十七

234 49 5
                                    




Taksi yang dinaiki oleh [Name] dan temannya yaitu Daren pun berhenti di depan sebuah gedung di Tokyo. Gedung itu cukup luas, dan juga tinggi. [Name] dan Daren sudah sampai di gedung tujuan. [Name] membayar taksi itu lalu turun, tak lupa untuk mengangkat tasnya. Daren meregangkan tangannya dan melirik ke arah [name] yang baru saja turun. Taksi yang sebelumnya dinaiki oleh [Name] dan Daren melaju menjauh.

"Ini gedung nya ya? Luas sekali" Gumam [Name], Daren terkekeh.

"Yok masuk"

"Kuy"


[Name] dan Daren memasuki gedung itu, lalu mengurus beberapa hal seperti form. Setelah itu, mereka diberi kartu kamar masing masing.

"Lantai 5 ya"

"Sama"

Oh ternyata, mereka mendapatkan kamar dengan nomor lantai yang sama, yaitu di lantai 5. Untuk nomor kamar mereka, [Name] mendapatkan kamar 505 dan daren mendapatkan kamar 517.

Mereka berjalan menuju lift terdekat, lalu masuk dan menekan tombol angka '5'. Pintu lift tertutup, dan mulai bergerak ke atas, menuju lantai 5. Ting! Lift sudah berada di lantai 5, membuka pintu perlahan mempersilahkan orang didalam lift untuk keluar.

"Dah"

"Dah"



[Name] dan Daren berpisah, berjalan menuju kamar masing masing. Beberapa kamar [Name] lewati, matanya tertuju ke pintu yang bertuliskan nomor '505'. [Name] memegang kartu pintu nya dan menggesek nya. Ting! Pintu kamar '505' yang sebelumnya terkunci sekarang terbuka, [Name] membuka pintu nya dan melihat isi kamar nya itu. 1 kata untuk mendeskripsikan kamar itu, 'simple'. Terkesan simple minimalis, dan juga nyaman.

Bagian kamar nya 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bagian kamar nya 

[Name] masuk dan menutup pintu nya, lalu melepas sepatu yang ia pakai. Ia menaruh tasnya di atas meja lalu melepas jaket yang ia pakai. [Name] mulai mengeluarkan barang barang nya, entah itu buku atau lainnya ke meja, lalu merapikannya.

TESH!

Ikat rambut milik [Name] terputus, membuat rambut dengan warna (h/c) nya itu terurai bebas. Si pemilik dari ikat rambut itu menghela nafas, ini sudah kesekian kali nya ikat rambut milik nya putus.

[Name] mengambil ikat rambut yang putus lalu membuangnya ke tempat sampah, lalu mengambil ikat rambut yang baru di dalam kotak rias nya. Ah, itu ikat rambut yang karet, pantes suka putus.

Cuci muka dulu kali ya, biar seger gitu.

Ah, [name] kalau jalan cuman pake bedak aja, males yang ribet. Soalnya kalau ribet, harus ini itu. [Name] menggeser kamar mandi, lalu mulai mencuci wajahnya yang kinclong sekinclong palanya Ipin.g

Kruyuk~

Perut [name] mulai berbunyi, menandakan kalau ia lapar. Pasti lah, lapar. [Name] menghela nafas, lalu melihat ke arah jam dinding, udah jam 12 lewat 8 menit. Kuy berburu makan siang. Ok mari kita panggil si Renren

[Name] memakai tas kecil yang berisi kedua ponsel dan power bank, jan lupa juga dompet. [Name] keluar dari kamar nya, ting! Pintu langsung terkunci. [Name] berjalan ke arah kamar yang ditempati oleh Daren, dengan memakan permen manis di mulutnya.

Untuk setelan baju :

Untuk setelan baju :

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tok tok tok!

[Name] mengetuk pintu dengan nomor '517', yang pasti itu adalah kamar yang Daren tempati. Kreak! Pintu dibuka, menampilkan sosok Daren yang sedang mengemut Lolipop bola di mulutnya.

 Kreak! Pintu dibuka, menampilkan sosok Daren yang sedang mengemut Lolipop bola di mulutnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Sebentar, aku sedang merapikan rambut ku tau"

"Gitu doank lama"

"Biar ganteng gituu"

"Halah alesan"

Daren memakai sepatu nya lalu merapikan rambut nya sedikit lagi, lalu keluar dari kamar nya dan berjalan berdampingan dengan [Name]. [Name] pun membuka pembicaraan saat sudah didalam lift.

"Kemana"

"Tempat makan yang enak disini dimana?"

"Lah nanya balik"

"Hehe"

"Ehe te nandayo"

"Ok, hm... mungkin restoran yang kemaren kita lewatin? Keliatannya rame sih"

"Boleh boleh"



■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■■


Pendek sekali ya chap nya~

Gomen gomen, ide nya mentok hehe ಥ-ಥ  

Yap, Mattane Minn'a~

Yap, Mattane Minn'a~

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
◖Sister of Duo Miya [ -Miya twins x reader- ] ◗Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang