Sawamura Shoyo, seorang pria bersurai oranye dengan mata secerah mentari pagi itu tiba tiba dibawa paksa oleh seorang 'teman' nya, siapa lagi kalau bukan Kageyama Tobio. Seorang pria yang sangat populer di kalangan gadis gadis di sekolahnya, SMA Kar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku tak ingin.. Aku tak ingin membuatmu merasakan hal yang sama! " Shoyo kembali terisak.
Kageyama terkejut, "hal apa? " Tanyanya bingung.
"Menghianatimu, seperti yang kulakukan pada atsumu-san. "
Shoyo kembali menatap manik gelap kageyama, " Bertemu sesukaku saja dengan orang lain tanpa sepengetahuan pacarku, lalu mencampakkan nya begitu saja. "
Shoyo tertawa miris, "Aku ini kelihatan seperti pelacur, ya? "
Kageyama menangkup pipi shoyo, kemudian menatapnya dalam.
" Dengar, aku tak peduli dengan sebutan pelacur atau apalah itu.. Tapi aku akan menantangmu jika kamu menyuruhku untuk tak menemuimu lagi. "
Shoyo kembali terisak, " Kalau aku melakukan hal yang sama padamu, apakah kau tak takut akan hal itu?"
Kageyama tersenyum kecil, " Tidak. Karna aku percaya kau takkan pernah melakukan hal seperti itu dibelakangku. "
Kedua pipinya bersemu merah, shoyo kembali memeluk erat pria jangkung dihadapannya. Ekspresi wajahnya sudah tak bisa dibaca, ia bingung harus kembali menangis atau haruskah ia tersenyum.
"Aku tak mengerti bagaimana kamu bisa dengan mudahnya mengatakan hal seperti itu.. " Lirih shoyo, ia tak bertenaga lagi. Energinya terkuras habis.
Kageyama mengelus pelan kedua kelopak mata shoyo yang memerah, " Cengeng. " Ledeknya.
Shoyo melotot, tak terima dipanggil seperti itu. "Emangnya gaboleh? " Cemberut shoyo.