- 4 -

3.1K 287 32
                                    


Semua hacker handal milik Alex, teman lamanya itu sudah mencari jejak mereka. Tapi sayangnya, mereka tak bisa menjebol sistem keamanan milik Arga. Hingga akhirnya Leon, sang anak sulung Alex pun turun tangan untuk membantu mencari tau jejak keberadaan mereka.

Sintya dan Erik menatap fokus pada layar laptop milik Leon yang menampilkan huruf-huruf aneh yang membuat mereka bingung dan pusing tujuh keliling. Terlebih lagi, Leon melayangkan sebuah smirk miliknya.

" Bangsat! Jadi kalian ingin bermain-main dengan ku hem? Cih, keahlian kalian itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan ku " ujar Leon yang membuat Sintya dan Erik menautkan alisnya

" Mari kita lihat, siapa yang menang bajingan! " lanjutnya lalu mengetikkan sesuatu di layar laptop tersebut

Dan beberapa menit kemudian, sebuah senyuman tipis tercipta dari bibir merah delima Leon.

" Lemah! baru juga mulai udah kalah aja. Cih, dasar payah!" tuturnya seraya mengejek yang membuat Erik dan Sintya tersenyum simpul kala mendengarnya

Akhirnya, Erik pun langsung menanyakan keberadaan anak semata wayang nya pada Leon.

" Lalu, dimana Devvid sekarang Leon? " tanya Erik yang diangguki oleh Sintya

Leon mengalihkan atensinya pada Erik, "Amerika" hingga satu kata pun keluar dari mulutnya.

" Owh oke, terima kasih Leon karena sudah mau membantu Om " ucap Erik yang ditanggapi dengan deheman saja oleh Leon

" Yasudah, tunggu apa lagi Rik. Kita harus segera berangkat ke Amerika sekarang " ujar Sintya memutuskan dan diangguki oleh Erik

" Kalo gitu Leon pamit " ucapnya berpamitan lalu melangkah pergi, keluar dari mansion itu

" Oh, iya Leon. Sekali lagi Om berterima kasih yah, karena kamu berhasil menemukan keberadaan Devvid " sahut Erik

" Iyah sama-sama Om " timpalnya

" Sampaikan salam dan ucapan terima kasih Om pada Ayah mu " ucapnya seraya meminta

Leon mengangguk, " Pasti, akan aku sampai kan. Permisi " jawabnya lalu melangkah kembali, karena tadi langkahnya sempat terhenti oleh ucapan Erik

Setelah kepergian Leon, Sintya dan Erik pun langsung berkemas, bersiap-siap. Dan tak butuh waktu lama, ternyata mereka telah selesai berkemas.

Sekarang, mereka tengah berada di jalan menuju bandara yang akan melakukan penerbangan fast ke Amerika itu.

" Tunggu lah boy, karena Ayah dan Mamah akan segera datang menjemput mu " ujarnya pasti

" Yah, tunggu lah kami my son " lanjut Sintya yang ditanggapi senyuman simpul milik suaminya, Erik

••○••○••○••○••○••

Arga menyesap kopi hitam miliknya dengan perlahan dan santai. Dirinya sama sekali tak merasa terganggu oleh suara teriakan Devv dari bilik kamarnya.

" Arga!! Lepasin gue!!! "

Hingga seseorang pun datang dan berdiri di depannya dengan gaya cool dan angkuh miliknya.

" Bodoh kau pak tua. Seharusnya kau singkirkan mereka dulu, setelahnya barulah kau bawa adik kecil ku kemari " ucapnya sarkas, tetapi Arga hanya memasang mimik datarnya

Yah seperti yang kalian pikirkan, jika orang itu adalah anak sulungnya Arga. Dia adalah Gaza. Tepatnya, Gazaleo Derrix Alcander, si manusia kejam nan dingin yang memiliki alter ego bernama Leo. Jadi jangan sampai membuatnya marah ya, jika tidak bisa-bisa nyawa melayang dengan cepat. Karena Leo adalah alter ego yang kejam, ganas dan bengis pula.

DEVVID ALCANDERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang