BAB 2 : DIA

25 4 5
                                    

Tampak seorang wanita berkulit putih nan elegan. Dengan rambut sepinggang yang membuatnya sangan feminim dan raut wajah cantik. Dialah Siska, sekretaris Fadli Walaupun sekretaris, hubungan mereka cukup dekat hingga seluruh perusahaan menganggap Siska sebagai kekasih Fadli.

 Dialah Siska, sekretaris Fadli Walaupun sekretaris, hubungan mereka cukup dekat hingga seluruh perusahaan menganggap Siska sebagai kekasih Fadli

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Terlihat Siska yang sudah menantinya dan melambaikan tangannya pada Fadli.

"Sis, hari ini biar aku yang nyetir.." pinta Fadil.

"Tapi bos.. ntar aku dianggap ga loyal" cegat Siska dengan manja.

"Tenang aja. Lo duduk manis disamping gw. Anggap aja hari ini spesial. Haha"

Tanpa memedulikan raut wajah Siska yang keberatan, Fadli berlalu memasuki mobil dan Siska bergegas duduk disampingnya. Fadli mengemudikan Mini Coopernya dengan kecepatan yang maksimal mengingat Jakarta selalu padat di Senin pagi. Dan mereka menghela nafas lega mengetahui kemacetan tak separah biasanya.

Tiba lah mereka PT

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tiba lah mereka PT. Information Luxury Company. Perusahaan yang bergerak di bidang informasi dan dikelola secara turun temurun oleh keluarga Bambang Suryo Pratama. Fadli adalah generasi ke-3 yang mewarisi seluruh aset keluarga Pratama dengan bimbingan bisnis di Harvard University Walaupun baru menjabat sebagai direktur selama 3 bulan, semua strategi komunikasi diperusahaan sudah dihandle secara mandiri oleh dirinya dengan bantuan Siska.

Fadli yang peduli pada semua karyawan baik bawahan maupun atasan, melempar senyuman sembari berseru "Good morning" dan menyemangati mereka dengan ramah . Ia, Siska, dan beberapa bawahan bergerak menuju ke lantai 24 dimana terdapat ruangan Direktur yang mewah nun megah disana. Lift terbuka dan lift tersebut memang khusus digunakan untuk Direktur. Memasuki lift, Siska mengambil posisi tepat dibelakang Fadli sambil memberitahu jadwal meeting hari ini.

Drap drap drap. Seorang wanita yang tergesa-gesa menuju lift khusus Direktur menahan pintu lift secepat mungkin.

"Please, please. Tahan pintunya!!" Seru wanita itu.

Fadli yang terkejut mendengar teriakan itu bergegas menahan pintu lift yang hendak tertutup. Pintu pun kembali terbuka. Siska mencegat wanita yang hendak masuk itu namun niatnya ditahan oleh tatapan Fadil yang seolah-olah tidak keberatan bila wanita itu menggunakan lift yang sama.

"Alhamdulillah, thanks sir. Maaf merepotkan"

Ucapan dari tutur katanya membuat Fadli terkesima. Begitu halus dan lembut dan familiar dengan suara itu. Siska menatap wanita itu dengan jengkel. Wanita itu bergegas menekan tombol 15 tempat ruang staffnya bekerja. Dan mengabaikan tombol lift 24 dimana ruangan Direktur berada. Lift pun naik menuju lantai 15 dan berhenti seketika. Wanita itu turun dan terburu-buru menuju keruangannya.

Wanita itu berdiri dibelakang Fadli. Dan suasana lift pun hening hingga Riska menunjukkan rapat CEO yang dijadwalkan pukul 2 siang nanti dengan seksama. Wanita dibelakang mereka membelalakkan matanya tak percaya bahwa yang dihadapannya adalah seorang CEO, pimpinan tempat ia bekerja.

Ting!

Lift menunjukkan tempat tujuan Putri. Wanita yang terkejut dan menyadari kecerobohannya.

Namun ia lega, bahwa CEO ini tidak mengenali sosoknya. Dia bergegas keluar dari lift namun suara berat itu menghentikan langkahnya.

"Lain kali gunakan lift yang berbeda ya cantik" tutur Fadli dengan suara berat.

Pintu lift pun tertutup. Kembali mengantarkan penumpangnya ke lantai teratas perusahaan.

POV Putri

"Bruk!" Seketika Putri terjatuh merasakan sebuah masalah besar menghampirinya.

Ia menyadari ini hari pertama ia bekerja tapi dia sudah membuat kesalahan dengan berjumpa CEO dan dengan lancang menyuruhnya untuk menghentikan lift yang sedang digunakan CEO. Dia berusaha untuk bangun dan terburu-buru menuju keruangan staffnya. Disana dia menghela nafas lega karena mengetahui Kepala Staff belum tiba.

"Puk" tepukan dibahu Putri membuatnya terkejut.

"Halo mba, mba pegawai baru ya?" Tanya wanita itu

"Hehe, kenalin aku Winda, kita setim disini. Tadi pas mba belum nyampe, Pak Arya udah bagi tim untuk bagian Pelestarian dan Pengawetan Koleksi" jelasnya.

"Alhamdulillah, aku Putri mba, salam kenal. Maaf aku telat, bisa kasih tau ga Pak Arya tadi bilang apa aja?" Tanya Putri.

"Okay mba, jadi gini.. kan di Perpustakaan kita ada Koleksi yang udah usang. Banyak tuh, mulai dari Dokumen Penerbitan tahun 2002 sampe 2006 belum diberesin disana. Jadi kita sama beberapa staff dikirim kesana untuk kegiatan Pelestarian dan Pengawetan. Rencananya mulai besok, jam 07:45 pgi. Karna aku ketua tim, jadi mohon kerja samanya ya mba" Tutur lembut Winda.

"Baik mba, bentar mba, ini Pocari Sweat utk mba sebagai permintaan maafku karena terlambat" tawar Putri sambil menyunggingkan senyum khasnya.

"Okay, thanks" Winda berlalu pergi.

"Waah cantik banget mba Winda. Putih, langsing, tinggi lagi" puji Putri dalam pikirannya.

Tanpa sadar, beberapa staf sudah mulai memindahkan dokumen. Putri pun melakukan tugasnya, dia mengkonstruksi beberapa dokumen dan tumpukan data dengan cara melekatkannya menggunakan lem. Namun ia tersadar mengapa perusahaan secanggih ini masih menyimpan dokumen-dokumen usang yang bisa diformat ke dalam bentuk file. Dia mencari tau pada anggota timnya dan mereka memberitahukan bahwa Direktur perusahaan ini sangat suka membaca apapun dalam bentuk file ataupun buku. Pada dasarnya membaca membutuhkan waktu dan tempat khusus. Sedangkan Direktur harus melakukan perjalanan bisnis setiap minggunya. Dan tidak punya waktu membaca semua dokumen. Dokumen hanya disimpan dan dikelola sesuai kebutuhan. Bila program yang direncanakan telah usai maka berkas-berkas tersebut disimpan pada suatu ruangan seperti ruang khusus ini. Nantinya, keotentikan dari dari dokumen-dokumen ini akan diwariskan kepada penerus perusahaan.

Always waiting for next chapter!! 😉

Jgn lupa LIKE dan Comment ya!
Jazakumullah khairan 🤲

*Published 24 Juni 2021*

Rasa Yang MembekasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang