1.

28 2 0
                                    

Pagi itu di kediaman keluarga Lee..

'Kakaaaakk.. cepetan atau Adek tinggal??'

'Iya, iya.. sebentar ini loh udah mau turun'

'Cepaaattt.. nanti Adek telat. Ada pelajaran Mr. Park, kak.. kalo Adek telat bisa gawat. Adek itung sampe tiga.. sa--'

'Berisik sekali, Mark Lee'

'Kakak sih'

'Yaudah sih, jadi ga?? Sekarang apa nanti??'

'Hehe.. ya sekarang dong. Yuk'

Dan, ya.. memang seperti itulah kebiasaan dua dari tiga Lee bersaudara hampir setiap pagi, terlebih jika hendak berangkat ke kampus. Rin dan Mark selalu saja bertengkar, lebih tepatnya sih Mark yang memulai keributan dan pasti ada saja yang dijadikan bahan untuk ribut dengan sang kakak. Memang dasar.

'Oh iya, kak.. nanti pulang jam berapa?', tanya Mark setelah keduanya berada di dalam mobil.

'Gatau. Mungkin agak sorean. Biar nanti kakak pulang sendiri aja'

'Aah, oke kalo gitu. Tapi kalo ada apa-apa, kakak telfon adek aja biar adek jemput, yaa..'

'Iyaa..'

---

Selesai dengan kelas yang ada hari itu, Rin melangkahkan kakinya menuju taman kampus. Memang bukan hal biasa dia berdiam diri di sana sambil memutar musik di handphone dan memakai earphone-nya sambil memejamkan mata menikmati hembusan angin. Dan baru beberapa saat setelah ia di sana, ada seorang lelaki mendekatinya. Rin yang merasakan ada seseorang pun langsung terbangun. Penasaran siapa yang menghampirinya.
Saat mereka berpandangan, lelaki itu tersenyum.

'Kebiasaanmu memang tidak pernah berubah dari dulu, ya agaknya', ucap lelaki itu.

'Kakak udah tau.. gaperlu heran begitu lah', jawab Rin kepadanya setelah sebelumnya melontarkan senyuman tipis.

'Ada masalah?', tanyanya.

'Tidak. Hanya memang aku selalu ke sini saja setiap selesai kelas. Udah kebiasaan.'

'Ya, aku tau. Tapi wajahmu sepertinya hendak mengatakan sesuatu'

'Apasih..'

'Rin-a, kamu tau kan kalo kamu gabisa bohong sama aku?'

'Kak, tapi ini beneran.. aku gapapa'

'Yaudah kalo gitu'

'Kakak udah selesai kelas?'

'Udah'

'Kenapa ga pulang?'

'Ini mah pulang sih, terus pengen nyamper kamu dulu aja. Oh iya.. kamu pulang aja sama aku. Temani aku dulu ke toko mau beli hadiah buat bunda.
Dan sekalian katanya bunda pengen ketemu kamu', lelaki itu berkata kepada Rin

'T-tapi, kak..', Rin mencoba menolaknya.

'Gapapa, kan? Sekali aja kok',

'Em.. baiklah', jawab Rin akhirnya.

Lelaki yang ternyata bernama Kim Doyoung itu tersenyum.

'Okay.. aku ambil tasku dulu. Kamu tunggu di sini'

Rin hanya mengangguk menanggapinya. Dia bingung.. ingin rasanya dia menelfon Mark saja untuk menjemputnya pulang dan beralasan agar tidak jadi menemani Doyoung.
Oh, plis.. bukan apa-apa, tapi itu Kim Doyoung. Kakak tingkatnya di kampus dan juga sekaligus..


Mantan kekasihnya.

---


Huaaaaa.. annyeong..
Akhirnya ini ide bisa gue tulis juga, wkwk..
Udah dari lama sih sebenernya. Berawal dari kerandoman otak terus bikin idean kek gini tapi versi chat dan medsos fake lain, kkk.. tapi baru bisa nulis di sini sekarang, itupun juga aslinya udah di draft lama tapi sibuk rl, wkwk..

Plus soalnya yaa gue lemah sih kalo nulis dalam bentuk narasi(?) atau cerita gini. Pasti yang di otak sama yang jadinya ditulis jadi beda😌😌

Maaf, yaa kalo gaje, soalnya juga yang buat gaje :v


Last, happy reading..

Comeback || Jung JaehyunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang