9. G&G

269 15 4
                                        

HAPPY READING
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN YA BESTIE. AKU MENERIMA KRITIK DAN SARAN KALIAN SUPAYA AKU BISA BIKIN CERITA LEBIH BAGUS LAGI HIHI.

Follow ig: andiniprmswri




Malam ini pukul 18.00, semuanya sangat sibuk mempersiapkan diri untuk menemani Gwen.

Anggita, wanita itu banyak sekali menanyakan perihal gaun yang akan di gunakan. Bayangkan saja 10 gaun sudah dia bawa demi acara pertemuan antara Gwen dan Gema.

-"Lagian lo ngapain nggi bawa banyak banget, lo kan bisa vc atau fotoin gaun nya pasti gue juga suka sama gaun lo apalagi nyokap lo yang buat," Celoteh Gwen pada Anggita.

-"Berisik Gwen, ini demi lo demi sahabat terbaik gue oke. Gue mau semua orang yang liat lo jadi terkagum termasuk calon lo," Jawabnya.

-"Iya deh iya apapun demi gue kan,"

-"Iya dong harus,"

Gwen akhirnya memilih dress panjang berwarna pink, hanya satu dress panjang yang Anggita bawa selebihnya dress pendek.  Ia ingin mengenakan dress panjang agar terlihat sopan saja apalagi pertemuan pertama antara dirinya dengan orang tua Gema.

Semua sudah bersiap. Ines dan Freya pun memakai dress yang sudah Anggita bawa. Budhe mengenakan gamis di lengkapi kerudung dan padeh mengenakan jas.

-"Budhe, Gwen deg-degan banget ini," Ucap Gwen pada budhe.

-"Yo pasti nduk, namanya juga mau bertemu dengan calon kamu. Bismillah saja semoga semuanya di lancarkan"

Akhirnya mereka pergi, menggunakan mobil dua mobil yang sudah Gwen siapkan. Gwen, budhe dan padeh satu mobil dan teman-temannya di mobil satunya.

°°°°

-"Pah, Gema mana? Jangan sampai anak itu kabur,"

-"Ada ko, lagi pula sudah aku peringatkan agar dia menuruti perintah ku,"

-"Baguslah, jangan sampai batal acara perjodohan ini,"

Sedangkan Gema, pria itu sibuk mondar mandir bagaimana caranya ia melarikan diri menghindari perjodohan konyol ini.

-"Akhhh sialan! Perjodohan macam apa ini! Gue masih mau main-main, bukan ngurusin istri apalagi anak," Ucap Gema dengan frustasi. Tiba-tiba saja.

Tok

Tok

Tok

Pintu kamar Gema di ketuk dengan sangat kencang, dengan suara bunda nya yang sudah seperti toa.

-"GEMA BANGUN KAMU! JANGAN PURA-PURA LUPA, INI ACARA PENTING KAMU GEMA!"

Gema semakin menutup telinganya dengan bantal di sampingnya, ia hanya pura-pura tertidur.

-"GEMA BUKA PINTUNYA!"

-"GEMA!!!,"

Suara bunda nya sudah melengking, seperti ingin putus urat nya. Dan yang lebih mengejutkan pintu kamar Gema tidak di kunci.

-"Kampret, udah teriak-teriak kaya apaan tau ternyata malah ga di konci ni pintu,"

Gista melihat anak bontot nya itu masih bergelut dengan selimut, entah memang betulan atau hanya pura-pura.

-"Gem, bangun Gem! Jangan bikin papah marah nanti lebih baik bunda yang bangunin kamu,"

-"Apa si bund, Gem masih ngantuk juga,"

-"Cepat siap-siap Gema! Calon kamu sudah mau datang," Perintah bunda nya.

-"Bund, gak bisa di batalin aja apa? Gema masih sekolah bund, belom cocok punya istri apalagi anak,"

-"Jangan bantah Gema, ini semua papah kamu yang pengen,"

-"Ya kan bisa sama bang Genta kenapa harus sama Gema?"

-"Jangan sampai bunda emosi dan ngadu ke papah kamu ya Gem! Udah ikuti saja apa yang papah kamu mau! Toh bunda juga yakin dia anak baik-baik, siapa tau bisa merubah kamu jadi lebih baik lagi," Gema hanya pasrah, tidak ada satupun yang membela semua berpihak pada gadis sialan itu, pikirnya.

Mau tak mau Gema pun bangkit dan bersiap-siap. Ia menggunakan setelan Jas berwarna hitam dengan dalaman kemeja berwarna putih dan sudah di lengkapi dengan dasi. Ia menghela nafas berkali-kali berharap wanita itu membatalkan perjodohan ini.

°°°°

Keluarga Gwen dan teman-teman Gwen sudah berada di rumah Gema, rumah itu sangat mewah sekali dengan cat berwarna putih di hiasi berbagai foto keluarga. Gwen, wanita itu iri sekali ia membayangkan jika orang tuanya masih hidup mungkin foto mereka masih terpajang di dinding rumah, hanya karena Gwen tidak ingin mengingat kedua orang tuanya jadi ia memutuskan untuk mencopot semua fotonya.

Gista dan Adijaya menghampiri mereka yang tengah duduk.

-"Sebentar ya sayang, Gema sebentar lagi akan turun," Ucap Gista kepada Gwen, Gwen pun hanya mengangguk tersenyum.

-"Kamu hari ini cantik banget, kamu pakai MUA siapa?" Belum sempat Gwen menjawab, Anggita, wanita itu dengan tidak sopan nya menjawab.

-"Saya tante, saya yang dandanin Gwen. Gimana cantik kan tan? Nanti kalo nikah saya dan bunda saya saja yang jadi MUA nya dijamin bikin pangling," Ucap Anggita dengan cerewet, Ines melirik tajam ke arah Anggita, Anggita malah menjulurkan lidahnya.

-"Ah iya cantik sekali, Gwen jadi pangling hasil dandanan kamu," Jawab Bunda Gema.

-"Iya tan, nanti kita bisa nego-nego harga tenang aja," Yang lain pun hanya tertawa kecil.

°°°°

-"Kenapa harus Gema si pah? Gema udah sabar ya nurutin kemauan papah terus dan untuk kali ini gak bisa pah! Dia itu pantes nya sama bang Genta bukan sama Gema!," Gema meluapkan emosinya kepada papahnya, padahal seharusnya Gema tinggal turun ke bawah untuk menemui Gwen.

-"Gem selama ini papah sabar ya ngadepin sifat kamu yang benar-benar gak karuan! Nakal nya kamu aja papah gak bisa rubah kamu, terus selalu begitu. Papah udah tua Gem, papah gak cuma ngurusin kamu yang gak jelas ini apalagi bunda kamu tambah pusing ngurusin kamu. Papah berharap dengan adanya perjodohan ini kamu bisa lebih baik lagi, kamu bakalan punya tanggung jawab kepada istri kamu nantinya," Papahnya pun pergi meninggalkan Gema, Gema rasanya ingin kabur tapi mustahil. Ia dengan terpaksa keluar kamar dan menghampiri mereka yang sedang berkumpul.

-"Eh nak Gema" Sapa budhe, bunda pun mengisyaratkan kepada Gema untuk menyalimi budhe padeh.

-"Gimana kabar kamu? Baik-baik saja toh?" Gini giliran padeh yang menyapa.

-"Alhamdulillah baik budhe padeh. Kalian sendiri gimana keadaannya?"

-"Alhamdulillah kami juga baik dan tentunya sehat sampe bisa dampingi Gwen untuk bisa bertemu kamu," Ucap budhe dengan senyum. Gema, pria itu kini menatap ke arah Gwen beberapa saat ia terpaku melihat penampilan Gwen, ya memang Gema akui wanita itu begitu sangat cantik di banding ketika ia melihatnya di sekolah.

-"Hm hm, kedip dong," Bang Genta meledeki Gema. Gema pun membalas dengan melotot ke arah Genta.

"Kita mulai acaranya ya," Ucap Adijaya.

Gema pria itu langsung mendadak keringat dingin dan deg-degan, jantungnya berdetak sangat kencang berharap wanita itu membatalkan acara perjodohan ini.

-"Bismillahirrahmanirrahim, sesuai dengan amanah dari alm. Gaffar untuk menjodohkan Gema dengan Gwen, begitupun saya yang menyetujui perjodohan ini. Untuk kedua belah pihak nampaknya sudah sangat matang menerima perjodohan ini," Ujar Adijaya

-"Bagaimana nak Gwen? Apakah kamu menerima perjodohan ini dan siap menjadikan Gema menjadi suamimu?" Tanya Adijaya kepada Gwen.

Gema benar-benar berharap penuh pada gadis ini, berharap supaya semuanya gagal dan tidak ada lagi perjodohan konyol ini. Gwen pun menjawab.

-"SAYA MENERIMA PERJODOHAN INI OM, TANTE," Ucap Gwen kepada Adijaya dan juga Gista selaku orang tua dari Gema.







_____________NEXT PART___________

GEMA (Sedang Mengetik)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang