♡TAMAT/COMPLETED♡
Setelah dianugerahi Dewa mencapai immortal, Lan Xichen dan Lan Wangji menjalani hidup sebagai kultivator abadi hingga ribuan tahun lamanya, Lan Wangji pun dengan setia menunggu dan mencari reinkarnasi dari istrinya dimasa lampau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keluarga Lan malam ini berkumpul, dan bahkan calon menantu mereka pun berkumpul semua, Lan Li Zhu juga telah berpacaran dengan Kim Ji Soo, dan tentu saja Kim Ji Soo yang menyatakan perasaan terlebih dulu, karena Lan Li Zhu memiliki sifat dan karakter persis Lan Wangji, tentu saja tak bisa mengungkapkan perasaan.
Sedangkan Lan Xiao Zhan, meskipun Wang Yibo berkali2 berkata dirinya menyukai dan menyayangi Lan Xiao Zhan maka jawaban dari Lan Xiao Zhan yang tidak peka akan selalu sama, yaitu Wang Yibo adalah gegenya yang terbaik dan Lan Xiao Zhan pun juga sama menyayanginya, sehingga Wang Yibo hanya bisa pasrah dan menunggu Lan Xiao Zhan cukup umur untuk melamar pada kedua orang tuanya untuk bertunangan dengannya, karena kalau bicara dengan Lan Xiao Zhan, rasanya Wang Yibo mau menangis saja saking tidak pekanya.
Lan Mei Li sendiri kini sudah serius dengan Ouyang Zizhen dan berhenti menjadi playgirl, sedangkan Lan Sizhui kini dekat dengan Jin Ling meskipun Jin Ling masih tampak angkuh jika bersama Lan Sizhui dan Lan Jingyi.
"Hallo paman akhirnya pulang juga dari bulan madu" kata Lan Xiao Zhan
"hallo juga Zhanzhan kau tambah imut saja! utututu anak siapa sih nih? masih gemesin banget!" kata Huacheng mencubit pipi chubby Lan Xiao Zhan
"aw! paman! pipi Zhanzhan sakit!" kata Lan Xiao Zhan, Huacheng tertawa lalu melepasnya.
"Untung kamu tidak seperti mamamu saat muda dulu, mamamu dulu sangat nakal" kata Luo Binghe tertawa