Waktu terus berlalu, Sandra dan Geri tumbuh menjadi remaja yang memiliki mimpi dan cita-cita. Sandra, dengan bakat seninya yang semakin terasah, bercita-cita menjadi seorang pianis profesional yang bisa tampil di konser-konser besar di seluruh dunia. Geri, dengan kecerdasannya di bidang sains dan teknologi, bercita-cita menjadi seorang ilmuwan yang bisa menciptakan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Anneth dan Deven selalu mendukung mimpi dan cita-cita kedua anak mereka. Mereka memberikan fasilitas dan dukungan yang mereka butuhkan untuk meraih impian mereka. Mereka juga selalu memberikan motivasi dan semangat agar Sandra dan Geri tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan.
Suatu hari, Sandra mendapatkan kesempatan untuk mengikuti audisi di sebuah sekolah musik ternama di luar negeri. Sekolah musik tersebut dikenal memiliki kurikulum yang ketat dan menghasilkan pianis-pianis handal. Sandra merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti audisi tersebut.
Anneth dan Deven juga merasa senang dengan kesempatan yang didapatkan oleh Sandra. Mereka membantu Sandra mempersiapkan diri untuk audisi tersebut. Mereka mencarikan guru les piano yang berkualitas dan memberikan dukungan moral agar Sandra percaya diri.
Saat hari audisi tiba, Sandra merasa gugup dan cemas. Ia tahu, audisi ini adalah kesempatan emas untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang pianis profesional. Anneth dan Deven berusaha untuk menenangkan Sandra.
"Kamu jangan takut, Sandra. Mama dan Papa percaya sama kamu. Kamu itu berbakat dan sudah berlatih keras. Tunjukkan kemampuan terbaik kamu," kata Anneth.
"Iya, Sandra. Anggap saja audisi ini sebagai penampilan biasa. Nikmati saja musiknya," timpal Deven.
Sandra menarik napas dalam-dalam dan melangkah masuk ke ruang audisi. Ia memainkan lagu yang telah ia latih dengan sempurna. Para juri terpukau dengan penampilan Sandra yang memukau.
Setelah semua peserta tampil, juri mengumumkan hasil audisi. Sandra dinyatakan lolos dan diterima di sekolah musik tersebut. Anneth dan Deven merasa sangat bangga dan terharu. Mereka berlari ke arah Sandra dan memeluknya dengan erat.
"Selamat ya, Sandra. Kamu hebat sekali," kata Anneth sambil mencium pipi Sandra.
"Kami bangga sama kamu," timpal Deven.
Sandra tersenyum bahagia. Ia merasa sangat senang dan bersyukur atas dukungan dari Anneth dan Deven....
...
Beberapa waktu kemudian, Geri mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar di sebuah universitas ternama di luar negeri yang memiliki jurusan sains dan teknologi yang unggul. Geri merasa sangat senang dan bersemangat untuk mengikuti program tersebut.
Anneth dan Deven juga merasa senang dengan kesempatan yang didapatkan oleh Geri. Mereka membantu Geri mempersiapkan diri untuk program pertukaran pelajar tersebut. Mereka mengurus semua dokumen yang diperlukan dan memberikan dukungan moral agar Geri percaya diri.
Saat hari keberangkatan tiba, Sandra dan Geri berpamitan kepada Anneth dan Deven di bandara. Mereka berjanji akan belajar dengan giat dan meraih cita-cita mereka.
Anneth dan Deven merasa sedih dan bangga melihat kedua anak mereka pergi. Mereka tahu, Sandra dan Geri akan menghadapi tantangan yang berat di luar negeri. Namun, mereka percaya, Sandra dan Geri akan mampu mengatasi semua rintangan dan meraih kesuksesan.
"Jaga diri kalian baik-baik ya. Jangan lupa untuk selalu berdoa dan menghubungi kami," pesan Anneth dengan mata berkaca-kaca.
"Kami akan selalu mendukung kalian, apapun yang terjadi," timpal Deven.
Sandra dan Geri memeluk Anneth dan Deven dengan erat. Mereka berjanji akan selalu mengingat pesan-pesan orang tua mereka.
Anneth dan Deven melambaikan tangan saat pesawat yang membawa Sandra dan Geri lepas landas. Mereka berharap, Sandra dan Geri akan meraih mimpi mereka dan menjadi orang yang sukses dan bahagia.
Meskipun merasa sepi tanpa kehadiran Sandra dan Geri, Anneth dan Deven tetap menjalani kehidupan mereka dengan bahagia. Mereka saling mendukung dan menyayangi. Mereka juga sering berkomunikasi dengan Sandra dan Geri melalui video call dan pesan singkat.
Anneth dan Deven merasa bangga dengan perkembangan Sandra dan Geri di luar negeri. Sandra semakin mahir bermain piano dan sering tampil di konser-konser kecil. Geri semakin mendalami ilmu sains dan teknologi dan berhasil menciptakan beberapa inovasi sederhana.
Suatu hari, Anneth dan Deven mendapatkan undangan untuk menghadiri konser piano Sandra di luar negeri. Mereka merasa sangat senang dan bersemangat untuk menghadiri konser tersebut. Mereka ingin melihat secara langsung penampilan Sandra dan memberikan dukungan kepadanya.
Anneth dan Deven mempersiapkan diri dengan matang untuk perjalanan ke luar negeri. Mereka mengurus semua dokumen yang diperlukan dan membeli tiket pesawat dan hotel. Mereka juga membeli hadiah untuk Sandra sebagai ucapan selamat atas keberhasilannya.
Saat hari keberangkatan tiba, Anneth dan Deven berpamitan kepada keluarga dan teman-teman mereka. Mereka berjanji akan menceritakan pengalaman mereka setelah kembali dari luar negeri.
Anneth dan Deven terbang ke luar negeri dan tiba di kota tempat Sandra tinggal. Mereka langsung menuju ke apartemen Sandra dan memberikan kejutan kepadanya. Sandra merasa sangat senang dan terharu melihat kehadiran Anneth dan Deven.
"Mama, Papa! Aku senang sekali kalian datang," kata Sandra sambil memeluk Anneth dan Deven dengan erat.
"Kami juga senang bisa melihat kamu, Sandra. Kami bangga dengan prestasi kamu," kata Anneth.
"Kamu semakin hebat bermain piano," timpal Deven.
Keesokan harinya, Anneth dan Deven menghadiri konser piano Sandra. Mereka duduk di barisan depan dan menyaksikan penampilan Sandra dengan penuh perhatian. Sandra tampil dengan sangat memukau. Ia memainkan lagu-lagu klasik dengan penuh penghayatan dan teknik yang sempurna.
Setelah konser selesai, Anneth dan Deven memberikan standing ovation kepada Sandra. Mereka merasa sangat bangga dan terharu dengan penampilan Sandra.
"Kamu luar biasa, Sandra. Kami bangga sekali sama kamu," kata Anneth sambil memeluk Sandra.
"Kamu memang berbakat menjadi seorang pianis profesional," timpal Deven.
Sandra tersenyum bahagia. Ia merasa sangat senang dan bersyukur atas dukungan dari Anneth dan Deven.
Beberapa waktu kemudian, Anneth dan Deven mendapatkan undangan untuk menghadiri pameran inovasi yang diadakan oleh universitas tempat Geri belajar. Mereka merasa sangat senang dan bersemangat untuk menghadiri pameran tersebut. Mereka ingin melihat secara langsung inovasi-inovasi yang telah diciptakan oleh Geri.
Anneth dan Deven terbang ke luar negeri dan tiba di kota tempat Geri belajar. Mereka langsung menuju ke universitas dan menghadiri pameran inovasi tersebut. Mereka melihat berbagai macam inovasi yang diciptakan oleh mahasiswa-mahasiswa dari berbagai negara.
Saat mereka melihat stand pameran Geri, mereka merasa sangat bangga dan terharu. Geri telah menciptakan sebuah alat yang dapat mendeteksi penyakit kanker sejak dini. Alat tersebut sangat inovatif dan berpotensi untuk menyelamatkan banyak nyawa.
Anneth dan Deven memberikan selamat kepada Geri atas keberhasilannya. Mereka merasa sangat bangga dengan prestasi Geri.
"Kamu hebat sekali, Geri. Kami bangga sekali sama kamu," kata Anneth sambil memeluk Geri.
"Kamu memang berbakat menjadi seorang ilmuwan," timpal Deven.
Geri tersenyum bahagia. Ia merasa sangat senang dan bersyukur atas dukungan dari Anneth dan Deven.
Anneth dan Deven merasa bahagia dan bangga melihat Sandra dan Geri meraih kesuksesan di bidang masing-masing. Mereka tahu, mereka telah berhasil membesarkan anak-anak yang hebat dan berbakat. Mereka bersyukur atas semua yang telah mereka capai dalam hidup mereka. Cinta mereka akan terus abadi, selamanya.
Jangan lupa vote dan comen bye love you all 😘❤️🤗.
KAMU SEDANG MEMBACA
Karena Cinta Tak Pernah Salah (Terbit)
RomanceAnneth, seorang mahasiswi yang menghadapi kesulitan finansial yang mengancam pendidikannya. Terlilit masalah SPP yang tak kunjung bisa dibayar, Anneth merasa putus asa. Namun, takdir mempertemukannya kembali dengan Deven, seorang dosen yang ternyat...
