part 6: Menanti Kehadiran Sang Buah Hati

304 28 6
                                        

Setelah beberapa tahun menikah, Anneth dan Deven mulai memikirkan untuk memiliki momongan. Mereka merasa rumah mereka terasa sepi tanpa kehadiran seorang anak. Mereka juga ingin merasakan kebahagiaan menjadi orang tua.

Suatu malam, saat mereka sedang makan malam, Anneth membuka topik tentang anak. "Deven, menurut kamu, kapan kita siap punya anak?" tanya Anneth.

Deven tersenyum. "Aku sih udah siap dari dulu, Neth. Tapi semua keputusan ada di tangan kamu. Kamu kan lagi fokus sama karir kamu. Aku nggak mau kamu merasa terbebani dengan kehadiran anak," jawab Deven.

Anneth menghela napas. "Aku juga pengen punya anak, Deven. Tapi aku takut kalau aku nggak bisa jadi ibu yang baik. Aku takut kalau aku nggak bisa ngimbangin antara karir dan keluarga," kata Anneth.

Deven menggenggam tangan Anneth dengan lembut. "Neth, kamu jangan khawatir. Kamu pasti bisa jadi ibu yang baik. Aku akan selalu ada di samping kamu untuk ngedukung kamu. Kita akan membesarkan anak kita bersama-sama," kata Deven.

"Aku janji, aku nggak akan membiarkan kamu berjuang sendirian. Aku akan membantu kamu mengurus anak kita. Aku juga akan selalu memberikan waktu dan perhatian yang cukup untuk kamu," tambah Deven.

Anneth merasa terharu dengan kata-kata Deven. Ia merasa semakin yakin untuk memiliki momongan.

"Oke, Deven. Aku setuju. Kita coba program hamil ya," kata Anneth sambil tersenyum.

Deven memeluk Anneth dengan erat. "Aku seneng banget dengernya, Neth. Aku janji akan selalu membahagiakan kamu dan anak kita," kata Deven.

Keesokan harinya, Anneth dan Deven berkonsultasi dengan dokter kandungan. Mereka menjalani berbagai macam pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan mereka berdua.

Setelah menjalani pemeriksaan, dokter kandungan memberikan lampu hijau kepada Anneth dan Deven untuk memulai program hamil. Dokter juga memberikan beberapa saran mengenai pola makan, gaya hidup, dan suplemen yang perlu mereka konsumsi.

Anneth dan Deven mengikuti semua saran dokter dengan seksama. Mereka berusaha untuk menjaga kesehatan mereka sebaik mungkin. Mereka juga berdoa setiap hari agar segera diberikan momongan.

Beberapa bulan kemudian, Anneth merasakan beberapa gejala aneh pada tubuhnya. Ia merasa mual, pusing, dan mudah lelah. Ia juga mengalami keterlambatan menstruasi.

Anneth merasa curiga bahwa ia sedang hamil. Ia segera membeli alat tes kehamilan dan melakukan tes di rumah.

Saat melihat hasil tes kehamilan, Anneth terkejut dan bahagia. Hasil tes menunjukkan bahwa ia positif hamil.

Anneth segera memberitahukan kabar bahagia ini kepada Deven. Deven sangat senang dan terharu. Ia langsung memeluk Anneth dengan erat dan menciuminya berkali-kali.

"Aku seneng banget, Neth. Akhirnya kita akan jadi orang tua," kata Deven dengan mata berkaca-kaca.

"Iya, Deven. Aku juga seneng banget," jawab Anneth sambil membalas pelukan Deven.

Mereka berdua segera memeriksakan kehamilan Anneth ke dokter kandungan. Dokter kandungan membenarkan bahwa Anneth sedang hamil dan usia kandungannya sudah memasuki minggu keenam.

Dokter kandungan memberikan selamat kepada Anneth dan Deven. Ia juga memberikan beberapa saran mengenai perawatan kehamilan dan nutrisi yang perlu dikonsumsi selama masa kehamilan.

Anneth dan Deven sangat bersemangat dalam menyambut kehadiran sang buah hati. Mereka mulai mempersiapkan segala kebutuhan bayi, seperti pakaian, perlengkapan mandi, dan kamar bayi.

Selama masa kehamilan, Deven selalu memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada Anneth. Ia selalu menemani Anneth saat kontrol ke dokter, membantunya mengurus rumah tangga, dan memanjakannya dengan berbagai macam makanan yang ia inginkan.

Anneth merasa sangat bahagia dan bersyukur atas kehadiran Deven di sisinya. Ia tahu, ia tidak akan bisa melewati masa kehamilan ini tanpa dukungan dari Deven.

Ini adalah kisah tentang perjalanan menemukan cinta sejati. Kisah tentang perjuangan, pengorbanan, dan harapan. Kisah tentang "Karena Cinta Tak Pernah Salah". Dan kini, Anneth dan Deven sedang menanti kehadiran sang buah hati. Mereka berharap, anak mereka akan menjadi anak yang sehat, cerdas, dan berbakti kepada orang tua. Mereka juga berharap, cinta mereka akan semakin kuat dengan kehadiran anak mereka. Mereka yakin, dengan cinta, mereka bisa menghadapi segala tantangan yang ada di depan mereka.


...


Masa kehamilan Anneth berjalan dengan lancar, meski tidak tanpa tantangan. Ia mengalami morning sickness yang cukup parah di trimester pertama, membuatnya sering merasa mual dan muntah. Deven dengan sabar merawatnya, menyiapkan makanan yang bisa ia telan, dan memijat punggungnya saat ia merasa tidak nyaman.

Di trimester kedua, Anneth mulai merasakan tendangan-tendangan kecil dari dalam perutnya. Ia merasa terharu dan bahagia setiap kali merasakan gerakan itu. Deven juga sering mengajak Anneth berbicara dengan calon bayi mereka, berharap sang buah hati bisa mengenali suara ayah dan ibunya.

Di trimester ketiga, Anneth mulai merasa semakin berat dan sulit bergerak. Perutnya semakin membesar, membuatnya sulit tidur dan beraktivitas. Deven dengan sigap mengambil alih sebagian besar pekerjaan rumah tangga, memastikan Anneth bisa beristirahat dengan cukup. Mereka juga mulai mengikuti kelas persiapan persalinan untuk mempersiapkan diri menghadapi proses kelahiran.

Saat hari perkiraan lahir semakin dekat, Anneth merasa semakin gugup dan cemas. Ia takut menghadapi rasa sakit saat melahirkan. Ia juga khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirinya atau bayinya.

Deven selalu berusaha untuk menenangkan Anneth. Ia mengingatkannya tentang semua hal positif yang telah mereka persiapkan. Ia juga meyakinkannya bahwa ia akan selalu ada di sisinya, apapun yang terjadi.

"Kamu jangan takut, Neth. Aku akan selalu ada di samping kamu. Kita akan menghadapi ini bersama-sama. Aku yakin kamu bisa melahirkan dengan lancar dan selamat," kata Deven sambil memeluk Anneth.

Akhirnya, hari yang dinanti-nantikan tiba. Anneth merasakan kontraksi yang semakin kuat dan teratur. Ia segera menghubungi Deven dan mereka bergegas menuju rumah sakit.

Proses persalinan berjalan cukup lama dan melelahkan. Anneth merasakan sakit yang luar biasa, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi dari dokter dan bidan. Deven dengan setia mendampingi Anneth, memberikan semangat dan dukungan.

Setelah berjuang selama beberapa jam, akhirnya Anneth berhasil melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik dan sehat. Tangisan pertama bayi itu memecah keheningan ruang persalinan.

Anneth dan Deven merasa sangat bahagia dan terharu. Mereka tidak bisa menahan air mata kebahagiaan saat melihat bayi mereka untuk pertama kalinya.

"Selamat ya, Anneth, Deven. Bayinya cantik sekali," kata dokter kandungan sambil tersenyum.

Anneth dan Deven saling bertukar pandang. Mereka merasa sangat bersyukur atas karunia yang telah diberikan Tuhan kepada mereka.

"Kita kasih nama siapa, Deven?" tanya Anneth.

Deven tersenyum. "Gimana kalau Sandra Dellarosa Olivia?" jawab Deven.

Anneth mengangguk setuju. "Sandra Dellarosa Olivia? Aku suka nama itu," kata Anneth.

Maka, bayi perempuan mereka diberi nama Sandra Dellarosa Olivia. Sandra lahir dengan berat badan yang sehat dan kondisi yang prima. Ia memiliki mata yang indah dan rambut yang lebat.

Anneth dan Deven sangat menyayangi Sandra Dellarosa Olivia. Mereka merawatnya dengan penuh cinta dan perhatian. Mereka selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi Sandra Dellarosa Olivia.

Kehadiran Sandra Dellarosa Olivia membawa kebahagiaan yang tak terhingga dalam kehidupan Anneth dan Deven. Rumah mereka kini terasa lebih hidup dan berwarna. Mereka merasa semakin lengkap sebagai sebuah keluarga.

Ini adalah kisah tentang perjalanan menemukan cinta sejati. Kisah tentang perjuangan, pengorbanan, dan harapan. Kisah tentang "Karena Cinta Tak Pernah Salah". Dan kini, Anneth dan Deven telah menjadi orang tua. Mereka siap untuk menghadapi babak baru dalam kehidupan mereka, membesarkan Sandra Dellarosa Olivia dengan penuh cinta dan kasih sayang. Mereka berharap, Sandra Dellarosa Olivia akan tumbuh menjadi anak yang sehat, cerdas, berbakti kepada orang tua, dan berguna bagi masyarakat. Mereka yakin, dengan cinta, mereka bisa memberikan yang terbaik bagi Sandra Dellarosa Olivia. Keluarga kecil mereka kini semakin lengkap dan bahagia.

jangan lupa tinggalkan jejak bye love you all 😘❤🤗.

Karena Cinta Tak Pernah Salah (Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang