Flashback
"Langsung to the poin saja seb kau mau kita berbicara apa?" Sekarang y/n dan sebby sedang di halaman rumah y/n hanya ber2
"Aku ingin kita putus" y/n wajahnya terkejut tapi langsung menetralkan wajah nya normal kembali
"Apa alasan nya?kau sudah berpikir tentang tadi?"
"Ya itu alasan mana mungkin aku percaya dengan wanita yang pembohong dan aku tak ingin itu terjadi lagi aku sudah tak mempercayai mu lagi"
"Jika itu mau mu ya kita akhiri saja ini semua" y/n tersenyum kepada Sebastian iya tak ingin menangis karena ia tak ingin di anggap lemah
"Tapi bisa kah berteman?"
"Tidak, hubungan ini sudah berakhir berarti kau dan aku tak ada urusan kau tak usah ikut campur dalam hidup ku dan begitu juga aku" y/n pergi setelah berucap seperti itu tapi tangannya ditarik sebby wajah mereka saling berdekatan Sebastian ingin mencium y/n tapi y/n menghindari nya
"Aku bukan murahan!" Y/n teringat kata² seseorang yg baru saja ia temui dan itu teria² ia ingin mempertunjukkan jika dirinya bukan murahan
"Jika kau bukan murahan mengapa kau bisa memiliki suatu hubungan dengan 2 pria!?" Sebastian kesal pasalnya y/n saat putus dengan pria kemarin dia memberi ciuman terakhir kenapa kepada dia tidak?
"Jadi kau sama saja dengan semua orang menggapku seperti piala bergilir atau murahan begitu?" Y/n kecewa dengan sebastian stan yg menggap dirinya seperti itu
"Tidak bukan seperti itu" y/n tak mendengar kan Sebastian iya pergi meninggalkan Sebastian
"Bodoh dia akan membenciku" sebastian yg merutukan bibir nya itu mengapa asal bicara padahal iya tak ingin bilang seperti itu
KAMU SEDANG MEMBACA
real or imagination?
FanfictionY/n seorang fans Sebastian stan dan kebutulan ayahnya seorang aktor terkenal dengan memeranin seorang Ironman dan dia adalah rdj
