74

4.3K 207 61
                                        

Alana senyum-senyum seorang diri. Ia tampak menghitung dengan jari-jarinya. Adrian heran melihat ulahnya.

"Lagi ngapain?"

"Ituloh, aku ngitung berapa ketinggian gunung ini dari permukaan laut." Alana gugup mendengar pertanyaan Adrian yang tiba-tiba.

"Bilang aja kamu ngitungin berapa kali kita ciuman."

"Ih, aku nggak gitu!"

Alana panik dan mengipasi wajahnya dengan telapak tangan. Padahal udara pegunungan ini terasa begitu dingin. Tapi entah mengapa wajahnya terasa panas.

"Dapat berapa emangnya?"

"Ti-tiga." Alana menjawab malu-malu.

Adrian menghampiri Alana, ia menempelkan kedua telapak tangannya ke pipi Alana. Seketika Alana merasa pipinya menghangat.

"Kamu kedinginan, ya. Kasihan."

Adrian mendekatkan wajahnya, ia mencium kedua pipi Alana bergantian, kiri dan kanan, sembari berhitung hehe ....

"Empat, lima, enam, tujuh, delapan, sepuluh, sebelas, dua belas, tiga belas ...."

Alana tersenyum kegelian, Adrian menghentikan kegiatannya.

"Kok berhenti?"

"Kok nagih?" Adrian menggoda Alana.

"Ya nggak papa lah, kan udah nikah? Malah dapat pahala tau. Kayak game, ntar cring cring cring, keluar poinnya, terus dapat jamur, ada nyawanya."

"Kamu ngomongin game Super Mario?" Adrian tertawa mendengar celoteh Alana.

(Ya Allah, taun berapa ini game? Jaman gue SMP, komputer jadul hehe. Yang baca pasti belum pada lahir)

"Udah, buruan jalan, nanti keburu malam." Alana berjalan mendahului Adrian. Ia terlanjur malu karena takut dianggap Adrian sebagai istri yang agresif.

***

Malam harinya mereka tidur di dalam tenda berdua. Alana meringkuk resah di dalam sleeping bag miliknya.

"Kenapa?"

"Nggak bisa tidur. Gimana kalau nyari kunang-kunang?" ajak Alana.

"Besok kita bangun pagi, katanya mau lihat sunrise?"

"Oh, iya. Tapi dingin banget." Alana memeluk dirinya sendiri.

"Ngode?"

"Emang dingin banget 'kok! Ge er aja."

"Sini deketan." Adrian menarik sleeping bag Alana ke arahnya.

"Kita lihat kunang-kunang lewat ponsel aja, ya?" Adrian mencari video kunang-kunang di YouTube.

"Bagus, ya? Mas, kunang-kunang makanannya apa, ya?" Alana terkesima melihat ribuan kunang-kunang yang berkelap-kelip bagai kembang api di malam tahun baru.

"Mungkin nasi Padang."

"Ih, Mas Adrian! Seriusan dong. Aku 'tuh heran, kok bisa badannya bisa glowing in the dark kayak gitu." Alana mengerucutkan bibirnya karena kesal, tak puas dengan jawaban Adrian yang sekadarnya.

"Mungkin makan batrei."

***

Dini hari Adrian dan Alana berangkat untuk melihat sunrise. Di jalan mereka berpapasan dengan pasangan pengantin baru yang juga sedang berbulan madu. Mereka semua sedang menunggu sang surya yang muncul dari peraduannya. (Ceileh, bahasa gue kece amat, ahay)

Teman Tapi CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang