17. aska

458 38 31
                                    

Aleeza menangis sambil membelakangi sean yang masih tertidur, setelah berhubungan dengan sean tadi aleeza tidak bisa tidur, yang dilakukan hanya terus menangis, bahkan saat ini matanya hanya tinggal segaris

Dengan susah payah, aleeza berusaha bangkit, tidur bersebelahan dengan sean hanya akan membuat hatinya semakin sakit
Aleeza tau dia adalah istri sean, hanya saja  bagaimana bisa? Sean melakukan hal tersebut saat dalam keadaan tidak sadar, bahkan sean tidak mencintainya
Sean memiliki seorang kekasih yang masih dia cintai, bisa saja sean menceraikannya sesuka hati bukan?

Bagaimana jika dia hamil? Kemudian sean akan menceraikannya? Apa yang akan dia lakukan Diumur nya yang masih sangat muda?

Aleeza memungut pakaiannya yang berserakan di lantai kemudian memakai nya

Aleeza menatap sean yang masih tertidur pulas, dia bingung bahagia atau sedih, disatu sisi dia senang akhirnya dia bisa memberikan hak sean karna dia adalah istri sean
Di sisi lain, bagaimana jika nanti dia hamil namun sean tidak peduli padanya? Dan yang lebih parah malah meninggalkannya

Aleeza mengelus rambut sean dengan lembut, dia mengecup singkat kening sean kemudian melangkah keluar kamar meninggalkan sean

Sinar matahari masuk melalui cela cela jendela kamar hingga mengusik tidur sean

"Eeughh" sean duduk dan memegangi kepalanya yang terasa sedikit pening, saat akan turun sean dibuat terkejut melihat bajunya berserakan dilantai dengan dia yang masih dalam keadaan naked

Sean berusaha mengingat kejadian tadi malam meski kepalanya terasa sangat pening

Lo punya gue

K-kak al salah apa?? Maafin aleeza kak hiks

Jangan kak, maafin aleezajangan gini kak Hiks, kakak lagi mabuk,  jangan gini kak hiks

DIEM!!

come play me baby

"AARRGHHH" sean meremas rambut nya bahkan menariknya
"Ga ga gue ga mungkin lakuin itu, itu ga mungkin"

Sean berjalan kearah kaca lalu memukulnya dengan kuat hingga tangannya mengeluarkan darah segar

"Lo bodoh sean?! Gimana kalau dia hamil bego? Mau lo kemanain Clara? Bodoh kalau gini lo mempersulit diri untuk pisah dari cewe udik itu!! Arrrgghhh" sean membanting semua barang barang yang ada di atas mejanya

Sean menuruni tangga dengan tampang datar, dia tidak melihat aleeza ada disana biasanya aleeza akan menunggunya di meja makan untuk makan bersama

"Aleeza mana?" Tanya sean pada salah satu pelayan yang menata makanan di atas meja

"Nyonya aleeza belum turun dari tadi pagi tuan muda" sahut pelayan itu dengan sopan kemudian pergi meninggalkan sean yang terdiam lalu melangkahkan kakinya kembali menaiki tangga, baru beberapa anak tangga yang dia jalani langkahnya terhenti

"Ck! Gue harus gimana? Apa yang harus gue bilang kalau ketemu sama dia?" Sean merutuki dirinya sendiri

Lebih baik untuk saat ini dia tidak perlu bertemu aleeza bukan? Jujur saja dia memang masih belum memiliki nyali untuk bertemu dengan aleeza

Sean kembali melangkahkan kakinya menuruni tangga dan menikmati makanan yang ada dihadapannya dengan wajah ditekuk, jujur saja seleranya makannya berkurang entah karna dia jijik melakukan hubungan intim dengan gadis yang begitu dibencinya atau karna tidak ada aleeza yang menemaninya makan seperti biasanya


****


Leon memakan makanan yang ada dihadapannya dengan senyum merekah, dia berjanji kali ini dia tidak akan membiarkan sean menyakiti aleeza lagi, dia akan berusaha merebut aleeza dari sean

MY HUSBAND KING BULLYINGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang