part 1:Lamaran yang Tak Terduga

737 56 36
                                        

"Ini adalah kisah tentang perjalanan menemukan cinta sejati. Kisah tentang perjuangan, pengorbanan, dan harapan. Kisah tentang "Karena Cinta Tak Pernah Salah"."

Di dalam hati Anneth, badai mulai berputar. Ia masih bingung dengan perasaannya. Tapi satu hal ia tahu: langkah kecil malam ini akan menentukan masa depannya. Dan ia tidak bisa lari lagi.

Hari itu, setelah belajar anatomi bersama di perpustakaan, Deven menawarkan untuk mengantar Anneth pulang. Di dalam mobil, suasana terasa sedikit canggung. Anneth berusaha mencairkan suasana dengan membuka percakapan.

"Makasih ya, Deven, udah bantuin aku belajar tadi. Lo emang pinter banget," kata Anneth.

Deven tersenyum tipis. "Santai aja, Neth. Gue seneng kok bisa bantuin lo. Lagian, udah lama juga kan kita nggak ngobrol kayak gini."

Anneth mengangguk. Memang benar, setelah sekian lama berpisah, baru kali ini mereka bisa sedekat ini. Ia jadi teringat masa kecil mereka, saat mereka selalu bermain bersama, berbagi cerita, dan saling menjaga.

"Gue jadi kangen masa-masa SMP dulu. Kita sering banget main bareng, ya kan?" kata Anneth sambil tersenyum mengenang masa lalu.

Deven ikut tersenyum. "Iya, kita emang nggak bisa dipisahin dulu. Ke mana-mana selalu berdua. Lo masih inget nggak waktu kita bikin janji di bawah pohon mangga?"

Anneth tertawa kecil. "Inget dong. Lo janji bakal jagain gue seumur hidup. Tapi abis itu lo malah pindah ke luar kota dan ninggalin gue."

Deven terdiam sejenak. Wajahnya berubah serius. "Gue minta maaf soal itu, Neth. Gue nggak bermaksud ninggalin lo. Tapi keadaan yang memaksa gue untuk pergi."

Anneth menatap Deven dengan tatapan penuh tanya. "Keadaan apa?"

Deven menghela napas panjang.
"Panjang ceritanya. Yang jelas, gue bersyukur akhirnya bisa ketemu lo lagi."

Mobil itu berhenti di depan rumah Anneth. Anneth hendak membuka pintu mobil, namun Deven menahannya.

"Neth, tunggu sebentar," kata Deven.

Anneth menoleh dengan bingung. "Ada apa lagi?"

Deven menarik napas dalam-dalam dan menatap Anneth dengan tatapan yang sangat serius.

"Neth, gue tahu ini mungkin terlalu cepat. Tapi gue harus ngomong ini sama lo. Sebenarnya... dari dulu gue udah suka sama lo. Bahkan sebelum gue pindah ke luar kota," ungkap Deven.

Jantung Anneth berdegup kencang. Ia tidak menyangka Deven akan mengatakan hal itu.

"Gue ngerti kalau lo nggak ngerasain hal yang sama. Tapi gue harus jujur sama perasaan gue. Gue nggak mau nyimpen ini sendirian," lanjut Deven.

Anneth masih terdiam. Ia tidak tahu harus berkata apa. Ia sangat terkejut dengan pengakuan Deven.

"Neth, gue nggak minta lo buat langsung bales perasaan gue. Gue cuma minta satu hal sama lo," kata Deven. "Gue pengen lo... jadi istri gue."

Mata Anneth membulat sempurna. Ia benar-benar tidak menyangka Deven akan melamarnya. Bukan menjadi pacar, tapi menjadi istri.

"Apa?" tanya Anneth dengan nada tidak percaya.

Karena Cinta Tak Pernah Salah (Terbit)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang