Nih buat si sayang yang minta up....
"Author pov"
Jennie tengah memandang sosok Limario yang sedang bergulat dengan laptop yang berisi pekerjaannya yang entah apa.
Limario memangku Laptop di pahanya, jari besarnya terus bergerak mengetik dan matanya tak lepas dari kesibukannya.Sementara Jennie melihat khawatir pada Limario tapi Jennie tak bisa berbuat banyak jika mengingat sikap dingin Limario padanya
Jennie akhirnya kembali ke kamarnya, padahal dia ingin membahas tentang kejadian kemarin malam.======
"Limario pov"
Besoknya, dengan sengaja gue tidak menjemput adik gue pulang walaupun sebetulnya ada kesempatan. Gue tidak menginginkan bertemu dengan dia tapi tidak mengetahui apa yang harus dibicarakan. Gua hanya mau bertemu dengan dia dengan menggunakan bahasa tubuh aja, gue sok sibuk plus dingin supaya dia gak ngebahas kejadian kemarin malam, apalagi minta penjelasan, gimana gue ngejelasinnya coba.
Tapi gue masih penasaran sama tubuh Jennie
Dan itu artinya, pada malam berikutnya, mumpung adik gue masih tidur sendiri, gue tunggu sampe jam satu pagi, baru gue memberanikan diri untuk menyelinap ke kamarnya dengan keyakinan, kali ini hanya pintu kamarlah yang menjadi tanda diantara kita berdua.Kalau dia tidak menguncinya, itu berarti dia memang menginginkan kedatangan kakaknya di tengah malam untuk mengulangi hal yang pasti dianggapnya luar biasa kemarin malam. Tapi kalau dia mengunci kamarnya, itu berarti, kejadian kemarin malam hanyalah kecelakaan semata.
Tentu saja sangat menegangkan untuk mengetahui apakah pintu terbuka atau terkunci. Tetapi yang pasti, ketegangan itu sudah sangat berkurang drastis karena gue sebelumnya malam itu sudah bermasturbasi dengan suksesnya sebelum mengendap-endap menuju kamar adik gue.
Dan ketika gue membuka gagang pintu dan mendorongnya, ternyata pintu bergerak kedalam, dan itu artinya 🥵🥵🥵 jantung gue kini bergemuruh dengan hebat! Masih belum bisa menerima kenyataan bahwa ternyata adik gue sengaja tidak mengunci pintu kamarnya yang artinya, dia memang sedang menunggu Limario si kakaknya yang cabul ini masuk kedalam kamar dan akan melanjutkan permainanan malam sebelumnya yang belum mendapatkan nikmat yang sempurna.
Mungkin karena terlalu lama menunggu, adik gue memang sepertinya benar-benar tidur. Keliatan dari posisi tidurnya yang terlentang. Dalam keadaan seperti ini, gue tidak mau membuang-buang waktu lagi. Gue yakin sekarang bukan saatnya lagi untuk foreplay dengan durasi yang lama. Gue dengan polosnya langsung membuka seluruh baju gue dan celana beserta celana dalam.
Gue merasa yakin, kali ini adalah permainan seks yang memang bergayung sambut. Jangan membuang waktu lama untuk hal-hal yang sudah dilakukan kemarin malam. Sekarang hanya melanjutkan saja apa yang telah terjadi pada malam sebelumnya. Yang dilakukan adalah, dengan tubuh telanjang, langsung tidur disamping Jennie adik gue yang bahenol ini dan langsung pelan-pelan menurunkan shortnya. Ada sedikit pergerakan darinya, tetapi seperti antara sadar dan tidak sadar.
Setelah shortnya dilucuti, jemari gue menekan bagian vagina yang ditutupi cdnya. Ada sedikit gerekan menggelinjang. Dan kini tiba saatnya untuk untuk menciumi lehernya yang tak terlindung sembari naik perlahan kearah bibirnya. Tidak ada perlawanan. Malah sepertinya ketika bibir gue tiba di bibirnya, dia sudah membuka bibirnya dengan otomatis menjulurkan lidahnya. Tunggu apa lagi.
Langsung melumat bibirnya sembari tangan kembali meremas payudaranya yang tertutup kaos. Tidak sabar lagi, gue langsung menindih tubuhnya dengan tubuhku dan seperti biasanya meletakkan posisi penis tepat diatas vaginanya sambil menggesekkannya meski tertutup cd-nya. Gue suka dengan gaya yang bikin penasaran ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ketika Aku Mencintai Kakak Kandungku
Fanfictioncerita tentang Jennie Kim yang mencintai kakak kandung nya Limario Manoban Kim Konten dewasa 20+ . Semakin di peringati, semakin penasaran.