Dinner private room di zuma gourmet, mengakhiri rangkaian jalan-jalan malam minggu rudy bersama eva yang sudah berkeliling mall berbelanja semua brand channel serta merawat kecantikan estetic eva di klinik halyu.
Eva sangat di manjakan oleh rudy, meski awalnya ia menolak. Tetapi rudy memaksa dengan dalih untuk menunjang profesi eva sebagai model agar bisa terkesan high class dan mendapat tawaran menjadi artis atau iklan tv.
Riskan, pikir eva jika ia memposting barang mewah pemberian rudy di social media. Akan banyak orang-orang yang mengetahui batas kemampuan eva tidak akan sampai mampu membeli tas brand channel. Meski mampu memaksakan, orang akan tetap berpikir. Apa tidak sayang uang yang di tabung hanya sebatas untuk terlihat kaya. Namun tetap berakhir pada pilihan toh pemberian adalah rejeki, mubazir jika di tolak. Itung-itung koleksi.
Rudy meminta agar eva tidak memanggil dirinya dengan awalan pak. Permintaan itu membuat eva dan rudy saling menatap beberapa detik, sebab eva jelas mengetahui maksud rudy. Pendekatan dan lebih jelas menunjukkan ketertarikan rudy pada dirinya. Senyum mupeng saling di lepaskan oleh mereka berdua.
“Kamu belum niat nikah eva ?”
“Belum, ya kalo pacaran sama seumuran. Lama ngelamarnya. Padahal aku juga gak banyak nuntut sih.”
“Pacar kamunya belum mapan kali ?”
“Masalah mapan sih relatif, tapi kebanyakan sih yang deket sama aku mereka pada main-main terus masih gampang ke goda sama perempuan lain.”
“Itu karena lingkungan kamu, kan entertainment memang banyak godaannya.”
“May be, makanya aku cari yang bukan dari entertainment.”
“Pak, eh rud, udah lama pisah. Kenapa gak nikah lagi ?”
Rudy menghela nafas,
“Kalo inget enam belas tahun lalu, itu masa paling down banget. Dua belas tahun aku berusaha buat ngebangun lagi sisa yang masih aku punya. Itu gak gampang di dunia property. Kamu tau, aku bangun royal garden dari dana sengketa hotel bali. Pinjem dana makro ke bank, susah banget. Gak ada yang mau kasih kredit. Itu Cuma gara-gara trauma join sama temen yang gak tau terima kasih dan egois.”
“Dari perpisahan itu, bener-bener fokus buat ngebangun usaha ?”
“Karena udah ¾ jalan, ya harus di terusin. Kasian juga orang-orang yang kerja sama aku. Pernah pada bilang, mau nyari kerja dimana lagi dan hidup gimana. Pada bilang gitu. Susah banget ngebangunnya, peruntungan sering jelek.”
“ Anak-anak gak ada yang nyuruh buat cari istri baru atau rujuk gitu ? “
“Enggak, mereka tau kalau papanya sibuk nyari duit.”
“Pacaran juga enggak ?” tanya eva penasaran.
“Belum nemu yang cocok dan menarik.”
Eva diam mendengar perkataan rudy, ia percaya kalau rudy orang yang baik. Sebab masa sulit rudy di pandang eva masihlah kaya dan sanggup untuk bermain wanita d luar sana. Tetapi rudy memilih untuk fokus membangun usahanya agar semakin besar dan ternama. Sedangkan rudy yang sedang menggoda eva merasa semakin tertarik akan sosok eva.
“Tapi kamu menarik. Cukup berbeda dari kebanyakan perempuan.”
Tangan rudy mendekati tangan eva untuk menggenggam, eva tergoda akan rayuan rudy yang di anggap eva sebagai lelaki baik dan mapan.
Rudy terus menatap eva, ia berhasil merayu perempuan di hadapannya. Trick menawarkan eva ke apartemen miliknya menuai hasil baik. Eva memang tidak mengetahui kalau unit 1042 seharusnya memiliki harga fantastis sebab view yang indah, furniture mahal dan unit yang luas memang sengaja di tawarkan pada eva agar rudy semakin dekat dan mengetahui segala aktifitasnya setiap hari.
KAMU SEDANG MEMBACA
1042 (RAHASIA)
RomansaHubungan terlarang menuai kontroversi. Apalagi terpaut usia dua puluh delapan tahun. Terjalin diam-diam tanpa di ketahui pihak keluarga meski dari office boy hingga staf sudah mengetahui. Tidak di restui, perselingkuhan, amarah dan luka di torehkan...
