Putri terkejut menyadari kedatangan seseorang dan sepucuk surat jatuh dipangkuannya. Ia pun mengikuti arahan surat itu dan menemukan sosok laki-laki di Galley.
"Hy cantik" sapa Fadli.
Putri melangkah mundur berusaha menjaga jarak."Jadi kamu pasti sudah tau siapa aku. Entah kenapa wajahmu tak asing dalam ingatanku. Aku yakin, kamu seseorang dari masa laluku" jelas Fadli dengan tatapan meminta Putri akan penjelasannya.
Pesawat mengalami turbulasi. Seketika Putri membelalakkan mata ketika ingatan dimasa lalu saat insiden itu terjadi. Malam yang gelap dan jalan yang diselimuti hujan deras. Dan sebuah mobil melaju dengan kecepatan diatas rata-rata.
Putri diculik oleh sekelompok orang yang tak dikenal. Tangannya terikat dan mulutnya dibungkam oleh beberapa sumpalan kain basah. Matanya samar-samar melihat 3 orang laki-laki yang menculiknya. Air mata yang membasahi pipinya mulai mengalir deras karena ketakutan.
Tubuhnya tak bisa bergerak. Para penculik itu pun menyadari Putri yang mencoba melepaskan diri.
"Jangan gerak neng. Percuma. Badan lu udh kena suntikan yang matiin semua saraf dibadan hehe. Tenang ye, ini ga bakalan lama kok. Habis senang-senang kita bakal main ke surga hahahaha" Tawa menggelegar mereka membuat Putri semakin takut.
Salah seorang dari 3 penculik itu membuka bungkaman kain dari mulut Putri.
Sebenarnya siapa kalian? Apa yang kalian inginkan?" Tanya Putri dengan suara gemetar.
Terdengar bunyi ledakan. BAM!
Putri tersadar dari pingsannya dan menyadari infus yang terpasang ditangannya. Dia melihat sekeliling dan keadaan sunyi kecuali Fadli yang lelap dalam tidur dishift tepat disampingnya."Astaghfirullah" ucap Putri. Mengernyitkan dahi. Dan berusaha membuka mata .
"Hei.. kamu udah siuman?" Fadli memberikan segelas air putih pada Putri.
"Maaf, seharusnya kamu kasih tau kalau ga bisa ikut perjalanan ini" ucap Fadli
"Maaf pak, saya harus.. " ucapannya terhenti karena tatapan Fadli yang serius.
"Jangan bergerak. Salah seorang penumpang merupakan dokter yang pasang benda ini ke kamu dan ini akan selesai 10 menit lagi" Sambil menunjuk infus yang mengalirkan cairan ketubuh Putri.
"Hey" Fadli meraih tangan Putri. Menatap wanita itu begitu lama. Putri hanya membalas tatapan itu dengan penuh tanda tanya.
"Kamu benar-benar ga ingat aku ya?" tanya Fadli
"Apakah.. Kita saling mengenal dulu?" Fadli menghela nafas.
"Kita lebih dari sekedar mengenal. You're my love. Anda we are love each other"
Seketika Putri merasakan detak jantungnya yang cukup besar hingga pipinya memerah.
Penerbangan berakhir, tapi rasa berdebar tak berhenti menyelimuti wanita itu. Apa maksud perkataan lelaki ini? Cinta nya? Ini gila. Bagaimana tidak. Tidak ada satu hal pun yang bisa ia ingat tentang laki-laki ini. Dan mencintai laki-laki sepertinya hanyalah sabuah angan-angan di awan sana.
Entahlah. Dirinya terlalu lelah untuk berpikir saat ini. Besok ia harus menemani bosnya untuk pertemuan kolega Perpustakaan Bridge Boston. Setelah mandi dan shalat insya ia pun terlelap dalam tidurnya.
Assalamualaikum. LTNSY all..
Huaa.. maafin mimin yang sibuk daring :(
Skuy kita gasskeun kisah ini.. stand by 😍

KAMU SEDANG MEMBACA
Rasa Yang Membekas
RomansaKisah Seorang CEO perusahaan yang kembali jatuh cinta pada cinta pertamanya. Namun, wanita itu melupakannya karena sebuah insiden besar yang terjadi. Mereka dipertemukan lagi dalam perusahaan milik CEO gemilang pada masa itu. Support by : All member...