Sebuah mobil mewah terparkir di depan gedung agensi bernama Bighit entertainment. Setelah memarkir mobilnya Yoongi keluar dari mobil dan di susul oleh Hoseok.
Mereka berjalan memasuki agensi tempat mereka bekerja. Hoseok selalu pergi ke agensi bersama Yoongi jika jadwal mereka kebetulan sama dan berangkat sendiri jika Yoongi tidak pergi ke agensi untuk menyetor lagu yang ia buat atau pun yang lainnya.
Yoongi pergi keruangan PD Nim sementara Hoseok ke ruangan latihan untuk para trainee yang akan debut beberapa bulan lagi.
"Hyung aku pergi dulu, nanti kau pulang saja dulu tidak perlu menungguku." Hoseok langsung berlari meninggalkan Yoongi yang masih di dalam lift.
Yoongi hanya diam memperhatikan Hoseok yang perlahan menjauh dan tersenyum tipis melihat tingkah adiknya yang satu itu.
"Hhff..." Yoongi menghela nafas dan kembali menampilkan wajah datarnya dan berjalan keluar lift menuju ruangan sang atasan.
Yoongi terus berjalan kearah ruangan PD Nim dan sesampainya di depan ruangan Yoongi langsung masuk dan membuat PD Nim terkejut atas kehadirannya.
"Eoh! Yoon, kau kemari untuk menyetor lirik mu?" Tanyanya.
"Nee"
Yoongi pun memberikan berkas yang berisikan lirik-lirik buatannya yang sudah ia kerjakan berhari-hari. PD Nim menerima nya dan memeriksa lirik buatan Yoongi.
"Duduklah dulu Yoon" Yoongi pun duduk di hadapan sang atasan dan menunggu lirik nya di periksa.
"Baiklah aku terima, lirik mu selalu membuat ku tersentuh. Kau sudah bekerja keras Yoongi-ah." Ujar nya seraya mengulurkan tangan bermaksud untuk bersalaman Yoongi.
Yoongi berdiri dari duduk nya dan membalas uluran tangan PD Nim.
"Kamsahamida PD Nim, saya permisi" Setelahnya Yoongi keluar ruangan dan berjalan menuju tempat mobilnya di parkir tadi.
****
Terlihat seseorang yang mengenakan pakaian rapi sedang sibuk menandatangani berkas-berkas di hadapannya. Sebagai seorang atasan ia selalu di sibuk kan oleh tumpukan berkas-berkas seperti ini.
Di bilang lelah, ya tentu saja. Jika di suruh memilih ia akan lebih suka untuk mengurus adik-adiknya di rumah seharian dan mendengar celotehan mereka di banding kan harus berkutat dengan berkas-berkas seperti ini belum lagi jika ia harus menandatangani nya dan menyalin, sungguh ini membuat nya bosan.
"Hhhff, akhirnya selesai juga" Ujar nya dan menyenderkan tubuhnya di kursi yang ia duduki sekarang ini. Memejamkan matanya hanya sekedar untuk mengurangi rasa lelah nya.
Kim Seokjin seorang CEO muda yang bertanggung jawab menggantikan sang ayah untuk menjadi atasan di perusahaan dan sekaligus menjaga dan mengurus adik-adiknya.
Ia menegakkan kembali tubuhnya dan mengusap kasar wajahnya, perhatiannya untuk memeriksa berkas yang sudah ia tandatangani terhenti ketika maniknya melihat sebuah bingkai foto di atas mejanya. Diambilnya bingkai itu dan memandangnya lekat, menampilkan dua anak laki-laki berusia 5 dan 8 tahun yang tersenyum manis.
Senyuman terukir di bibir Seokjin kala melihat foto tersebut, namun perlahan senyumnya berubah menjadi tatapan sendu dan tangannya perlahan menguap bingkai foto tersebut.
"Hyung merindukanmu yang dulu Yoon." Ujarnya dan kembali meletakkan bingkai foto itu kepada tempat nya semula.
Ya, foto tersebut adalah foto ketika Seokjin dan Yoongi ketika masih kecil. Yoongi yang dulu adalah anak yang ceria dan selau tersenyum, senyumnya sungguh manis, selalu manja kepada Seokjin dan menunjukan apapun yang Ia temukan kepada Seokjin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Space||Baby Unggi-e√
FanfictionMin Yoongi yang memiliki Sindrom little spece dan bersikap layaknya anak-anak berumur 3 tahun. Sindrom ini muncul karena depresi yang dia alami. Karena sangat ayah yang selalu menganggap Yoongi tidak pernah ada dalam kehidupannya dan selalu berbuat...
