✧・゚: *✧・゚:*:・゚✧*:・゚✧
c h o r u s
╭─────────────────╮
Oh-oh,
tutup matamu yang lelah
Lelaki tinggi berambut hitam membuka matanya pelan-pelan, sedikit demi sedikit. Lelaki yang bernama Shinichiro langsung tersentak bangun, melihat sekeliling rumah sudah kosong bak kuburan.
"Lah? Kok kosong, anying?!" Shinichiro terkaget-kaget, celengak-celengok di dalam kamar tidur.
Dia memeriksa ponsel yang sedikit jadul, melihat bahwa ini sudah sore. Warna-warna langit yang menandakan bulan akan bekerja lagi makin membuat Shinichiro panik.
Hari ini adalah hari liburan musim panas, musim gugur akan segera tiba.
Saya berjanji bahwa segera
musim gugur datang
Seperti biasa, pada sore hari menjelang malam, Shinichiro bersiap-siap memakai baju tidur, melangkah kakinya ke arah rumah kediaman (Last Name).
"Permisi, nenek!" Sang pria mengepalkan tangan dan mengetok pintu pelan sebagai tanda kesopanan.
Srek!
Pintu rumah terbuka, membiarkan sang pria bertemu dengan orang yang membukakan pintu. Ditambah oleh cahaya senja yang terlihat estetik.
"Loh? Shinichiro-kun?" Sosok nenek tua terdengar kaget.
"Um, hi nenek. Kenapa kaget?" Muka Shinichiro senang campur bingung. Pria berambut hitam ini berjanji bahwa ini pertama kalinya dia melihat muka sang nenek terlihat sedih.
Kedua manusia hanya menatap ke satu yang lain, terdiam selama beberapa detik, di hancurkan oleh sang nenek yang berbicara lagi.
"Shinichiro-kun, kamu lupa bahwa (Name) ada di rumah sakit, ya?" Si nenek tersenyum perih mengatakan hal tersebut.
Shinichiro mendengar si nenek dengan jelas. Seperti ada tancapan pisau yang berkali-kali menancap tubuh, Shinichiro tidak dapat bergerak. Dia hanya merasakan rasa perih.
Sudah berkali-kali dia mengunjungi rumah kediaman (Last Name) hanya mendapat ucapan itu berkali-kali keluar dari mulut nenek.
Untuk menggelapkan langit
musim panas yang memudar
"Hey, Shin. Lupa lagi ya?" Kedua kalinya para pembaca membaca bahwa pemeran utama perempuan ini menyapa si pemeran utama laki-laki.
Kaki sang laki-laki memasuki ruangan kamar rumah sakit lagi. Bau obat-obat menyengat telah tercium membuat Shinichiro mengeryitkan dahinya kesal.
Shinichiro memperhatikan bahwa (Name) sedang melukis dua sosok manusia yang sedang duduk di atap rumah, menikmati suasana malam hari bersama si bulan di atas kepala mereka.
"Lukisan itu indah," Langkah demi langkah, Shinichiro mengambil kursi yang berada di samping dan menduduki kursi itu.
Keheningan lagi. Keheningan yang membuat mereka mengunci mulut yang memohon untuk berbicara. Ruangan terasa nyaman, hanya ada suara celupan kuas ke dalam cat air.
"Aku membenci musim panas ini, Shin." Akhirnya sang gadis memulai pembicaraan.
Saat awal pertama musim panas, disitulah masalah kesehatan (Name) muncul. Dan disitulah Shinichiro merasa telah kehilangan bulannya pelan-pelan.
"Kau pasti bisa melewati ini, (Name). Aku akan berjanji bahwa kita bisa menikmati malam hari di atap rumah. Aku berjanji bahwa musim panas akan berakhir dengan cepat," Shinichiro mengait kedua kelingking mereka dengan erat.
Dengan balasan, (Name) memberi senyuman puas walaupun hanya sedetik saja, itu telah membuat sang laki-laki girang.
Ini sulit. Setiap hari sang lelaki berambut hitam ini selalu lupa bahwa sang gadis sedang sakit. Terasa aneh bahwa dia melakukan segininya hanya untuk teman yang dia sayangi.
Apakah (Name) benar-benar temannya atau lebih?
Bernapas, bernapas, bernapas
Sang laki-laki yang berambut hitam telah bangun dari tidurnya, langsung membukakan matanya yang suram.
Hari sudah tengah malam, keadaan rumah sakit masih saja ramai sebab mereka buka 24 jam. Tetapi lampu kamar milik (Name) sudah di matikan, suara jam dinding berbunyi kencang sebab ruangan kembali senyap. Jendela terbuka membiarkan sinar bulan yang terang menyinari ruangan kamar ini.
Perhatian Shinichiro berganti dari sinar bulan ke arah mata (Name) yang terlihat lelah. Sang gadis tertidur lelap, dadanya naik turun mengikuti detak jantung.
Bernapaslah. Kedua pemeran utama ini tidak sanggup mendengar bahwa salah satu dari mereka sudah berhenti bernapas.
'Bernafas, semuanya akan menjadi tidak apa-apa,'
╰─────────────────╯
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑹𝒊𝒔𝒆𝒔 𝒕𝒉𝒆 𝑴𝒐𝒐𝒏 ↪ 𝑺. 𝑺𝒉𝒊𝒏𝒊𝒄𝒉𝒊𝒓𝒐
Fiksi Penggemar❝ You'll be visited by sleep I promise you that soon the autumn comes To steal away each dream you keep Breathe, breathe, breathe ❞ ▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂▂ S. SHINICHIRO x READER ...
