Can't You See Me? - (Boisai)

951 37 0
                                        

"Sai, nanti jam 4 jangan lupa." Peringat Shielda.

"Emang mau ngapain?" Sai mengernyitkan dahi.

"Ya kencan buta lah bareng senior-senior eskul aku."

"Kok kamu main sodorin aku aja ke acara itu nggak bilang dulu?" Sai tidak habis pikir.

"Lah, kan kemarin aku udah bilang."

"Kapan? Aku nggak inget." Dahi Sai kian mengernyit.

"Jam 10-an aku samperin kamu abis itu aku bilang. Dan kamu udah iyain."

"Jelas-jelas itu aku udah tidur ya. Bukannya ngomong pas aku masih melek malah ngomong sama orang lagi nggak sadar." Sai menatap Shielda kesal kemudian melenggang pergi. "Hari ini penutupan MOS jadi nggak usah komplain kalo aku dateng telat."

🎈

Hari ini semua murid libur termasuk Shielda dan harusnya Sai yang juga bersekolah di situ bisa ikut libur.

Tapi Sai tetap masuk karena sudah 3 hari MOS dilaksanakan di sekolah dan ia adalah anggota OSIS yang menjadi salah satu panitia MOS.

Hari terakhir MOS ini diisi dengan demo eskul, pengumpulan tanda tangan anggota OSIS, pengisian hak angket OSIS, pemberian surat untuk anggota OSIS, dan yang terakhir foto sekelas dengan PJ.

Sai menjadi penanggung jawab untuk kelas 7.4. Meskipun pendiam ia termasuk salah satu anggota OSIS yang populer. Karena itu saat pemberian surat ia tidak hanya mendapat surat dari murid kelas 7.4 namun juga murid kelas lain.

"Wah wah, suratnya datang bertumpuk-tumpuk. Ngetop juga kamu, Sai." Gopal menyikut tangan Sai sambil cengar-cengir setelah melihat tumpukan surat untuk Sai di meja.

"Aku rasa itu bukan hal yang istimewa." Sai memutar bola matanya.

"Nanti kalo suratnya ada yang isinya duit kasihin aku aja. Aku mau jajan dulu~" Gopal melenggang pergi.

Sepeninggal Gopal Sai bersandar di pilar sambil menyilangkan tangan di dada dengan tatapan datar.

"Padahal tadinya aku cuma ngira dia bakal dilaporin ke polisi karena tiap ngutang bayarnya sampe seabad tapi kayaknya dia juga bakal digebukin warga karena jadi maling juga di saat dia lagi banyak utang."

"Anu. Permisi, kak."

Sai menoleh. Rupanya itu adalah Boboiboy, anak yang berada dalam naungannya sebagai PJ kelas 7.4.

"Ada apa?"

"Ini, aku mau kasih surat buat kakak." Boboiboy menyodorkan suratnya sambil menunduk. dengan wajah memerah.

"Makasih ya." Sai menerimanya.

Setelah itu ia terdiam menatap Boboiboy. Alih-alih menaruh suratnya di meja bersama surat lainnya yang menumpuk ia menyilangkan tangannya di dada dengan masih memegang suratnya sambil masih menatap Boboiboy.

"Boleh aku tanya satu hal?"

"Ah, iya. Boleh." Boboiboy memalingkan pandangannya dengan wajah yang juga masih memerah.

"Dari awal masuk MOS kenapa ya kamu malingin muka dari aku?"

Boboiboy tersentak. Ucapan Sai memang benar. Ia tidak menaruh perhatian khusus pada Boboiboy tapi sikap Boboiboy itu jadi mencolok sampai akhirnya disadari oleh orang yang diperlakukan seperti itu olehnya karena hanya Boboiboy satu-satunya murid di kelas 7.4 yang bersikap seperti itu padanya.

"Ah, itu ... Susah bilangnya, kak." Boboiboy menunduk dengan wajah yang semakin memerah.

"Apa mukaku nggak enak diliat?"

"Bukan gitu, kak."

"Lalu kenapa?" Sai jadi bertambah penasaran.

"Em, soalnya ...." Boboiboy menutup mata menahan malu. "Kakak ... Manis."

"Hah?" Sai mengernyitkan dahi.

"Anu, itu ... Sejak pertama ngeliat kakak aku ngerasa kakak itu manis banget ... Jadi aku mutusin buat nggak ngeliatin kakak lagi karena kalo aku ngeliatin lebih lama takutnya aku malah nggak bisa berenti ngeliatin." Kali ini Boboiboy memberanikan diri menatap Sai walaupun dalam hitungan detik ia sudah menunduk lagi.

Sai sedikit tertegun. Ia tidak menyangka justru akan mendapat jawaban seperti itu dari adik kelasnya ini.

"Hah?! Serius nih? Aku kira dia takut atau nggak suka sama aku."

"Tapi dari mukanya dia keliatan jujur." Mata Sai menyipit. "Polosnya."

"Boboiboy." Sai tersenyum.

"Iya, kak?" Sahut Boboiboy sambil menunduk.

"Sekarang udah istirahat. Ke kantin gih."

"Ya udah. Aku permisi dulu. Kakak juga jangan lupa makan."

"Iya."

Sepeninggal Boboiboy Sai membuka linenya.

Shielda

Shielda

Apa?

Batalin aja kencannya

Wutde.. kenapa?!

Aku udah netapin hati buat orang pilihanku

Dan dia 100x lebih bersih daripada kaca yang dibersihin pake Cling seember

Hei hei apa maksudnya itu?

Bahkan meski gitu kamu nggak bisa minta cancel gitu aja!

Saaaaai!!!

🎈

Hari ini Boboiboy pulang dengan motor seperti biasa. Namun karena ia haus ia pergi ke minimarket dulu sebelum ke tempat parkir.

Setelah itu ia duduk sejenak sambil meminum sebotol frestea madu yang dibelinya. Saat tegukan ketiga tiba-tiba Sai lewat hingga ia langsung menunduk.

Sementara itu Sai mendekatinya kemudian duduk di sebelahnya yang berhasil membuat jantung Boboiboy semakin berdebar-debar dengan semburat merah menghiasi wajahnya.

"Kamu belum pulang ya."

"Iya, kak. Aku haus jadi mampir beli minum dulu."

"Gitu ya." Sai tersenyum. "Hei."

"Em ... Kenapa, kak?"

"Kalo pas ngobrol kamu nggak liat orangnya ntar orang nyangka kamu lagi ngobrol sama angin."

"Tapi kalo aku ngeliatin terus itu bakal bikin kakak risih juga."

"Nggak bakal kok."

Boboiboy terdiam seraya kembali meminum fresteanya.

"Kalo aku kasih id line aku kamu bisa ngeliat aku mulai sekarang?"

Brush!

Satu tawaran yang berhasil membuat Boboiboy menyemburkan minumannya.

END

Boyfriend (REQUEST DI PROFILE)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang