18

1.4K 145 14
                                        

"Bukan kah sikap mu sudah sangat kelewatan kepada Yoongi, Seowook-ah? Dia putramu, bagaimana bisa kau begitu tega dengannya. Aku bahkan masih mengingat bagaimana dulu kau sangat mengharapkan kehadirannya dan bagaimana bahagianya dirimu saat kau pertama kali menggendong Yoongi kecil di pelukan mu, kau begitu menyayangi nya. Apa kau lupa dengan semua itu Seowook?"

Seowook hanya diam mendengarkan Jungyeon yang sedari tadi berbicara kepadanya. Mereka kini sedang berada di taman rumah sakit saat tadi dengan tiba-tiba Jungyeon menarik dirinya keluar dari ruangan Jungkook.

"Yoongi kecil yang selalu berlari ke arahmu dengan langkah kecilnya saat kau memanggil dirinya, Yoongi kecil yang selalu mengadu kepadamu bagaimana ia menjalani harinya, Yoongi kecil yang dulu selalu ceria dan tersenyum manis saat kau memberinya sesuatu saat pulang bekerja" Jungyeon menghela napas nya dan menatap anaknya yang masih tetap diam.

"Dan semua itu hilang. Kecerian dan senyum manisnya menghilang, ia tumbuh menjadi Yoongi yang pendiam. Kau tahu kenapa? Karena sikapmu yang selalu menyudutkan dan menyalahkannya tentang hal yang sebenarnya bukan kesalahannya, dan bahkan kau bisa berbuat kasar kepadanya, putramu sendiri"

"Ingat Seowook, kepergian istrimu bukan kesalahan Yoongi. Putramu tidak salah, kau harus bisa menerima takdir. Apa kau pikir hanya kau yang kehilangan selama ini? Dan kau tidak memikirkan bagaimana perasaan putramu? Dia juga pasti sangat kehilangan bahkan mungkin melebihi dirimu sendiri"

"Abeoji berharap kau segera mengubah perilakumu kepadanya. Yoongi sudah banyak menderita selama ini Seowook-ah tapi kau tidak bisa melihat semua rasa sakitnya. Semoga kau cepat menyadarinya, sebelum semuanya terlambat putraku" setelah mengatakan semua itu Jungyeon kembali menatap Seowook sejenak lalu melangkah pergi dari sana meninggalkan Seowook yang masih diam di tempatnya.

Ia sedang berperang dengan dirinya sendiri, hatinya membenarkan perkataan Jungyeon bahwa dirinya sudah keterlaluan dengan sang anak namun pikirannya berkata lain.

Seowook menghela napas, lalu mengubah posisi duduknya yang semula bersandar di kursi kantornya kini menegakkan badannya dan tangan nya bertumpu di atas meja.

Ia kembali mengingat apa yang di katakan oleh ayahnya saat di rumah sakit waktu itu, pandangan nya beralih menuju figura kecil di dekat laptopnya, Seowook pun mengambilnya dan memandangi sosok dalam foto tersebut yang seakan sedang tersenyum kepadanya

"Apa yang harus aku lakukan Yoonji-ah?" monolog nya.

"Apa yang harus aku lakukan kepada anak itu. Aku tidak mengerti kenapa saat aku melihatnya aku selalu teringat kepadamu. Bayangan saat kau pergi salalu muncul saat aku melihat dirinya"

"Aishh aku membenci mu Yoongi!!" Seowook mengacak rambutnya lalu menundukkan kepalanya. Hingga air matanya mengalir membasahi pipi.

"Aku membencimu..." lirihnya. Kini ia bingung dengan dirinya sendiri.

Di mansion kini Unggie sedang fokus menatap benda di hadapan nya. Puzzle. Sedari tadi ia memperhatikan mainan nya itu dengan sesekali memiringkan kepalanya.

"Eugh.. tenapa ndak bica?" gumam nya. Hingga akhirnya ia berdiri dan memperhatikan sekitarnya, dan pandangannya jatuh pada seseorang di meja makan yang bisa ia lihat dari ruang tengah tempat ia berdiri, segera ia berlari kecil menghampiri.

"Dooll!.." pekiknya setelah sampai dan mengejutkan orang di hadapan nya.

"Aaa kamchagi.." Jimin yang baru saja selesai minum pun terkejut sembari memegangi dadanya lalu berbalik menatap sang pelaku.

Little Space||Baby Unggi-e√Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang