1

957 82 8
                                    

Pagi pagi sekali Beomgyu sudah diperintah oleh sekretarisnya agar segera mempersiapkan diri karena mereka akan segera mengadakan meeting di kantor nya.

"Pak, kita akan mengadakan meeting  5 menit lagi." Kata sekretarisnya itu.

Perlu diketahui bahwa sekretaris bernama Choi Soobin, dia adalah saudara sepupu Beomgyu. Sebenarnya yang seharusnya menjadi seorang Direktur utama adalah Soobin hanya saja, dia takut tidak sanggup menjalankan perusahaan keluarga Choi, akhirnya kekuasaan penuh perusahaan diberikan kepada Beomgyu.

"Haaaah, gausah formal, seharusnya nih ya, Lo yang pimpin meeting nya." Protes Beomgyu.

"Ya maap, ntar perusahaan nya malah gelar tikar kalo gue yang pimpin."

"Kebiasaan lo negatif thinking duluan."

Mereka berdua segera angkat kaki dari ruangan Beomgyu, dan segera menuju ke ruangan meeting.




🐿️ Ⓣⓐⓝⓟⓐ Ⓒⓘⓝⓣⓐ 🐻




2 jam telah berlalu, Meeting telah selesai dilaksanakan.

"Duh capek banget, klien nya rada ngeyel hadeh." Keluh Beomgyu.

Telepon genggam Beomgyu berdering....

"Halo mah."

"Halo sayang, kamu masih di kantor?"

"Iya, mah. Kenapa ya tumben nanyai Gyu."

"Hehe jadi gini, kamu hari ini kamu lembur ga?"

"Bentar ya mah."

Beomgyu memandang Soobin sambil memberikan kode, dan Soobin menggeleng.

"Kebetulan ga ada mah ada apa ya mah?"

"Jadi gini, malam ini mama mau ngajak kamu makan malam diluar, kamu mau kan?"

"Wah mau dong mah, mama yang traktir kan?

"Hehe udah yang bayar kok, sekalian mama mau ajak kamu ketemu sama temen mama. Yaudah gitu aja, ntar jam 7 jemput mama dirumah ya."

"Oh cuma ketemu temen doang, okedeh ntar Gyu jemput tepat waktu bye bye mah." Beomgyu mengakhiri percakapan dia dan ibunya.

"Itu barusan mama lu yang nelpon."
Tanya Soobin.

"Iya, dia ngajak gw makan malam diluar sambil ketemu sama temennya." Jawabnya sambil membuka - buka dokumen yang ada didepannya.

"Hah, ajak makan diluar? Ketemu temen?." Soobin memegang dagu menggambarkan bahwa ia sedang berfikir.

"Iya, kenapa emang?"

"Nih ya Beomgyu, biasa kalo orang tua begitu pasti modus tuh."

"Hah modus gimana? Ga mungkin mama gw mau minjem duit ke gw, kan gw transfer tiap bulan. Atau mama gw mau nikah lagi?"

"Bukan ogeb. Gini, dari artikel terpercaya yang gw baca dari berbagai sumber, kalo seorang ibu mengajak anaknya makan malam sambil ketemu temennya, biasanya anak nya bakal dijodohin sama anak temennya."


Beomgyu loading........




"Hah yang bener lu, baca dari sumber mana begituan?"

"Dari wattpad." Soobin nyengir tanpa dosa.

"Ngaco lu, gausah yang aneh aneh deh, bikin gw pusing aja. Mending kerjain kerjaan lu sana. Ngapain juga nguping  percakapan gw sama mama gw."

"Hehe kepo, siap pak direktur." Soobin segera beranjak dari tempatnya dan segera pergi.



Sementara Beomgyu...




"Dijodohin ya? Masa sih... Hah Soobin ngaco bikin gw jadi kepikiran." Ia pun kembali melanjutkan pekerjaan nya.




🐿️ Ⓣⓐⓝⓟⓐ Ⓒⓘⓝⓣⓐ 🐻



Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Beomgyu sudah bertengger didepan pintu rumah mamanya.

"Eh Gyu, udah sampe ternyata."

"Iya dong mah, yaudah kita pergi sekarang."

"Iya ayo."

Beomgyu mempersilahkan mama nya untuk masuk ke mobil setelah itu dirinya. Dia pun tancap gas dan segera pergi ke lokasi yang telah ditunjukkan oleh mamanya.

Tak berapa lama mereka pun sampai di sebuah restoran mewah.

"Mah masih lama ya?" Beomgyu capek menunggu, ini sudah 15 menit dan orang yang dimaksud belum datang juga.

"Bentar lagi sampe kok. Nah itu orang nya."

Terlihat seorang perempuan dan dua orang laki-laki paruh baya dan satu lagi sepertinya bujangan. Sepertinya yang agak tua itu suami dari perempuan itu. Mamanya Beomgyu mempersilahkan mereka bertiga untuk duduk dan sedikit basa basi.

"Gyu, mama mau kenalin anak temen mama. Namanya Kang Taehyun."

Mendengar itu, Beomgyu menatap pemuda yang sejajar didepannya sambil tersenyum dan mengulurkan tangan.

"Beomgyu"

"Taehyun"

Jabatan tangan itu lepas, mereka pun saling diam lagi satu sama lain.
.
.
.
.
.
.
.

"Loh kok diem dieman sih? Jadi kapan tanggalnya?" tanya perempuan itu, perempuan itu ada ibunya Taehyun.

"Loh Bun, tanggal apa?" Taehyun merasa sedikit terkejut, begitu juga Beomgyu.

"Kalian ga bisa nebak alurnya ya? Polos banget, kalian dijodohin tau." Kata mamanya Beomgyu enteng.

"Mah, Gyu mau ngomong sama mama sebentar."

Beomgyu meminta izin pada tamunya untuk membawa ibunya berbincang sebentar diluar.

"Ma, maksud mama apa?"

"Gyu, mama pengen kamu menikah, mama gatau entah mama bakal hidup lebih lama atau tidak. Kalau saat itu tiba, mama gamau kamu sendirian."

"Mah, Gyu punya paman bibi, Gyu punya Soobin juga, Gyu ga akan sendiri. Lagipula mama ngapain ngomong gitu? Bikin Gyu sedih tau gak." Untuk kalimat terakhir, Beomgyu sedikit menurunkan nada bicaranya.

"Gyu sayang mama kan, mama sayang banget sama Beomgyu. Anak mama satu satunya. Nanti kalau suatu saat mama udah nyusul papa, kamu punya seseorang buat kamu bersandar, mengeluh, menceritakan semua masalah kamu. Mama tau pernikahan ini tidak didasari cinta, tapi mama yakin kalo kamu bisa menerima Taehyun secara perlahan. Jadi mau ya?"

Perkataan mamanya membuat hatinya ngilu, seakan dunia akan berakhir. Beomgyu perlahan mengangguk sambil memeluk mamanya.

"Iya ma, Gyu bakal terima perjodohan ini, tapi mama harus tetap sehat biar bisa liat Gyu bahagia sama Taehyun."

Senyum mama dan Beomgyu mengembang lebar, mereka berdua kembali ke meja makan mereka tadi.

"Jadi gimana? Kapan waktunya?" Ibunya Taehyun kembali membuka topik.

"Gimana kalo Minggu depan, lebih cepat lebih baik kan?" Jawab mamanya Beomgyu semangat.

Telah disepakati bahwa mereka akan menikah Minggu depan, Beomgyu menerima perjodohannya. Tetapi bagaimana dengan Taehyun?





Haii, ini adalah ff taegyu pertama aku. Masih berantakan ga sih?


Tanpa Cinta  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang