Chapter 4

20 6 4
                                        

Hepi reading gaesss!❤️
oOo

"Jangan gitu ih, kamu mah bikin maluu!" rajuk salsa dengan muka di tekuk, bukan jijik atau apa, malah muka salsa tampak lucu ketika merajuk.

Adrian yang melihat itu hanya terkekeh, sungguh dia sangat merindukan sahabat nya ini.

"Aku ngomong fakta loh ca, kamu kangen banget kayaknya sama aku"

"Ya kangen lah, kamu pikir ditinggal 4 tahun ga lama, nyebur aja sono lu ke laut" sungut salsa lagi.

"Ciee yang kangen aku ciee, ya ampun muka nya merah" ledek Adrian ketika melihat rona merah jambu yang ada di wajah salsa dan terlihat cantik.

"Iyannnn, ih jangan diledekkin terus, malu" rengek manja salsa.

Saat ini dua sepasang adam dan hawa ini sedang makan siang setelah Adrian yang tiba-tiba memberinya kejutan dengan kedatangan yang tanpa kabar sama sekali.

Rupanya dari tadi Adrian tanpa henti menggoda salsa. Adrian rindu masa-masa seperti ini, sangat rindu ketika salsa merengek manja kepadanya seperti ini, tapi dia sekarang beruntung bisa kembali menikmati semuanya.

Adrian janji dia akan menjaga perempuan cantik yang sedang di hadapan nya ini, dia akan melakukan apapun untuk salsa, apapun termasuk harus mengorbankan nyawa nya sendiri.

"Iyan, kok bengong mulu dari tadi" ucap salsa sambil menggoyangkan tangan nyaa di depan muka Adrian.

Adrian yang tersadar lantas tersenyum melihat nya, "aku lagi mikirin kamu ca"

Blush! Seketika wajah salsa tampak merona mendengar kata-kata receh sekarang Adrian.

Jujur saja, perasaan salsa ke Adrian tidak pernah padam sampai sekarang, rasa deg-deg an pun sangat kencang berdetak dalam hatinya.

"A-apaan sih kamu tuh" salsa tampak salah tingkah, dan dia mengalihkan nya dengan cara menyuapkan makanan kedalam mulut nya itu.

Adrian tahu bahwasanya salsa sedang salah tingkah sekarang, bisa dilihat dari setiap pergerakan nya nampak gugup.

Tidak lama tawa meledak dari Adrian, salsa yang mendengar nya hanya mendengus kasar. Karena dia tahu, laki-laki itu sedang mentertawakan kegugupannya.

Huftttt.

oOo

S

etelah makan siang tadi, sekarang Adrian tengah mengantarkan salsa kembali ke rumah sakit, karena salsa belum selesai dengan jadwal praktik nya.

"Kamu mau pulang sekarang?" Tanya salsa setelah melepas selfbelt nya.

"Aku nunggu kamu ajaaa, jadi Kita pulang bareng" jawab adrian.

"Yaudah, kamu tungguin di ruangan aku aja, yuk" ajaknya.

Sepanjang koridor rumah sakit banyak pasang mata yang menatap mereka dengan berbagai pandangan, ada yang menatap iri, bingung, dan juga berbinar.

Ayolah, siapa yang tidak kenal dengan dokter cantik itu, jelas sajaa sebagian mereka ada yang menatap bingung, terlebih yang memberikan tatapan bingung pegawai rumah sakit.

Mereka bingung, bagaimana bisa dokter cantik itu tengah tersenyum menatap laki-laki yang sedang berjalan di samping nya.

Karena mereka tahu, dokter salsa merupakan perempuan cuek, jutek, galak. Terlebih lagi ketika ada cowok yang mau pendekatan dengan dokter cantik itu.

Sebelum melakukan pendekatan, sinyal bahaya langsung menyala di atas kepalanya, sungguh secuek dan sejutek itu kah salsa?

Cukup author dan salsa yang tahu

Sesampainya di ruangan salsa, salsa pamit dengan adrian karena dia harus melakukan pemeriksaan kepada beberapa pasiennya itu.

Adrian hanya mengangguk dan memainkan ponsel nya sembari menunggu salsa selesai dengan pekerjaan nya.

Lama menunggu, Adrian merasa mata nya agak berat dan tidak berapa lama mata itu terpejam.



Holla, aku balik lagi, ada yang kangen tah?? Gada?? Oke makasih:v

Maapkeun lama menghilang, karena lagi sibuk banget sama tugas-tugas kuliah, huhu.

Maap jugaa up nya pendek.

Jangan lupa tinggalkan jejak, baik itu vote atau comment, biar aku semangat buat lanjut.

Awas typo!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 08, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RASA INI [ PENDING ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang