Bab 1 "Hari yang cukup Menyenangkan"

19 6 1
                                        

HAI! SEMOGA SUKA SAMA CHAPTER INI..

Alea memasuki halaman rumah yang hampir menyerupai istana itu dengan di ikuti 2 pria berbadan kekar di belakangnya. Saat memasuki rumahnya ia melihat pria berumur sekitar 40an sedang duduk dengan laptop di pangkuannya juga kaca mata yang bertengger di hidung pria tersebut.

"ayah" pria yang di panggil ayah menoleh dan mendapati anaknya berjalan ke arahnya, ia merentangkan tangan untuk memberikan pelukan pada putrinya.

"gimana di sekolah?"

"lancar, di mana bunda?"

"mungkin di kamar kakak kamu" Alea mengangguk lalu berjalan menaiki tangga menuju tempat yang di sebut sang ayah.

Alea membuka pintu bercat putih itu perlahan, di sana di pinggir ranjang sang bunda menunduk dengan sebingkai foto di tangannya. Dengan pencahayaan yang bisa di bilang kurang namun Alea masih bisa melihat raut sedih dari bundanya. Perlahan ia melangkah masuk ke dalam kamar tersebut.

"bunda" Alea memanggil lirih dan tentu masih bisa di dengan oleh sang bunda.

Bunda maya tidak menjawab, juga tidak ada isak tangis yang di dengar Alea. Alea berjongkok di depan sang bunda lalu dengan pelan ia menarik bingkai foto tersebut dan meletakkannya kembali di atas nakas. Ia meraih tangan sang bunda, menatapnya lama, dan memberi senyuman tulusnya.

"ayo kita kunjungi dia lusa nanti" sang bunda mengulurkan tangannya menyentuh wajah putri bungsunya dengan tersenyum lalu mengangguk setuju.

.

.

Alea memiliki otak yang pintar, dia genius. Ia menguasai semua mata pelajaran. Namun yang paling ia senangi yaitu pemrograman, ia juga sudah menguasai semua bahasa pemrograman. Jika ingin mungkin saat ini Alea sudah menjadi Hacker atau Cracker di perusahaan besar berbasis Teknologi. Namun ia lebih suka bekerja sendiri, untuk memperkuat sistem yang di buat perusahaan ayahnya.

Sebelum berangkat ke sekolah Alea menyempatkan duduk di meja belajarnya, tangannya bergerak cepat di atas komputernya. Di atas mejanya terdapat banyak berbagai macam buku pemrograman tingkat tinggi. Dia sedang ditugaskan mencari semua karyawan ayahnya yang di curigai melakukan kecurangan terhadap laporan keuangan mereka. Alea dengan mudahnya menembus perangkat dengan Sistem keamanan yang sangat rumit itu, ya tentu karna itu sistem yang Alea buat sendiri untuk perusahaan ayahnya. Alea hanya menggunakan Phishing untuk melancarkan Aksinya. Jenis cyber attack untuk menyerang perangkat yang biasa di gunakan untuk pencurian data. Setelah mendapatkannya, ia segera mengirim data tersebut pada ayahnya. Dan ya, para pembelot tersebut sudah bisa di pastikan akan berakhir kehilangan segala harta yang dimilikinya.

Alea juga sering menangani transaksi jual beli senjata api yang sudah lama ayahnya geluti. Ayah Alea bukan ketua gengster seperti di film. Dia memang bos besar yang akan menghilangkan banyak penghianat Negara. Tentu itu adalah perintah dari Negara. Alea sudah di didik agar terbiasa dengan dunia gelap sedari kecil, namun berbeda dengan kakaknya yang lebih feminim dan biasa di didik seperti anak pada umumnya.

Karna terbiasa dengan dunia gelap itu yang membuat sifat tegas dan kejamnya terbentuk. Orang tuanya tidak membatasi semua putrinya untuk melakukan yang mereka sukai selagi itu tidak merugikan orang lain dan masih dalam aturan.

.

.

Alea duduk menunggu guru memasuki kelas, di sana ia melihat 3 orang baru memasuki kelas. Kania, Rigel dan Kara duduk di bangku masing-masing. Di depan mereka sudah berdiri guru yang akan mengajar pelajaran Kimia. Alea menoleh ke arah Kania dan secara kebetulan Kania juga sedang menoleh ke arahnya, Alea tersenyum sebentar lalu kembali fokus ke arah depan.

HEXAGON The DallinTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang