Memelukmu Dalam Doaku
Terbayang kembali dimataku
Saat kau menitikkan air mata
Menangis melepas genggaman jemariku
Merelakan ku pergi...
Pilu...
Hati ini begitu pilu
Membuatku semakin rindu
Dengan cinta kasihmu
Disini...
Ku hanya bisa mengenang bayangmu
Saat kita tertawa
Saat kita menangis
Saat kebahagiaan dan kesedihan
Bergantian mengisi relung kalbu
Hanya dalam doa
Ku slalu meminta
Pada Tuhan yang kuasa
Agar suatu nanti
Kita bisa bertemu lagi
Agar ku bisa
Melihat senyum manismu
Saat ku kecup keningmu
Saat ku belai rambutmu
Agar ku bisa merasakan lagi
Getaran degup jantungmu
Saat ku dekap tubuhmu
Ku berharap
Dan selalu berharap
Walau kini
Ku hanya bisa
Memelukmu dalam doaku
Agar kau tau
Ku slalu mencintaimu
Ku slalu merindumu..
"Aduh, sedih amat." Komentar Boboiboy setelah membaca sebuah puisi dari buku yang didapatnya.
"Apanya yang sedih?" Tanya Fang.
"Puisi ini." Boboiboy memperlihatkannya pada Fang.
"Iya sih. Emang sedih. Btw ngapain kamu cari-cari buku puisi deh?" Tanya Fang sambil mengambil buku cerita rakyat di deretan sebelah deretan buku-buku puisi yang salah satunya sudah diambil Boboiboy.
"Ini tugas yang dikasih sama Bu Maulida."
"Oh, sama dong. Kelasku juga gurunya dia. Plus ...." Fang menunjukkan buku yang diambilnya. "Ini juga dari tugasnya dia."
Boboiboy menghela napas kemudian kembali melihat puisi tadi. Tak lama kemudian ia mengusap dagunya.
"Kenapa ya di kata-katanya kadang kecup kadang cium?"
Mata Fang membulat. Ia pun menutup bukunya kemudian kembali menatap Boboiboy dengan sedikit heran.
"Kamu ngomongin puisi itu?"
"Iya." Jawab Boboiboy kemudian menutup bukunya juga. "Entah kenapa aku jadi kepikiran. Padahal dua-duanya sama. Ah, mungkin karena aku gabut."
"Nggak, emang beda itu."
Boboiboy menoleh dengan tatapan heran.
"Bukannya sama ya? Emang bedanya dimana?"
"Yah." Fang tersenyum sinis. "Kamu bakal tahu kalo udah ngerasain yang namanya pacaran. Selagi kamu belum pacaran itu nggak penting buat kamu tahu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Boyfriend (REQUEST DI PROFILE)
FanfictionKumpulan cerita Boboiboy dengan sang adiwira sendiri sebagai semenya P.S: Maaf kalau ada kesalahan atau hal-hal yang tidak berkenan dari cerita ini. Terima kasih 🙏❤️
