Hai kalian yang sedang santai dan tidak memiliki banyak aktivitas sehingga bisa menyisihkan waktu luang kalian untuk membaca coretan tak berfaedahku ini,
Karena kegabutan yang gk jelas, aku bikin cerita ini. Pure hasil dari imajinasi aku,
Kita perkenalan dulu sama pemeranya ya,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Perkenalkan ini adalah Venus William, seorang siswi kelas 12 yang baru saja memasuki semester pertama diawal tahun pelajaran. Sengaja aku pake gambar anime karena aku suka aja sih, dan gambar animenya gk menetap dengan satu karakter, karna mau aku sesuaikan sama alur ceritanya, tapi untuk pemeran cowoknya aku pake foto idol.
Foto pemeran lainya menyusul seiring berjalanya cerita ya . . .
Enjoy reading . . .
Author POV,
Sungguh keadaan keluarga Venus jauh sekali dari kata Harmonis, setiap hari ada saja yang membuat kedua orangtunya bertengkar, dan salahnya lagi mereka tidak memberikan Venus seorang saudara satu pun, ya dia anak tunggal dan itu sangat tidak nyaman asal kalian tau.
Sampai pada akhirnya diawal tahun sekitar 6 bulan yang lalu kedua orangtua Venus memutuskan untuk berpisah, hingga akhirnya dia tinggal bersama dengan mommy-nya, dan daddy Venus kembali ke-negara asalnya yaitu Belanda.
Venus POV,
Oke thor aku ambil alih ya,
Daddyku berkewarganegaraan Belanda, bernama Austin William dan mommy asli orang Indonesia Devi Ainun, entah bagaimana mereka bisa bertemu dan memutuskan untuk menikah aku tidak peduli. Karna untuk apa mereka menikah bila akhirnya harus berpisah seperti ini, dan membuatku menjadi korban satu-satunya dalam keluarga ini.
Dirumah hanya ada aku, mommy, dan seorang asisten rumah tangga.
Entah dosa apa yang kulakukan dikehidupanku sebelumnya hingga aku mengalami hal sepahit ini dalam hidupku,
Sejak perceraian kedua orangtuaku Mommy jadi lebih sibuk dari sebelumnya, ya Mommy memang mempunyai usaha restaurant ada 3 cabang wajar saja jika beliau memang tidak punya waktu untukku.
Sempat Daddy mengajakku untuk pindah kenegaranya tapi aku menolak karna aku tidak tega meninggalkan mommy seorang diri disini, tapi apa yang aku dapatkan setelah itu, Mommy semakin sibuk dengan urusanya sendiri bahkan kami bertemu hanya waktu malam itupun bila aku belum tidur ketika Mommy pulang, bila aku sudah tidur dipastikan kami tidak bertemu.
Untuk Daddy beliau sangat perhatian terhadapku, setiap hari bisa 4-6kali beliau menelfonku hanya untuk menanyakan bagaimana sekolahku, apa saja yang aku lakukan dalam sehari, berapa kali makan hari ini dan hal hal sepele lainya, aku sangat menyayanginya.
Aku merasa semakin dekat dengan Daddy setelah kami berpisah dalam jarak sejauh ini,
Malam sudah larut, sebaiknya aku tidur karna besok hari pertamaku masuk sekolah setelah libur akhir semester, aku sangat merindukan sekolah, malam ini aku putuskan untuk tidak menunggu Mommy pulang, yah lihat saja sebesar apa beliau merindukanku atau tidak pernah mungkin.
~keesokan harinya
Pagi menjelang dan aku terbangun sebelum alarmku berbunyi, kuputuskan untuk langsung kebathroom melaksanakan ritual mandi, setelah itu menuju walk in closet mencari seragam untuk dikenakan hari ini, menuju rak sepatu dan dasi hampir saja aku melupakanya, setelah sudah kukenakan semua aku kembali kekamar dan duduk dimeja rias, memakai skincare dan kawan kawanya juga parfum.
Hari in aku ingin meluruskan rambutku saja karna sedang tidak ingin curly, setelahnya aku bercermin sepertinya sudah ok tapi apa ya yang kurang aku mengetuk ngetuk daguku, ah ya jepit rambut, aku mencoba memakainya tapi "no no no, tidak untuk hari ini"
Aku kembali berjalan menuju walk in closet dan mencari topi, yes aku memutuskan untuk memakai topi bulat ala ala militer yang terlihat pipih bila dipakai, aku miringkan sedikit hoalla cocok sekali,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lalu aku berjalan keluar mengambil tas dan hp menuju kemeja makan. Aku duduk dan sudah ada sendwich diatas piring,
"mbak . . ." panggilku pada asisten rumahtanggaku, dia mbak susi anak dari mbok surti yang sebelumnya bekerja dirumahku, tapi kini digantikan dengan anaknya karna beliau mengurus sawah yang berada dikampung
"mana sih mbak susi ni, dipanggil tapi gk dateng dateng, mbak . . ." panggilku sekali lagi sembari mengunyah sendwich
"iya non, mbak susi tadi lagi bikinin susu buat non." jawab mbak susi dengan membawa segelas susu untukku, dan kotak makanan untuk bekalku
"mommy semalem pulang jam berapa mbak?" tanyaku
"nyonya . . . Nyonya . . ." jawabnya bingung
"ok gak perlu dijawab aku udah tau, mommy gk pulang kan? hhh" dengusku, setelah selesai dengan sarapanku aku memasukkan lunchboxku kedalam tas.
"aku berangkat ya mbak, makasih bekelnya." pamitku meninggalkan meja makan
"iya non, hati-hati dijalan." jawabnya sebelum aku menghilang dibalik pintu utama.
Pak Komar ternyata sudah menyiapkan mobilku, dan sedang mengelap sepion mobil.
"pagi non" sapanya padaku, pak komar adalah supir pribadi mommy, ada pak edi juga tukang kebun dirumahku.
"pagi pak" balasku, aku heran kenapa pak Komar dirumah sedangkan mommy belum pulang, langkahku terhenti ketika akan masuk mobil.
"Pak Komar kok dirumah, kan mommy belom pulang?" tanyaku
"kemarin nyonya mengendarai mobil sendiri non, katanya tidak perlu diantar" jawabnya
"oh yaudah, aku berangkat dulu pak" pamitku
"baik non hati-hati."
Aku memakai kacamata sebelum mulai menginjak gas, kacamata yang selalu stay didalam mobil.
Selama perjalanan menuju sekolah aku masih memikirkan dimana mommy semalam, dan kenapa sama sekali tidak memberikan kabar padaku. Aku semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran mommy, entah apa yang diprioritaskan sekarang yang pasti itu bukan aku.
Sesampainya disekolah aku memarkirkan mobilku dibawah pohon beringin yang sangat rindang, melepas kacamataku dan turun dari mobil. Aku berjalan menuju mading untuk melihat pembagian kelas hari ini, mataku sangat berbinar karna ternyata aku masih satu kelas dengan Candy sahabatku.
Lalu kulangkahkan kakiku menuju kelas dengan memainkan kunci mobil yang masih ditanganku, karna lorong kelas masih lumayan sepi mengingat sekarang jam 06.30, aku melempar lemparkan kunci keatas dan menangkapnya lagi, melemparkan dan menangkapnya lagi melemparkan dan eh kemana kunciku? pandanganku menyisir lantai tapi tidak kutemukan,
"nyari ini?" tanya seorang pria muda berpakaian seragam sepertiku, tapi dia memakai celana bukan rok 😬.