"Boboiboy sama Gopal belum nongol." Ying melihat sekelilingnya dengan dahi mengernyit.
"Haduh, bangun aja masih susah." Keluh Sai.
"Sai, gimana kalo kamu bangunin mereka?" Saran Shielda.
"Kenapa harus aku?" Sai mengernyitkan dahi.
"Ochobot masih capek soalnya teleport sampe hampir 10 kali kemarin. Fang lagi latihan sama Kak Kaizo." Jawab Ying.
"Dan cewek nggak enak kan masuk ke kamar cowok." Tambah Shielda.
Sai menghela napas kemudian pergi meninggalkan mereka.
🎈
Setelah memasuki kamar Sai menghampiri kasur mereka kemudian menatap mereka bergantian. Saat pandangannya beralih pada Boboiboy matanya menyipit.
"Ada gitu orang yang tidur sambil make topi." Sai tidak habis pikir dengan jalan pikiran orang yang dipandanginya.
Perlahan tangan Sai meraih tubuh Boboiboy yang masih terbalut selimut. Mengguncangkannya beberapa kali.
"Boboiboy, bangun. Ntar kena amuk Laksamana Tarung."
"Mmm, heeh." Gumam Boboiboy dengan mata yang masih tertutup.
Selagi Boboiboy masih belum menunjukkan banyak respon pandangan Sai tertuju pada topi Boboiboy yang miring hingga menutupi sebelah matanya.
"Aku jadi agak penasaran."
Tangan Sai terulur ingin membuka topi Boboiboy tapi sesaat sebelum tangannya mencapai topi itu Boboiboy membuka matanya dan terbelalak saat menyadari bahwa Sai ingin membuka topinya.
"Whoa!" Boboiboy dengan sigap menahan tangan Sai. "Hampir aja."
Ia pun duduk kemudian membetulkan topinya sambil masih memegang tangan Sai. Namun saat ia menatap Sai ia terkesiap melihat wajah Sai yang tampak sangat kesal seakan ingin memakannya hidup-hidup.
"Ke ... Kenapa, Kak?" Boboiboy menatap Sai waswas.
"Serem." Batin Boboiboy.
Sai tidak menjawab. Ia pun duduk di kasur Boboiboy dengan tangan yang masih dipegang olehnya dan berhadapan dengannya.
"Sebenernya apa yang kamu sembunyiin di balik topi kamu?"
"Nggak ada yang aku sembunyiin sih." Boboiboy menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Aku cuma kurang suka aja. Rambutku keliatan lebih baik kalo pake topi."
"Lebih baik gimana?" Sai mengernyitkan dahi.
"Rapi gitu. Rambutku itu ngembang. Jadi kesannya nggak rapi meski udah disisir. Makanya aku pake topi buat nutupin."
"Kalo gitu coba buka."
"Ah. Sebaiknya nggak usah deh, Kak. Rambutku nggak rapi jadi nggak enak diliat."
"Lepas topi doang nggak akan membunuhmu." Sai semakin kesal.
Melihat kekesalan Sai akhirnya Boboiboy mengalah. Perlahan dibukanya topinya.
"Apa ini cukup?" Boboiboy tersenyum tipis.
Sai tertegun memperhatikan Boboiboy yang tidak memakai topi.
Rambut sehitam eboni yang terkesan messy dilengkapi helaian rambut putih di bagian depan yang membuatnya lebih badass.
Sungguh menawan hingga membuat semburat merah menghiasi wajahnya. Setelah memperhatikan Boboiboy ia menatap Boboiboy lekat-lekat.
"Nggak cukup. Jadi topinya jangan dipake dulu." Sai menyilangkan tangan di dada.
"Sampe kapan aku nggak boleh pake topi?" Boboiboy menatap Sai sendu.
"Selamanya."
"Apa?!"
END
KAMU SEDANG MEMBACA
Boyfriend (REQUEST DI PROFILE)
FanfictionKumpulan cerita Boboiboy dengan sang adiwira sendiri sebagai semenya P.S: Maaf kalau ada kesalahan atau hal-hal yang tidak berkenan dari cerita ini. Terima kasih 🙏❤️
