BAB 4 : WAJAHMU

21 2 0
                                    

Fadli dengan beberapa orang atasan menuju ke Bandara. Siska hanya melambaikan tangan dan memberikan pelukan hangat sebagai ucapan perpisahan. Tampak seorang wanita yang tiba karena keterlambatannya, ia membungkuk dan meminta maaf pada bosnya.

POV Putri

Semalam mba Winda memberikan kabar bahwa aku diikutsertakan dalam perjalanan bisnis bersama Pak bos. Dan selama dalam perjalanan bisnis aku akan dibimbing oleh Pak Bima, seniorku. Aduh... Belum apa-apa saja aku sudah gerogi membayangkan perjalanan bisnis ini.

Tiba-tiba dering telpon mengejutkanku. Ternyata itu panggilan dari Umi toh... Akupun tanpa berlama-lama langsung menjawab telepon tersebut, yang mungkin ada hal penting.

"Halo nak, Rizky berkunjung kesana dari semalam ia berangkat. Apa sudah dia sudah sampai?" Tanya Umi.

Aku mendengarnya pun agak terkejut.

"Hah? Rizky? Adik? Ya Allah mii. Putri besok mau ada perjalanan bisnis sama rekan kerja dan juga ada bos pula. Jadi gak bisa nunggu." Jawabku dengan nada yang lembut.

Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.

Tok...tok...tok...

"Assalamu'alaikum kak! Kakak... Kakakku yang cantik berseri bagai bidadari yuhuuu"

Suara teriakan itu seperti suara yang ku kenal. Akupun langsung beranjak hendak membukakan pintu. Ternyata benar saja, tamu itu adalah adikku. Khas dengan sapaannya yang memancing tawaku

"Wa'alaikumsalam..." jawabku.

Rizky pun langsung masuk sambil menggendong tas yang ia bawa. Belum apa-apa, dia sudah masuk saja. Memang adik yang sangat sopan.

"Kamu ini gimana, maen masuk aja. Gak saliman dulu... Ganteng-ganteng kok gini sih." Gerutuku.

Aku teringat panggilan telepon Umi masih tersambung, akupun melanjutkan percakapan.

"Nah mi, ini dia baru nyampe. Umi yang ngasih tau alamatnya ya?"

"Hadeh... Punya kakak cakep kok gini amat. Ya jelaslah dari Umi. Kalo enggak, ya mana mungkin sampe sini." Ucap Rizky sedikit kesal, yang sudah duduk santai di sofa ruang tamu.

Akupun memutar mataku dan menepuk jidat. Bisa-bisanya aku bertanya seperti itu huh...

Umi yang disebrang sana pun kembali bercakap.

"Hehe... Lagi liburan semester dia. Bosen dirumah terus. Jadi dia ingin ke sana bertemu kamu. Umi titip yak." UjarUmi.

Setelah percakapan Umi tadi. Aku hanya mengiyakan permintaannya. Tak berani membantah ataupun menolak.

"Ky... Kakak hari ini ada perjalanan bisnis. Jadi kamu di sini baik-baik ya. Istirahat aja dulu... Aku akan kasih tahu kamarmu ayo." Ucapku.

Setelah memberi tahu adikku tentang letak kamarnya dan memberi tahu sedikit tentang rumah ini supaya ia tidak bingung, aku pun bergegas meninggalkan Rizky dan menuju ke bandara.

POV end.

----------

Di bandara Putri tiba dan tampak rombongan CEO nya sedang menanti penerbangan. Bima menghela nafas melihat karyawan barunya terlambat. Melihat Bima yang sedang emosi, Fadli hanya mendengar percakapan mereka dari jarak jauh. Dia pun mendekat.

POV Fadil

"Ada apa ini?" Tanyaku. Akupun memperhatikan Putri, ternyata ia adalah karyawan yang salah masuk lift waktu itu.

"Maaf pak, anak buah saya terlambat dihari penting seperti ini." Jelas Bima.

"It's okay. Ayo berangkat." Kataku. Akupun pergi lebih dulu.

Dan mereka pun menuju ke Garbarata. Putri hanya mengikuti mereka dari belakang. Dan Fadli duduk di Shift VIP.

Aku memperhatikan Bima dan Putri yang menempati shift yang sama, hal ini agar selama penerbangan mereka tidak terlewat satu tugas pun. Karena karyawan baru itu masih harus dibimbing Bima.

Melihat Bima memberikan tabletnya yang berisi dokumen kepada Putri. Dokumen tersebut berisi jadwal yang akan mereka lakukan selama perjalanan bisnis ini.

Aku memperhatikan Putri yang sedang mempelajari dan mengingat-ingat isi dari dokumen tersebut. Sementara itu, Bima tertidur selama dalam penerbangan.

Aku memalingkan pandanganku ke arah luar kabin melalui jendela, sialnya wajah karyawan wanita itu terus terngiang di pikiranku. Membuat rasa penasaran dalam diriku semakin menjadi.

Entah apa yang ku lakukan, aku pun menuju ketempat duduk Putri dan menyematkan sepucuk surat yang berisi tulisan "Come to me" kepangkuan Putri dan aku pun berlalu pergi tanpa sepatah kata pun.

POV end.

----------

Haloo

What's up guys? Hehe lama ya updatenya. Aku tau kalian rindu aku sebagaimana aku rindu like dan comment dari kalian. Lope lope. Oh ya.. notif dari kalian moodboosterku banget pokoknya aihh..
See u in next chapter ok!

Tinkiwinki eh thankyou 😍

Rasa Yang MembekasTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang