[SPECIAL] II: If I had the chance

4.1K 286 76
                                        

Sejak kecil Atsumu selalu dimanjakan, segala permintaannya akan dikabulkan oleh kedua orang tuanya. Mungkin hal itulah yang membuatnya serakah, mungkin juga hal itulah yang membuatnya merasa ia selalu bisa mendapat apapun yang diinginkannya.

Apapun itu.

Tentu saja sikapnya ini membuatnya dijauhi teman-temannya. Tapi ia sama sekali tak peduli. Jujur saja terkadang ia merasa iri dengan Osamu yang selalu dikelilingi oleh teman yang setia nan ramah. Namun menurut Atsumu pertemanan itu terlalu ribet, makanya ia sama sekali tak masalah berpergian sendiri.

Setidaknya itulah yang dipikirkannya.

"Siapa juga yang perlu teman? Jika aku mau aku juga bisa kok dapet teman! " Itulah yang diucapkannya pada kembar beda 15 menitnya.

Atsumu selalu dijauhi oleh anak-anak seusianya, tetapi ia terus saja bersikeras "aku tak butuh teman untuk hidup."

Tanpa disadarinya kalimat tersebut menjadi pelariannya. Atsumu menolak untuk mengetahui fakta bahwa sebenarnya tak ada yang ingin berteman dengannya.

Ia menolak untuk menyadari bahwa tak semua hal yang diinginkannya akan didapatkannya.

° ° ° ° ° ° ° ° ° °

"Aku sudah bosan denganmu, kita putus aja ya? Makasih buat waktunya. " Atsumu menunduk pelan, lalu meninggalkan perempuan tersebut sendirian.

"Lo gila ya? Kalian baru aja pacaran 1 minggu terus lo minta putus gitu aja?! " Bentak Osamu tak percaya.

"Dia ngebosenin. Lagipula dia selalu ganggu waktu gue. Udah deh lo diem aja. Kalo gue pengen pacaran lagi ya gue cari lagi cewe baru. Simpel kan? "

Osamu menatap Atsumu kecewa. "Dan lo pikir lo bisa dapetin siapapun yang lo mau? Senaif itu ya lo? "

"Samu gaakan bisa ngerti, lo sendiri aja gapernah pacaran kan? Gausah ngatur-ngatur gue. "

"....Kecewa gue sama lo, Tsum. "

° ° ° ° ° ° ° ° ° °

"UDAH BERAPA KALI LO NYAKITIN HIMURA?! LO BENERAN GAADA PERASAAN YA TSUM? "

"Himura bukan tipe gue, lagipula siapa suruh dia ngedeketin gue terus. Ya gue mainin ajalah. Mumpung dia sendiri yang mau kan. "

"MIYA ATSUMU!! " Osamu mengepalkan tangannya, perasaan marah serta kecewa meliputi hatinya. Sejak kapan sikap Atsumu menjadi separah ini?!

"Udah ngocehnya? Sana masuk. Gue mau nyebat dulu. "

"... Lo bener bener ga ada rasa kasian ya sama mereka? "

"Mereka yang sakit hati. Bukan masalah gue. "

Osamu menatap nanar kembarannya. "Gue harap suatu hari nanti lo bakalan ditolak, biar lo tau gimana rasanya jadi orang yang dimainin sama lo. " Sumpah Osamu.

"Pft- emangnya bakalan ada? Samu, lo sendiri tau kan gue selalu bisa ngedapetin apapun yang gue mau? Yakali gue ditolak. Lo ngaca dulu sana. "

Dan layaknya sebuah doa, hal tersebut benar-benar terjadi pada Atsumu.

° ° ° ° ° ° ° ° ° °

Belakangan ini ada seseorang yang menarik perhatiannya. Kalau tak salah namanya... Sakuza? Sakusa.. Iya Sakusa.

SECOND  CHANCE || KageHina [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang