Follow sebelum baca sebagian part diprivate
Semua orang hanya tahu jika kematian SARAH IMMANUELLA diakibatkan oleh kecelakaan yang di sebabkan karna kebakaran gedung saat ia tengah bertugas.
lalu bagaimana jika kematian Sarah disebabkan oleh hal...
hallo guys jangan lupa absennya ya, author tunggu vote dan komen dari kalian.
Thank you
PART 3 : ARTIKEL
🌱 HAPPY READING 🌱
Rania berjalan menuju kamarnya dengan potongan Artikel yang saat ini berada di tangannya.
"artikel 2021, 7 tahun yang lalu"tutur Rania membolak-balikan potongan kertas tersebut.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Anggep aja ini sobekkan artikelnya ye, hehe)
Rania jelas tahu siapa yang menulis artikel tersebut yang pasti orang itu adalah kakaknya sendiri yang memang sudah bekerja menjadi penulis artikel dari bangku SMA.
Niko bukan sosok yang banyak bicara tetapi juga bukan sosok pendiam, Niko hanya pria dengan kulit kuning langsat dan lesung pipi dipipi kanannya yang mempunyai hobi mencari beberapa berita dan menulisnya didalam buku jurnalnya.
dan Rania paham betul bagaimana sifat kakaknya tersebut, tapi yang menjadi pertanyaan adalah kenapa artikel tersebut tidak pernah masuk didalam surat kabar atau berita pada masa itu
Rania merasa ada bagian yang terpotong dari artikel tersebut dan rania juga merasa jika ada beberapa fakta yang dengan sengaja tidak ditulis oleh sang kakak.
BRAKK...
"ASTAGA"Kaget Rania mengarahkan pandangan nya pada jendela kamarnya yang tertutup dengan kencang secara tiba-tiba.
hihihhiihhihi
"dih, tawa dia"monolog Rania saat matanya menangkap sosok perempuan dengan rambut panjang yang menutupi wajahnya.
Rania hanya acuh, ia sudah biasa melihat makhluk seperti mereka yang tak semua orang bisa lihat tapi, bukan berarti Rania tidak takut ada kalanya ia merasa takut dengan apa yang ia lihat.
Tolong.... Rania tolong.... Rania....
Rania kembali mengalihkan perhatiannya, bisa ia lihat sosok perempuan dengan baju bitu bermotif kembang-kembang disudut kamarnya.
"Mau apa?"Tanya Rania bangkit dari duduknya dan memundurkan langkahnya.
bagaimana tidak takut, jika sosok yang saat ini tak jauh darinya tidak memiki kaki dan hanya badan bagian atasnya saja dengan darah dibagian perut.