part 7 lukamu adalah penderitaanku

140 15 0
                                        

Kyra pergi meninggalkan Alya bersama Rena.
"Apa pho masih menyukai mamah kyra?"tanya Alya tiba-tiba
Pertanyaan Alya membuat Rena terkejut.
"Kenapa Alya bertanya seperti itu?"tanya Rena
"Alya penasaran saja. Pho dan mamah sudah lama tidak pernah bertemu. Apa pho masih menyukai mamah kyra?"tanya Alya
"Jika masih, apa yang akan Alya lakukan?"tanya Rena
"Kenapa pho masih menyukai mamah kyra? Sekarang mamah kyra sudah tua, dia sudah menjadi ibu-ibu dan sekarang mamah kyra gemuk"ucap Alya
"Benarkah? Di mata pho, mamah kyra tetap sama seperti dulu. Dia tetap sangat cantik"ucap Rena
"Sungguh? Ayo Alya ingin bertemu nenek Ira"ucap Alya
Rena pun pergi dari sana untuk menemui Bu Ira karna Alya merindukannya.

Bu ira sangat senang karna bertemu dengan Alya.
"Cucuku Alya, nenek sangat rindu"ucap Bu Ira memeluk Alya
"Alya juga rindu nenek."ucap Alya
"Mah , aku harus jemput kyra dulu. Tolong jaga Alya sebentar"ucap Rena
"Iya. Kamu hati-hati di jalannya"ucap Bu Ira
Rena tersenyum lalu pergi dari sana.
Rena merasa firasatnya buruk tentang kyra, ia khawatir pada kyra. Ia membawa motornya dengan kecepatan tinggi.

Kyra di rumah Dikta sedang merapihkan pakaian ke dalam tas. Dikta menghampirinya, ia baru bangun tidur.
"Apa yang kamu lakukan?"tanya Dikta di belakang kyra
"Aku dan Alya akan tinggal di rumah rena mulai sekarang"ucap kyra tanpa menoleh ke belakang
Dikta mendekat, ia berada di depan kyra lalu menampar kyra keras.
"Kenapa?! Kamu mau menjelek-jelekkan aku di depan teman-teman dan keluarga Rena?!"tanya Dikta marah
"Aku hanya ingin disana. Aku tidak akan membahas tentang dirimu"ucap kyra
Kyra pergi dari kamar, Dikta mengikutinya lalu melempar sebuah pas ke tembok depan kyra membuat kyra terkejut. Langkah kyra terhenti lalu Dikta mendekat pada kyra.
"Hei!( Bentak Dikta) kenapa kamu selalu membuatku marah? Apa hebatnya Rena? Dia hanya seorang tom yang bodoh dan rendah"ucap Dikta
"Jangan hina rena!! Dia lebih baik bahkan seribu lebih baik dibandingkan kamu"ucap kyra yang tak terima Rena di hina
Mendengar ucapan kyra membuat Dikta marah, ia menendang kursi dan melempar beberapa barang hingga hancur.
Kyra terlihat takut melihat Dikta yang marah, Dikta mendekat dan menampar keras kyra berkali-kali hingga kyra terluka dan berdarah.
Dikta mendorong kyra jatuh ke lantai dan tangan kyra terkena pecahan-pecahan barang.
"Rena"ucap kyra dalam hati , ia menangis dan gemetar takut.
Dikta perlahan jalan mendekat pada kyra , tiba-tiba Rena datang dan mendorong Dikta menjauh dari kyra. Rena mendekat pada kyra yang berada di lantai .
"Rena.."ucap kyra dalam tangis
Rena hanya diam, matanya berkaca-kaca.

Rena terlihat marah karna kyra menangis bahkan terluka.
"Untuk apa Lo kesini? Apa Lo datang buat wanita itu?"tanya Dikta dengan tenang
Rena berdiri, ia membalik menatap tajam Dikta dan Rena mengepalkan kedua tangannya dengan kuat. Rena mendekat dan memukul Dikta , keduanya berkelahi.
Rena terus menyerang ,ia memukul wajah, perut dan ia mendorong Dikta ke tembok.
Rena menekan bagian dada Dikta dengan kuat hingga Dikta kesakitan dan sesak nafas.
Rena memukul kuat perut Dikta berkali-kali lalu mendorong Dikta hingga menabrak meja dan Dikta tergeletak tak berdaya. Rena mendekat, ia mencengkram erat baju Dikta .
"Ah, jadi ini amarah seorang tom"ucap Dikta terdengar santai
Rena akan memukul Dikta kembali.
"Rena,,,"panggil kyra pelan membuat Rena terhenti tepat tinju Rena di dekat wajah Dikta.
Rena mendorong Dikta lalu mendekat pada kyra .
"Bawa aku pergi Rena"ucap kyra
Keduanya saling menatap dalam, Rena tak dapat menahan air matanya lagi. Rena memangku kyra, tangan kyra merangkul leher Rena.
"Akan gue buat kalian menyesal"ucap Dikta
Rena tak peduli, ia jalan pergi dari sana.

Beberapa saat Rena dan kyra berada di rumah Bu ira. Mereka hanya berdua karna Bu Ira membawa Alya jalan-jalan ke luar.
Rena mengobati luka kyra, ia tak mengatakan apapun.

HEARTCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang