seraya berjalan menuju dapur.

"Ada yang bisa Lena bantu mom?"tanya Lena.

"Hai sayang.. udah gak ada sih tapi mommy minta tolong kamu panggil daddy ya, sarapannya udah siap dari tadi soalnya."jawab mommy Nica.

"Oh okay mommy.."jawab Lena lalu pergi ke ruang tengah.

Lena pun memanggil daddynya dan tidak lama kemudian abangnya juga datang dan langsung menggendongnya membuatnya terkejut. Lena merasa sangat bahagia berada di keluarga Vreydika. Mereka pun langsung pergi ke ruang makan dan sarapan bersama sambil bercanda sampai akhirnya daddynya membuka suaranya.

BALAS DENDAM SEORANG QUEEN MAFIATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang