1. G&G

856 32 3
                                    

From: Madin
To: Readers setia nya Madin.

Untuk kalian yang baca ceritaku, Terimakasih banyak udah mau baca dan juga vote. Aku jadi semangat nulis nya. Oh iya kalau ada kritik dan saran silahkan komen dan DM, aku nerima banget kritik dan saran kalian supaya ceritaku bisa lebih bagus lagi.

Udah itu aja hehe, sayang kalian semuaaa.💜

____________HAPPY READING__________
.
.
.
.
.
VOMENT YA!

-"WOYYY!" Teriak seorang pria yang tak lain adalah Gema, si biang kerok di SMK Angkasa Adijaya.

-"i-iya kak," Jawab wanita tersebut dengan gugup bercampur dengan takut lalu mendongakkan kepalanya, menatap mata pria yang berada di depan nya.

-"Bagi uang dong, gue mau beramal nih," Ucap Gema sambil menyodorkan tangan nya, meminta agar uang yang ia pinta di berikan.

-"Ma-af kak hari ini aku gak dikasih uang sama mama," Jawab wanita itu sambil menundukkan kepalanya.

-"Ya elah, masa gak ada sih. Ayo dong buruan mumpung temen gue mau ke masjid,"

-"Gak ada kak sumpah, nanti kalo aku kasih uangnya ke kakak aku makan apa?" Ucap wanita itu dengan sedikit berkaca-kaca.

-"Ya siapa tau kalo lo beramal perut Lo jadi kenyang," Ucap Gema menyengir.

Tiba-tiba saja segerombolan cewek datang, langsung menghampiri Gema dkk.

-"Lo butuh uang? Nih!" Tiba-tiba salah satu dari gerombolan cewek itu melempar dua buah uang kertas berwarna merah.

-"Aduh si judes satu ini turun tangan, kalo udah begini cantiknya nambah banget dah," Dengan penuh percaya dirinya nyok mengatakan hal seperti itu, membuat Ines menatapnya malas.

-"Diem lo!" Sentak Ines. Nyok pun langsung terdiam..

-"Kan jadi dimarahin sama pacar gue, udah si Gem ambil aja tuh uang," Balas Nyok lagi.

-"Gue gak mau, mau nya uang dari dia," Ujar Gema yang langsung mendapatkan pandangan menjijikan dari segerombolan cewek itu.

-"Kasih uang lo," Titah Ines.

-"I-iya kak," Cewek yang di palak pun langsung memberikan uang dari kantong nya tersebut. Hanya dua puluh ribu uang milik nya.

-"Turut prihatin gue, perasaan bokap lo kaya sampe ini sekolah aja dia yang punya. Tapi kelakuan anaknya bener-bener minus, uang dua puluh ribu aja di palak udah gitu buat amal yang belum tentu amal lo di terima Tuhan. Kali-kali belajar sama ustadz biar tau ajaran agama yang baik itu gimana," Ucap Ines dengan ketus. Ya, meskipun ia beragama Hindu dia rajin sekali beribadah, tak pernah kelewatan sekalipun.

Keempat cewek itu pun pergi dari hadapan geng Gema. Cewek yang tadi di palak pun di ganti uang nya oleh Ines.

-"Anjing bisa-bisanya gue di ceramahin cewek kayak dia," Geram Gema tak terima diperlakukan oleh Ines seperti itu.

-"Tapi ada bener nya juga si Gem, lebih baik lo minta ajarin tentang agama supaya lo lebih baik, atau nanti mau ikut gue sama yang lain sholat?" Ujar Sakha memberi masukkan kembali, setelah Ines tadi mencaci maki dirinya.

Gema yang merasa di pojokkan langsung pergi meninggalkan yang lain.

-"Salah lagi gue ngomong?" Tanya Sakha kepada yang lain, yang lain hanya menaikkannya bahu nya.

-"AYO KATANYA MAU SHOLAT" Teriak Gema dari kejauhan. Ternyata Gema menuju Mushola menuruti ucapan Sakha. Yang lain pun berjalan mengikuti.

Sesampainya di sana Gema langsung mengambil air Wudhu dan diikuti yang lain nya, kecuali Nyok. Nyok menunggu di luar Mushola sambil memainkan ponselnya. Adzan di pimpin oleh Sakha dan juga mengimami sholat tersebut.

GEMA (Sedang Mengetik)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang