Kaizo yang sedang membaca tabloid tersentak dan menoleh karena tiba-tiba pipinya disentuh oleh seseorang yang ternyata adalah Boboiboy.
"Ngapain kamu?" Kaizo mengernyitkan dahinya.
"Bekas luka." Boboiboy mengusap bekas luka di pipi Kaizo dengan ibu jarinya.
"Emangnya kenapa sama lukaku? Toh yang buat juga kamu kan." Kaizo masih menatap Boboiboy yang mengusap bekas luka di pipinya.
"Jujur, apa kakak ngedendam sama aku?"
"Nggak, kenapa tiba-tiba nanya gitu?" Kaizo sedikit heran.
"Aku udah bikin kakak cedera sampe nggak bisa ngejalanin misi setahun. Belum lagi aku bikin Fang ngelawan kakaknya sendiri dan bikin kalian terpisah. Bukannya itu udah cukup bikin kakak naruh dendam?" Boboiboy berhenti mengusap bekas luka Kaizo lalu menunduk.
Meskipun ia memperoleh keadaan yang menguntungkan dari hal itu tapi tidak bisa ia pungkiri bahwa ia sudah merugikan Kaizo.
"Nggak, Boboiboy." Kaizo memegang tangan Boboiboy di pipinya. Tangan yang menyimpan kekuatan dan tanggung jawab yang sangat besar dalam genggamannya. "Justru karena kamu adikku bisa berkembang. Sejak dulu aku emang kurang ngeperhatiin Fang sampe dia jadi kaku dan sulit berbaur. Tapi sejak ada kamu dia jadi makin terbuka."
Boboiboy tertegun. Ia bisa melihat sosok seorang kakak dalam diri Kaizo. Walaupun tidak pernah mengutarakannya ia menyadari bahwa Kaizo sangat menyayangi Fang.
"Kalo kamu ngepermasalahin soal aku waktu ditinggal adikku jujur aja aku lebih seneng dia dapet tempat yang lebih luas buat membuka diri. Aku lebih suka dia yang seperti itu daripada waktu dia bertempur dalam pasukanku sampe musuhin kamu jadi kamu nggak perlu merasa bersalah."
Boboiboy tersenyum. Ia pun mengusap bekas luka Kaizo sekilas. Tatapannya meneduh melihat bekas luka itu.
Cup
Entah dorongan dari mana tiba-tiba Boboiboy mengecup bekas luka itu hingga membuat mata Kaizo membulat. Boboiboy juga segera tersadar dengan perbuatannya.
"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Maafin aku, kak!" Boboiboy yang sudah sangat malu dan panik akhirnya berlari terbirit-birit dengan wajah memerah.
Sementara itu Kaizo hanya diam memandangi Boboiboy yang kabur dengan heran sambil memegangi pipinya. Diusapnya pipinya yang baru dikecup oleh Boboiboy. Tak lama kemudian ia tersenyum geli.
"Dasar ABG."
END
KAMU SEDANG MEMBACA
Boyfriend (REQUEST DI PROFILE)
FanfictionKumpulan cerita Boboiboy dengan sang adiwira sendiri sebagai semenya P.S: Maaf kalau ada kesalahan atau hal-hal yang tidak berkenan dari cerita ini. Terima kasih 🙏❤️
