Do Me - (Boikai)

2.2K 73 4
                                        

Cklek!

"Wah, telat telat." Pintu kamar mandi terbuka cukup keras karena Boboiboy membukanya dengan terburu-buru.

Namun ia kaget begitu mendapati Kaizo sedang keramas di dalam.

"Ah! Maaf, kak! Aku nggak tahu ada orang." Boboiboy hendak pergi namun tangannya ditahan oleh Kaizo.

"Bareng aja daripada telat." Kemudian Kaizo melanjutkan keramasnya.

"Ah. Makasih, kak." Boboiboy pun melepas bajunya dan mandi bersama Kaizo.

Saat ia ingin mencuci muka ia duduk di tepi bak mandi. Namun setelah menuangkan sabun cuci muka ke tangannya ia malah menjatuhkan tutupnya.

"Ck." Boboiboy hendak mengambilnya namun Kaizo sudah berlutut dan mengambilnya.

Boboiboy tersentak melihat Kaizo yang posisinya menjadi lebih rendah darinya. Entah kenapa ia malah membayangkan jika Kaizo berada di bawah kungkungannya.

Sementara itu Kaizo yang baru akan mengembalikan tutupnya pada Boboiboy dalam posisi masih berlutut kaget begitu melihat penis Boboiboy mengacung tegak tepat di depannya.

"Ma ... Maaf!" Boboiboy buru-buru menutupi selangkangannya dan keluar dari toilet dengan hanya mengenakan handuk.

🎈

Karena tidak ada waktu lagi Boboiboy tidak bisa menuntaskan urusan di pusat tubuhnya yang masih menantang gravitasi itu. Ia hanya bisa menutupinya dengan mengikatkan jaket di pinggangnya.

Terpaksalah ia menjalani misi dengan menahan rasa sakit dari nafsu yang belum terpuaskan. Belum lagi rasa tidak enak hati dan risih karena Kaizo sering memandanginya. Setelah misi selesai semua anggota TAPOPS pun makan siang bersama.

"Komandan, saya nggak makan ya. Mau tidur aja." Ujar Boboiboy sambil tersenyum kaku.

"Oh, nggak apa-apa. Tidur aja. Misinya kan udah selesai. Itung-itung isi tenaga." Jawab Kokoci.

"Terima kasih, komandan." Boboiboy pun meninggalkan ruang istirahat dan Kaizo masih memandanginya yang akhirnya menghilang di balik pintu ruang istirahat.

🎈

"Haduh, baru kali ini aku nahan onani sampe selama ini. Kayaknya bisa dimasukin rekor nih." Setelah Boboiboy memasuki kamarnya ia hendak menutup pintu namun pintu itu tertahan dari luar.

Boboiboy pun menoleh dan kaget begitu melihat tangan yang menahan pintu itu. Terlebih lagi saat pemilik tangan itu menampakkan dirinya.

"Kak Kaizo?! Kakak kenapa di sini?" Boboiboy mulai panik dan mundur teratur selagi Kaizo mengunci pintu.

"Kak, aku bener-bener minta maaf soal tadi. Jangan hajar aku atau laporin aku ke komandan. Aku mohon. Kasihani aku. Aku masih pengen bernapas di TAPOPS." Karena sudah terpojok Boboiboy menangkupkan tangannya meminta belas kasihan dari Kaizo yang berjalan menuju ke arahnya.

Kaizo tidak menjawab namun setelah ia berada di hadapan Boboiboy ia memojokkan Boboiboy.

Brak!

Boboiboy tersentak begitu mendengar suara dinding yang dipukul Kaizo. Setelah itu Kaizo mengusap dada Boboiboy sedangkan tangannya yang satu lagi menyusup ke celana Boboiboy dan memegang penisnya yang tegang.

"K ... Kak, jangan megang itu." Boboiboy merutuki dirinya dalam hati karena sentuhan Kaizo yang bisa-bisanya terasa nikmat baginya.

"Aku kira kamu itu alim. Ternyata kamu nakal juga ya." Kaizo tersenyum simpul kemudian membuat kiss mark di leher Boboiboy sambil mengocok penis Boboiboy.

Boyfriend (REQUEST DI PROFILE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang